Diposting Kamis, 14 Oktober 2010 jam 1:51 am oleh Gun HS

Urin Hewan Purba Menyediakan Wawasan tentang Perubahan Iklim

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 14 Oktober 2010 -


Para ilmuwan di Universitas Leicester menggunakan sumber daya yang tidak biasa untuk menyelidiki iklim purba – urin hewan prasejarah.

Hewan tersebut adalah hyrax batu, spesies umum di negara-negara seperti Namibia dan Botswana. Mereka mirip babi guinea besar, tapi sebenarnya memiliki kekerabatan dengan gajah. Hyrax menggunakan lokasi tertentu sebagai toilet komunal, beberapa di antaranya telah digunakan oleh generasi hewan ini selama ribuan tahun. Urin yang mengkristal dan terakumulasi secara bertingkat dikenal sebagai ‘midden‘, menyediakan sumber daya yang sebelumnya belum dimanfaatkan untuk mempelajari perubahan iklim jangka panjang.

Pendanaan dari Trust Leverhulme dan, baru-baru ini, European Research Council telah memungkinkan kelompok Leicester bergabung bersama tim internasional yang dipimpin oleh Dr Brian Chase, dari Institut des Sciences de l’Evolution de Montpellier, untuk mempelajari deposito yang unik ini. Bersama Dr Chase adalah Drs Andrew Carr dan Arnoud Boom dari Departemen Geografi Universitas Leicester, terlibat dalam mengeksplorasi catatan baru mengenai perubahan lingkungan masa lalu yang terawetkan di dalam midden.

Dr Brian Chase mendaki bukit untuk mencari sampel midden di lokasi yang sulit dijangkau. (Kredit: Universitas Leicester)

Karya mereka baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal-jurnal Quaternary Research, Palaeogeography Palaeoclimatology Palaeoecology dan Geology.

“Untuk mempelajari perubahan lingkungan di masa lalu, para ilmuwan biasanya mendapatkan sampel dari deposito yang tersedia di dalam rawa atau danau, di mana bahan organik yang dapat diperkirakan usianya, telah terawetkan,” jelas Dr Carr. “Tapi pada lingkungan lahan kering seperti Afrika Selatan ini hal itu tidak mungkin. Untungnya, air seni hyrax tampaknya mempertahankan bahan organik dalam rentang waktu lebih dari puluhan ribu tahun, memberikan wawasan yang luar biasa terhadap perubahan lingkungan di masa lalu dalam habitat hyrax.”

Memperoleh bahan ini tidaklah mudah. Kebetulan Dr Chase adalah pendaki bukit berpengalaman, yang memungkinkan dia mencapai midden yang sering tidak terjangkau. Midden membentuk deposito yang sangat keras, harus dipotong dari batu dengan alat grinder bersudut.

Dengan menggunakan teknik forensik, kelompok Leicester mampu mengidentifikasi molekul organik individu yang terawetkan dalam midden; ini termasuk senyawa yang dihasilkan oleh metabolisme hyrax dan molekul-molekul  dari tanaman yang diturunkan dari sistem pencernaan hewan. ‘Biomarker‘ ini memberi petunjuk tentang jenis tanaman yang dimakan hewan itu, dan itu mengarah pada seperti apa lingkungan yang mereka tinggali. Biomarker ini dengan demikian mengungkapkan wawasan mengenai bagaimana iklim daerah telah berubah selama 30.000 tahun terakhir, dengan potensi akurasi beberapa dekade hingga berabad-abad.

“Catatan Palaeoenvironmental di daerah ini merupakan fragmentaris,” kata Dr Carr. “Midden menyediakan catatan darat yang unik untuk dibandingkan dengan catatan inti kedalaman laut, memungkinkan kita untuk berpikir lebih jauh detail tentang apa yang mendorong perubahan iklim di Afrika.

Hyrax batu masa sekarang, mirip babi guinea besar tapi sebenarnya memiliki kekerabatan dengan gajah.

“Ini adalah lingkungan yang sangat dinamis, dan tampaknya, iklim daerah ini telah berubah secara kompleks selama dan setelah akhir Zaman Es global (sekitar 20.000 tahun yang lalu). Langkah berikutnya, yang merupakan bagian dari proyek penelitian baru Dr Chase, akan membandingkan data midden dengan simulasi iklim masa lalu yang dihasilkan oleh GCMS [model sirkulasi umum berbasis komputer yang digunakan untuk mensimulasikan baik iklim masa lalu maupun masa depan] untuk mengevaluasi kinerja mereka dan mengeksplorasi mengapa iklim telah mengubah cara yang mereka miliki.”

Meskipun midden hyrax batu sebelumnya telah digunakan untuk mempelajari serbuk sari, ini adalah pertama kalinya bahwa potensi penuh mereka mendokumentasikan iklim daerah telah dieksplorasi. Drs Chase, Carr, Boom dan rekan mereka sudah menyelesaikan sejumlah makalah ilmiah tentang urin hyrax, dengan lebih banyak produksinya.

• Penelitian telah diumumkan pada bulan saat Universitas merayakan Big Green Week (25-31 Oktober), memberi sinyal bagi komitmen Universitas untuk pengurangan karbon dan menyoroti penelitian yang memiliki dampak lingkungan.

Sumber: eurekalert.org

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.