Diposting Senin, 11 Oktober 2010 jam 4:27 am oleh Gun HS

Wawasan Baru pada Genetika Obesitas dan Distribusi Lemak

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 11 Oktober 2010 -


Sebuah konsorsium internasional telah mencetak terobosan signifikan dalam mengungkap basis genetik obesitas dengan mengidentifikasi 18 situs gen baru yang berhubungan dengan obesitas secara keseluruhan, dan juga 13 situs yang mempengaruhi distribusi lemak. Studi ini meliputi data dari hampir seperempat juta peserta, penyelidikan genetik terbesar terhadap ciri-ciri manusia. Kedua makalah yang berasal dari konsorsium GIANT (Genetic Investigation of ANthropometric Traits) – konsorsium yang terdiri lebih dari 400 ilmuwan dari 280 lembaga penelitian di seluruh dunia ini – akan dipublikasikan di Nature Genetics dan menerima publikasi online awal.

Joel Hirschhorn, MD, PhD dari Rumah Sakit Anak Boston dan dan Institut Broad, penulis senior pada makalah obesitas keseluruhan dan terlibat pada kedua makalah tersebut, mengatakan, “Orang yang berbeda memiliki kerentanan yang berbeda pada obesitas. Sebagian tidak secara ketat mengawasi apa yang mereka makan atau seberapa banyak mereka berolahraga dan tetap menanggung kegemukan, sedangkan yang lainnya terus berjuang menjaga berat badan dari kenaikannya yang meroket. Beberapa keragaman ini bersifat genetik, dan tujuan kami adalah meningkatkan pemahaman tentang mengapa orang yang berbeda mewarisi kerentanan yang berbeda pada obesitas.” Karena sebagian besar gen yang baru-baru ini terlibat dalam penelitian ini tidak pernah diduga memiliki peran dalam obesitas, temuan dari kedua makalah tersebut mulai menjelaskan biologi yang mendasarinya, yang membawa pada kategorisasi serta perawatan obesitas yang lebih baik di masa depan, catat Hirschhorn.

Penelitian obesitas keseluruhan ini mencari faktor-faktor penentu genetik berdasarkan indeks massa badan (BMI), dihitung sebagai berat badan individu dalam kilogram berdasarkan tinggi badannya dalam meter persegi. Para peneliti menggabungkan data dari 46 penelitian yang melibatkan hampir 124.000 orang dan mengkonfirmasi hasil teratas pada hampir 126.000 orang lebih untuk mengidentifikasi 32 situs yang terkait dengan BMI secara konsisten, 18 di antaranya adalah yang baru. Salah satu varian barunya berada dalam gen pengkodean sebuah protein reseptor yang merespon sinyal dari usus, bertujuan mempengaruhi tingkat insulin dan metabolisme. Varian lainnya terdapat di dekat sebuah gen yang diketahui berfungsi mengkodekan protein yang mempengaruhi nafsu makan.

“Salah satu bagian yang paling menarik dari pekerjaan ini adalah, sebagian besar varian yang terkait BMI telah teridentifikasi berada di dalam atau di dekat gen yang belum pernah dikaitkan dengan obesitas. Melalui pekerjaan ini, kami menemukan bahwa dasar-dasar biologis yang mendasari obesitas adalah banyak, bervariasi dan sebagian besar tidak terkarakteristik,” kata Elizabeth K. Speliotes, MD, PhD, MPH, dari Rumas Sakit Umum Massachusetts dan Institut Broad, penulis pertama studi BMI dan juga terlibat dalam kedua studi.

Meskipun efek dari setiap varian individu adalah sederhana, orang yang membawa lebih dari 38 varian BMI berada pada rata-rata 15 hingga 20 pon lebih berat daripada mereka yang membawa kurang dari 22 varian tersebut. Bagaimanapun juga, kombinasi varian-varian ini hanya menjelaskan sebagian kecil dari keseluruhan variasi berat badan. Dengan mengkombinasi informasi genetik dari varian-varian ini, hal itu hanyalah sedikit lebih baik daripada membalikkan koin untuk memprediksi apakah seseorang yang akan menjadi gemuk, mungkin karena faktor lainnya, baik genetik maupun lingkungan, berkontribusi terhadap berat keseluruhan.

Studi kedua memandang hubungan genetika dengan bagaimana lemak didistribusikan di dalam tubuh.

