Diposting Jumat, 15 Oktober 2010 jam 2:20 am oleh Gun HS

Apakah Bumi Bersifat Unik, Ataukah Kehidupan Bersifat Umum di Alam Semesta?

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 15 Oktober 2010 -


Penemuan Gliese 581g, sebuah planet asing yang mengorbit di zona habitasi bintang induknya, telah menambah bahan bakar baru ke arah perdebatan tentang keunikan bumi dan apakah ada kehidupan lain di alam semesta kita.

“Setiap planet adalah unik dalam rinciannya, tapi apa yang benar-benar kita pertanyakan adalah: apakah sifat-sifat umum dari bumi adalah sesuatu yang  kita harapkan bersifat biasa di galaksi, ataukah langka?” kata astrofisikawan Neil deGrasse Tyson, direktur Hayden Planetarium di Museum Sejarah Alam Amerika, minggu ini.

Tyson berbicara selama diskusi panel Minggu (10 Oktober) untuk memperingati ulang tahun ke-10 museum Rose Center for Earth and Space. Topik utama panel: kemungkinan kehidupan di luar bumi, dan apakah bumi benar-benar hanya satu jenis atau tidak.

Penemuan Gliese 581g memacu komunitas ilmiah karena planet itu ditemukan di zona habitasi bintang – sebuah kawasan di mana rentang planet bisa mempertahankan suhu zat cair di permukaannya.

Area ini juga dikenal sebagai zona Goldilock, karena suhu permukaannya yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin, yang berarti zat cair dan kondisi yang berpotensi mendukung kehidupan lainnya bisa saja ditemukan di planet ini.

“Di bumi, di mana ada zat cair, di situ ada kehidupan,” kata Tyson. “Jadi, air merupakan kartu menggiurkan bagi kami sebagaimana kami melakukan pencarian untuk kehidupan di alam semesta.”

Diskusi panel pakar terjadi sehari sebelum beberapa ilmuwan meragukan keberadaan Gliese 581g. Rekan penemu planet itu, Steven Vogt, mengatakan dia berdiri di belakang penemuan planet tersebut.

Bumi sebagai model

Untuk menentukan kondisi yang dibutuhkan untuk memelihara dan mempertahankan kehidupan di planet lain, pemahaman planet rumah kita sendiri adalah tempat yang baik untuk memulai.

“Bumi tidak diragukan lagi adalah langka di dalam tata surya,” kata Don Brownlee, seorang profesor Astronomi di Universitas Washington di Seattle, selama panel. “Jika Anda membayangkan alam semesta secara keseluruhan, itu nyaris sebuah tempat yang benar-benar bermusuhan.”

Bahkan di bumi, keberadaan hewan dan manusia hanyalah sepotong kecil dari sejarah planet.

“Bumi akan terus berlangsung sekitar 10 miliar tahun, namun butuh 4 miliar tahun evolusi geologi dan biologi di planet kita untuk menghadirkan hewan-hewan di atasnya,” kata Brownlee. “Bumi telah banyak berubah. Bahkan jika ada kehidupan di bumi untuk sebagian besar umur hidupnya, itu hanyalah kehidupan mikroba, bukan kehidupan hewan.”

Namun, ada mekanisme unik pada pekerjaan di planet kita yang membantu menjaga kelayakhunian, seperti pergerakan lempeng tektonik yang kompleks, yang menyebabkan gempa bumi dan aktivitas gunung berapi, dan berkontribusi terhadap atmosfer dan stabilitas iklim planet kita.

“Di Mars, tektonik sudah terhenti dan ia kehilangan atmosfernya,” kata anggota panel, Paul Falkowski, seorang profesor Geologi dan Ilmu Kelautan di Universitas Rutgers di Newark, NJ, “Di Venus, ia terlalu panas untuk kehidupan bisa eksis seperti yang kita kenal. Bumi adalah satu-satunya yang berada zona layak huni.”

Jika kehidupan ditemukan di planet lain dalam tata surya kita – misalnya di Mars – penemuan itu akan sangat memberi peluang bagi kita menemukan kehidupan di tempat lain di alam semesta, kata seorang anggota panel, Chris McKay, seorang ilmuwan riset di NASA Ames Research Science Center di Moffett Field, California

“Di sini, di dalam sistem surya kita, jika hidup dimulai dua kali, itu memberitahu kita beberapa hal yang menakjubkan tentang alam semesta kita,” katanya. “Artinya alam semesta ini penuh dengan kehidupan. Hidup menjadi sebuah fitur alam semesta, bukan hanya menjadi keunikan planet yang agak aneh ini di seputar bintang.”

Masalah waktu dan kesabaran

Jadi, apakah hidup hanya unik pada bumi, ataukah umum dalam alam semesta kita? Dan jika ini adalah umum, seberapa dekat kita bisa menemukan kehidupan di luar bumi?

“Saya lebih optimis bahwa, dalam hidup saya, kita akan tahu jawabannya, ‘Apakah kita sendirian?’ [Sebelum kita tahu] asal usul kehidupan,” kata Falkowski.

Dan sementara beberapa panelis tidak setuju tentang apakah bumi itu sendiri adalah unik, mereka lebih mudah bisa setuju bahwa menemukan beberapa bentuk kehidupan asing – baik itu mikroba atau pun sebaliknya – hanyalah masalah waktu.

“Saya akan mengatakan bahwa planet seperti-bumi adalah umum,” kata Fred Adams, seorang profesor Fisika dari Universitas Michigan di Ann Arbor. “Sifat planet dan bentangan untuk kehidupan bisa terbentuk, kita sudah mengalaminya. Hidup hanyalah proses fisik, dan proses fisik terjadi di mana-mana. Ini akan menjadi luar biasa jika hidup dalam beberapa bentuk tidaklah bersifat umum.”

Sumber: space.com

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.