Diposting Jumat, 15 Oktober 2010 jam 7:26 am oleh The X

Implikasi ‘desain cerdas’ pada perilaku manusia

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 15 Oktober 2010 -


Kreasionis mengatakan kalau sebuah tubuh tercipta berdasarkan adanya rencana dan tujuan, sementara evolusionis mengatakan kalau ia tercipta berdasarkan prinsip mutasi dan seleksi alam yang buta; hanya benda-benda buatan manusialah yang dibuat berdasarkan rencana dan tujuan, bukan benda-benda yang dibuat oleh alam. Walau begitu, keduanya semestinya mengalihkan perhatian dari rencana dan tujuan bila bicara mengenai asal usul perilaku.

Inilah pesan yang disampaikan dalam artikel yang diterbitkan dalam edisi Mei-Juni di American Scientist yang ditulis oleh dua profesor psikologi universitas Iowa,   Edward Wasserman dan Mark Blumberg.

Mereka menemukan kalau peristiwa pencapaian teknik besar manusia seperti jembatan gantung dan pesawat antariksa ber evolusi lewat sebuah proses yang disebabkan belajar dari kegagalan bukannya rencana dan tujuan. Begitu juga, pemeriksaan lebih dekat mengungkapkan kalau perilaku seperti lompat tinggi Olimpiade atau gaya mengendarai kuda para joki juga dapat berasal dari proses belajar trial and error, dimana sang penemu tidak sadar dengan pencapaiannya hingga saat ia muncul.

Teknik lompat tinggi adalah hasil evolusi lewat trial dan error, bukannya desain cerdas

Wasserman dan Blumberg kemudian menyarankan evolusionis kontemporer seperti Richard Dawkins untuk bergerak dari argumentasi sekitar dimana ia harus menarik garis antara sesuatu yang dirancang dengan sungguh-sungguh dan sesuatu yang hanya kelihatannya saja dirancang. Dengan melakukan hal ini, menurut mereka, kita akan lebih menghargai gaya-gaya nyata yang menyatukan proses perubahan sepanjang skala waktu evolusi dan perkembangan.

Artikel ini dapat ditemukan di :

Edward A. Wasserman, Mark S. Blumberg. 2010. Designing Minds : How should we explain the origins of novel behaviors? American Scientist. May-June 2010

Jurusan psikologi adalah bagian dari Kampus Sains dan Seni Liberal Universitas Iowa.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.