Penelitian ini telah menunjukkan bahwa lemak yang tersimpan di perut meningkatkan resiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung, bahkan setelah disesuaikan untuk obesitas. Sebaliknya, lemak yang tersimpan di pinggul dan paha benar-benar dapat melindungi individu dari resiko diabetes dan tekanan darah tinggi. Para peneliti memeriksa faktor genetik berdasarkan rasio pinggang-pinggul, suatu ukuran untuk distribusi lemak, dengan menganalisis data dari 77.000 peserta dalam 32 studi. Wlayah-wilayah yang teridentifikasi dalam analisis ini kemudian dibandingkan dengan data dari 29 studi yang meliputi lebih dari 113.500 individu. Ini mengungkapkan wilayah gen 14 yang terkait dengan rasio pinggang-panggul, menambahkan 13 wilayah baru dan mengkonfirmasi salah satu asosiasi yang sebelumnya sudah dikenal.

Tujuh dari variasi genetik yang teridentifikasi, memiliki efek pada wanita lebih kuat dibandingkan pada pria, menunjukkan bahwa tujuh varian itu mungkin mendasari beberapa perbedaan yang normal dalam hal pendistribusian lemak di antara kedua jenis kelamin. Meskipun wilayah-wilayah gen yang teridentifikasi hanya menjelaskan sekitar 1 persen variasi umum dalam rasio pinggang-pinggul, para penulis mencatat, temuan-temuan ini menitikberatkan pada mekanisme biologis tertentu yang terlibat dalam mengatur di bagian tubuh mana lemak akan disimpan. Wilayah yang mempengaruhi distribusi lemak memperkerjakan gen yang terlibat dalam mengatur kolesterol, trigliserida, insulin dan resistensi insulin, yang mungkin dapat meningkatkan pemahaman, bagaimana lemak yang dideposito ke lokasi tubuh tertentu bahkan lebih terkait erat dengan gangguan metabolisme daripada obesitas.

“Dengan menemukan gen yang berperan penting dalam mempengaruhi distribusi lemak dan juga cara-caranya yang berbeda di antara pria dan wanita, kami berharap memulangkannya pada proses-proses penting yang mendasari biologi,” kata Cecilia Lindgren, PhD, dari Wellcome Trust Centre for Human Genetics di Universitas Oxford, peneliti senior pada studi rasio pinggang-panggul, yang terlibat dalam kedua makalah.

Hirschhorn adalah seorang profesor Genetika, dan Speliotes adalah seorang instruktur pada Pengobatan di Harvard Medical School. memimpin penulis tambahan untuk studi obesitas keseluruhan termasuk peneliti dari Universitas Oxford dan Universitas Cambridge di Inggris, Universitas Michigan, National Cancer Institute, Universitas North Carolina, deCODE Genetika, dan Institutet Karolinska di Swedia. Memimpin penulisan makalah distribusi lemak meliputi para peneliti dari Universitas Regensburg Medical Center, Universitas Michigan, Harvard School of Public Health, deCODE Genetika, Universitas Boston, Framingham Heart Study, Wellcome Trust, Institut Sanger dan Universitas North Carolina. Penelitian ini didukung pendanaan dari berbagai lembaga, termasuk US National Institutes of Health.

