Diposting Rabu, 13 Oktober 2010 jam 1:10 pm oleh The X

Pelangi Aneh

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 13 Oktober 2010 -


Apa bentuk dan warna busur yang kita lihat dalam kabut, di awan, atau di daerah yang tertutup embun? Bila kamu melihat sebuah pelangi di atas air sementara ada pelangi di atas air tersebut, apakah ia merupakan pantulan dari pelangi tersebut? Di saat yang langka, sebuah pita warna vertikal dapat terlihat didekat pelangi normal. Apa penyebab pita tambahan ini?

Pelangi normal dihasilkan dengan cahaya tampak. Apakah juga ada pelangi dengan sinar inframerah atau ultraviolet?

Pelangi di sekitar Matahari adalah pelangi ordo ketiga

Jawab

Pemisahan warna di pelangi lebih kecil bila tetesannya kecil. Salah satu alasannya adalah untuk diameter yang lebih kecil, warna kurang mendapat kesempatan untuk menyebar di dalam tetesan. Bila tetesannya cukup kecil, warna saling tindih dan menghasilkan pelangi putih.

Pelangi merah dapat muncul saat Matahari rendah. Karena sinar matahari harus melalui jarak yang jauh menembus atmosfer, penghamburan cahaya dari molekul udara sepanjang jalan menyisihkan sebagian besar spektrum tampak di ujung biru, dan tetesan diterangi umumnya dengan cahaya merah.

Di waktu malam, pelangi dapat terlihat dalam cahaya Bulan, namun mereka tidak memiliki warna karena matamu sulit melihat warna dalam kegelapan. Pelangi yang dihasilkan bulan jarang disadari karena kabur dan karena orang tidak mencari pelangi di waktu malam.

Pelangi dapat dilihat dalam kabut, awan atau daerah yang ditutupi embun, namun mereka sulit dilihat karena tetesannya terlalu kecil untuk memberi warna berbeda, dan busurnya dapat hilang dalam sinar keseluruhan. Mereka adalah pita putih berbentuk hiperbola atau elips karena sudut pandangmu melihatnya pada permukaan horisontal. Kamu dapat melihat busur di air bila permukaan kolam sebagian tertutup oleh tetesan yang mengambang.

Bila pelangi normal terbentuk di atas air, kamu mungkin melihat pelangi pantulan di air. Namun pelangi pantulan ini bukan hanya pantulan pelangi yang kamu lihat ada di atas air, karena tetesan air berbeda terlibat. Untuk membentuk pelangi pantulan, cahaya harus memasuki tetesan air hujan, terpantulkan sekali (atau dua kali) di dalamnya, meninggalkannya, dan kemudian terpantulkan oleh permukaan air menuju dirimu. Tetesan melakukan semuanya ini dalam sudut yang berbeda dari sudut pandangmu daripada pelangi normal. Hasilnya, pelangi pantulan tidak bertindihan dengan pelangi normal.

Pita vertikal yang kadang terlihat di dekat kaki pelangi normal juga merupakan hasil dari sebuah pantulan cahaya oleh permukaan air. Namun, dalam situasi ini, cahaya pertama memantul dari permukaan air dan kemudian menyinari tetesan hujan. Tetesan tersebut berada pada sudut yang tepat dalam pandangan kamu sehingga mengirimkan sinar berwarna yang membentuk pita vertikal. Dalam beberapa kasus langka, kamu bahkan dapat melihat pelangi tambahan melengkung di atas pelangi normal. Pelangi tambahan ini kadang salah diartikan sebagai pelangi ordo ketiga.

Pelangi di balik awan

Pelangi normal berpusat di sekitar titik antisolar, namun pelangi tambahan ini berpusat pada sebuah titik yang tergeser ke atas dari titik antisolar karena perubahan geometri akibat pemantulan. Bila hanya kaki dari pelangi tambahan ini yang terlihat, mereka dapat terlihat vertikal, namun sesungguhnya melengkung.

Sinar ultraviolet dan inframerah dari sinar matahari juga dapat membentuk pita pelangi. Walaupun mereka tak terlihat oleh mata kita dan tidak memiliki warna secara normal, pita-pita ini dapat di deteksi dengan peralatan yang sesuai.

­

Referensi

Walker, J. Flying Circus of Physics. Wiley, 2007

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.