Diposting Rabu, 13 Oktober 2010 jam 12:29 pm oleh The X

Ilmuan mengubah siput menjadi mahluk mirip pacet

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 13 Oktober 2010 -


Di saat embriogenesis siput air tawar, Marisa cornuarietis, hanya dalam satu dua hari menentukan apakah hewan ini memiliki cangkang luar atau tidak. Program ulang pada arah pertumbuhan jaringan pembentuk cangkang saat fase sensitif ini mencegah perkembangan cangkang spiral yang biasanya. Justru ada kerucut bolong kecil tumbuh di dalam tubuhnya – sama seperti yang terjadi pada cumi-cumi.

Program baru ini berakibat juga pada organ lainnya: insang tidak berada di bukaan mantel di kepala seperti biasa, namun tidak ada rongga mantel terbentuk sama sekali dan insang tetap di ujung posterior kantung visceral dan mengambang bebas di air. Hasil ini dilaporkan dalam jurnal Evolution & Development oleh kelompok Prof. Heinz Köhler dan Prof. Rita Triebskorn dari Lembaga Evolusi dan Ekologi Universitas Tubingen, Jerman. Hasil ini mendukung teori ingsutan perkembangan radikal berbasis mutasi makro yang disebabkan oleh modifikasi jalur transduksi sinyal yang membawa pada perubahan bidang tubuh secara mendadak saat evolusi.

Pada awalnya, fenomena perubahan siput menjadi pacet (slug) ditemukan oleh Raphaela Osterauer, kandidat doktoral yang diawasi oleh  Heinz Köhler, saat mempelajari tingkat racun ion logam. Beberapa tahun lalu, kelompok ini telah membuat tes toksisitas janin sensitif secara perbandingan berdasarkan perkembangan telur Marisa. Saat menguji logam mulia platinum, yang dilepaskan ke lingkungan oleh abrasi dari konverter katalitis otomotif, ia menemukan kalau janinnya tidak memiliki cangkang saat dipaparkan pada ion platinum bivalen konsentrasi tinggi. Percobaan lebih jauh mengungkapkan relevansi penting dari jangka waktu arah pertumbuhan jaringan kelenjar cangkang. Dalam fase satu atau dua hari saja, jaringan ini terprogram membentuk mantel yang mensekresikan cangkang yang menutupi bagian dorsal dari tubuh siput, atau dengan dipengaruhi platinum, mengembang masuk kedalam tubuh sang gastropoda.

Marisa cornuarietis

Marisa yang telah diubah menjadi mahluk mirip pacet

Karenanya adalah mungkin untuk mengarahkan ulang jaringan pembentung cangkang ini dengan semua akibat yang tidak dapat balik untuk pembentukan mantel dan cangkang serta posisi insang, cukup dengan memaparkannya sebentar pada ion platinum. Setelah platinum disingkirkan, janin pacet buatan ini terus berkembang sesuai program perkembangan baru, menetas dari telur mereka, makan seperti biasa, dan tidak mengubah bidang tubuh baru mereka lagi. Mereka mencapai usia lebih dari setengah tahun. Pada masa ini, sebuah cangkang kapur internal dalam bentuk kerucut bolong yang sedikit bengkok, tumbuh di dalam tubuh hewan ini dan terus ada hingga ia mati. Karena pacet, pacet laut dan cephalopod purba juga memiliki cangkang internal kecil, pacet Marisa buatan ini dapat menjadi organisme model untuk menyelidiki evolusi internalisasi cangkang. Dalam penelitian ini, kelompok Köhler dan Triebskorn mampu membesarkan pacet buatan hanya dalam dua spesies siput paru yang berkerabat jauh.

Mollusca tidak termodifikasi secara genetik oleh platinum – tidak ada mutannya. Namun, para ilmuan menduga pengaturan aktivitas gen yang termodifikasi. Begitu juga, modifikasi pengaturan gen berbasis mutasi dapat menyumbang pada evolusi berbagai bidang tubuh molluska dan, akibatnya, tim peneliti Tübingen sekarang berencana berkonsentrasi pada analisa aktivitas gen sensitif platinum saat masa embriogenesis awal gastropoda.

Ahli biologi modern beranggapan kalau pacet buatan tidak ada di alam liar, karena polusi platinum di lingkungan belum mencapai konsentrasi yang perlu untuk perubahan siput menjadi pacet.

Sumber : sciencedaily

Referensi silang :

Osterauer, R., Marschner, L., Betz, O., Gerberding, M., Sawasdee, B., Cloetens, P., Haus, N., Sures, B., Triebskorn, R., Kohler, H.R. Turning snails into slugs: induced body plan changes and formation of an internal shell. Evolution & Development, 2010; 12 (5): 474

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.