Catatan: Artikel ini tidak dimaksudkan untuk memberikan nasihat medis, diagnosis atau perawatan.
Sumber: sciencedaily.com
Berita di atas berasal dari bahan-bahan yang disediakan oleh Rumah Sakit Umum Massachusetts.
Referensi Jurnal:
Iris M Heid, Anne U Jackson, Joshua C Randall, Thomas W Winkler, Lu Qi, Valgerdur Steinthorsdottir, Gudmar Thorleifsson, M Carola Zillikens, Elizabeth K Speliotes, Reedik Mägi, Tsegaselassie Workalemahu, Charles C White, Nabila Bouatia-Naji, Tamara B Harris, Sonja I Berndt, Erik Ingelsson, Cristen J Willer, Michael N Weedon, Jian’an Luan, Sailaja Vedantam, Tõnu Esko, Tuomas O Kilpeläinen, Zoltán Kutalik, Shengxu Li, Keri L Monda, Anna L Dixon, Christopher C Holmes, Lee M Kaplan, Liming Liang, Josine L Min, Miriam F Moffatt, Cliona Molony, George Nicholson, Eric E Schadt, Krina T Zondervan, Mary F Feitosa, Teresa Ferreira, Hana Lango Allen, Robert J Weyant, Eleanor Wheeler, Andrew R Wood, Karol Estrada, Michael E Goddard, Guillaume Lettre, Massimo Mangino, Dale R Nyholt, Shaun Purcell, Albert Vernon Smith, Peter M Visscher, Jian Yang, Steven A McCarroll, James Nemesh, Benjamin F Voight, Devin Absher, Najaf Amin, Thor Aspelund, Lachlan Coin, Nicole L Glazer, Caroline Hayward, Nancy L Heard-Costa, Jouke-Jan Hottenga, Åsa Johansson, Toby Johnson, Marika Kaakinen, Karen Kapur, Shamika Ketkar, Joshua W Knowles, Peter Kraft, Aldi T Kraja, Claudia Lamina, Michael F Leitzmann, Barbara McKnight, Andrew P Morris, Ken K Ong, John R B Perry, Marjolein J Peters, Ozren Polasek, Inga Prokopenko, Nigel W Rayner, Samuli Ripatti, Fernando Rivadeneira, Neil R Robertson, Serena Sanna, Ulla Sovio, Ida Surakka, Alexander Teumer, Sophie van Wingerden, Veronique Vitart, Jing Hua Zhao, Christine Cavalcanti-Proença, Peter S Chines, Eva Fisher, Jennifer R Kulzer, Cecile Lecoeur, Narisu Narisu, Camilla Sandholt, Laura J Scott, Kaisa Silander, Klaus Stark, Mari-Liis Tammesoo, Tanya M Teslovich, Nicholas John Timpson, Richard M Watanabe, Ryan Welch, Daniel I Chasman, Matthew N Cooper, John-Olov Jansson, Johannes Kettunen, Robert W Lawrence, Niina Pellikka, Markus Perola, Liesbeth Vandenput, Helene Alavere, Peter Almgren, Larry D Atwood, Amanda J Bennett, Reiner Biffar, Lori L Bonnycastle, Stefan R Bornstein, Thomas A Buchanan, Harry Campbell, Ian N M Day, Mariano Dei, Marcus Dörr, Paul Elliott, Michael R Erdos, Johan G Eriksson, Nelson B Freimer, Mao Fu, Stefan Gaget, Eco J C Geus, Anette P Gjesing, Harald Grallert, Jürgen Gräßler, Christopher J Groves, Candace Guiducci, Anna-Liisa Hartikainen, Neelam Hassanali, Aki S Havulinna, Karl-Heinz Herzig, Andrew A Hicks, Jennie Hui, Wilmar Igl, Pekka Jousilahti, Antti Jula, Eero Kajantie, Leena Kinnunen, Ivana Kolcic, Seppo Koskinen, Peter Kovacs, Heyo K Kroemer, Vjekoslav Krzelj, Johanna Kuusisto, Kirsti Kvaloy, Jaana Laitinen, Olivier Lantieri, G Mark Lathrop, Marja-Liisa Lokki, Robert N Luben, Barbara Ludwig, Wendy L McArdle, Anne McCarthy, Mario A Morken, Mari Nelis, Matt J Neville, Guillaume Paré, Alex N Parker, John F Peden, Irene Pichler, Kirsi H Pietiläinen, Carl G P Platou, Anneli Pouta, Martin Ridderstråle, Nilesh J Samani, Jouko Saramies, Juha Sinisalo, Jan H Smit, Rona J Strawbridge, Heather M Stringham, Amy J Swift, Maris Teder-Laving, Brian Thomson, Gianluca Usala, Joyce B J van Meurs, Gert-Jan van Ommen, Vincent Vatin, Claudia B Volpato, Henri Wallaschofski, G Bragi Walters, Elisabeth Widen, Sarah H Wild, Gonneke Willemsen, Daniel R Witte, Lina Zgaga, Paavo Zitting, John P Beilby, Alan L James, Mika Kähönen, Terho Lehtimäki, Markku S Nieminen, Claes Ohlsson, Lyle J Palmer, Olli Raitakari, Paul M Ridker, Michael Stumvoll, Anke Tönjes, Jorma Viikari, Beverley Balkau, Yoav Ben-Shlomo, Richard N Bergman, Heiner Boeing, George Davey Smith, Shah Ebrahim, Philippe Froguel, Torben Hansen, Christian Hengstenberg, Kristian Hveem, Bo Isomaa, Torben Jørgensen, Fredrik Karpe, Kay-Tee Khaw, Markku Laakso, Debbie A Lawlor, Michel Marre, Thomas Meitinger, Andres Metspalu, Kristian Midthjell, Oluf Pedersen, Veikko Salomaa, Peter E H Schwarz, Tiinamaija Tuomi, Jaakko Tuomilehto, Timo T Valle, Nicholas J Wareham, Alice M Arnold, Jacques S Beckmann, Sven Bergmann, Eric Boerwinkle, Dorret I Boomsma, Mark J Caulfield, Francis S Collins, Gudny Eiriksdottir, Vilmundur Gudnason, Ulf Gyllensten, Anders Hamsten, Andrew T. Meta-analysis identifies 13 new loci associated with waist-hip ratio and reveals sexual dimorphism in the genetic basis of fat distribution. Nature Genetics, 2010; DOI: 10.1038/ng.685

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.