Diposting Sabtu, 9 Oktober 2010 jam 1:14 pm oleh The X

Kelelawar mencari bunga

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 9 Oktober 2010 -


Saat kelelawar mendarat pada sebuah bunga dan menusukkan moncongnya kedalam celah antara kelopak untuk mencapai madu, ia menyebabkan dua kelopak (petal) lainnya melontarkan serbuk sari ke tubuh sang kelelawar, sehingga sang kelelawar membawanya ke bunga lain. Bukan hanya ini mensyaratkan sang kelelawar harus mampu menemukan sebuah bunga, namun ia harus menemukan celah untuk moncongnya. Bagaimana ia melakukan hal ini dengan pandangan yang buruk dan dalam kegelapan? Bagaimana sebuah bunga mencegah kelelawar kedua mendarat hingga pasokan serbuk sarinya kembali pulih?

Kelelawar menggunakan ekolokasi untuk menemukan bunga

Sang kelelawar tampaknya dapat mengenali sebuah bunga berdasarkan gema yang ia peroleh saat ia mengirimkan letupan ultrasonik ke bunga tersebut. Faktanya, kelopak (petal) beberapa bunga berbentuk terompet sehingga ia dapat dengan mudah mengembalikan gema yang dapat dideteksi oleh seekor kelelawar. Sebagai contoh, kelopak bunga Mucuna holtonii berbentuk terompet yang membalikkan gema dengan sangat kuat ke kelelawar bahkan saat ia mendekatinya dari samping ke muka bunga (bunga ini adalah versi akustik dari retroreflektor optik yang dipakai sepeda atau pagar di tikungan jalan agar dapat terlihat saat disinari lampu mobil di malam hari). Kelopak atas bunga terangkat saat ada serbuk sari. Setelah sang kelelawar pergi meninggalkan bunga dengan serbuk sari di tubuhnya, kelopak atas mengerut, sehingga bentuk terompetnya hilang.

Bunga A fistulata sedang dihisap sarinya oleh kelelawar C nigri

Karenanya, kelelawar kedua tidak akan mendapatkan gema yang kuat dari bunga ini.  Kemudian di tengah malam, saat pasokan serbuk sari kembali ada, kelopak atas kembali tegak, membentuk terompet kembali dan sekali lagi, memberikan gema yang kuat bagi kelelawar yang  mungkin mendarat.

­ Referensi

Walker, J. Flying Circus of Physics. Wiley, 2007

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.