Diposting Jumat, 8 Oktober 2010 jam 7:40 pm oleh Gun HS

Jagung Transgenik Membantu Petani Selamatkan Milyaran Dolar

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 8 Oktober 2010 -


Jagung transgenik mampu bertahan dari penggerek jagung Eropa, telah menyelamatkan miliaran dolar para petani Midwest dekade lalu, demikian laporan sebuah studi baru di Science.

Penelitian yang dilakukan oleh beberapa universitas di Midwest menunjukkan bahwa penekanan hama ini telah menyelamatkan 3,2 miliar dolar bagi petani jagung di Illinois, Minnesota dan Wisconsin selama 14 tahun terakhir, dan menyelamatkan lebih dari 2,4 milyar dolar bagi petani jagung non-Bt. Demikian pula dengan Iowa dan Nebraska yang menyelamatkan 3,6 milyar dolar, dengan menyelamatkan pula 1,9 milyar bagi petani jagung non-Bt.

Jagung transgenik direkayasa untuk mengekspresikan protein insektisida dari bakteri Bacillus thuringiensis (Bt). Jagung Bt telah diadopsi secara luas dalam pertanian AS sejak komersialisasinya pada tahun 1996. Pada tahun 2009, jagung Bt merupakan 63 persen dari tanaman di AS.

Ngengat penggerek jagung tidak bisa membedakan antara jagung Bt dan non-Bt, jadi penggerek betina bertelur di kedua jenis bidang. Setelah telur menetas dalam jagung Bt, larva penggerek muda yang memakan jagung tersebut akan mati dalam waktu 24 hingga 48 jam.

Manfaat utama dari penanaman jagung Bt mengurangi resiko kehilangan panen, dan berhektar-hektar tanaman jagung Bt menerima manfaat ini setelah petani membayar biaya teknologi jagung Bt. Tetapi sebagai akibat dari penekanan hama secara meluas, maka jagung non-Bt juga ikut terselamatkan dari resiko kehilangan panen, tanpa mengeluarkan biaya teknologi Bt, dan dengan demikian menerima lebih dari setengah manfaat dari pertumbuhan jagung Bt di wilayah tersebut.

“Kami telah mengasumsikan beberapa waktu di mana manfaat ekonomi bisa diperoleh, bahkan di antara produsen yang memilih untuk tidak menanam hibrida Bt,” kata penulis mitra studi, Mike Gray, ahli entomologi Extension Universitas Illinois  dan profesor di Department of Crop Sciences. “Namun, setelah dihitung, besarnya manfaat ini bahkan lebih mengesankan.”

Selama beberapa tahun terakhir, ahli entomologi dan produsen jagung telah memperhatikan kerapatan yang sangat rendah pada penggerek jagung Eropa di Illinois. Bahkan, kerapatan di Illinois telah mencapai titik terendah bersejarah ke titik di mana banyak yang mempertanyakan status hamanya, kata Gray.

“Sejak diperkenalkannya jagung Bt, awalnya difokuskan terutama pada penggerek jagung Eropa, banyak ahli entomologi dan ekologi telah bertanya-tanya apakah penekanan populasi hama di area yang luas pada akhirnya akan terjadi,” kata Gray. “Seperti yang ditunjukkan penelitian, penekanan hama secara luas telah terjadi dan secara dramatis mengurangi kerugian tahunan sekitar 1 miliar dolar sebelumnya yang disebabkan oleh penggerek jagung Eropa.”

Informasi ini juga menyediakan insentif bagi petani untuk menanam jagung non-Bt di samping jagung Bt.

“Manfaat ekonomi dan lingkungan berkelanjutan dari teknologi ini akan bergantung dari pengelolaan berkelanjutan oleh produsen dalam menjaga jagung non-Bt untuk meminimalkan risiko evolusi spesies hama tanaman ke arah resistensi terhadap Bt,” kata Gray.

Penelitian ini berjudul “Areawide Suppression of European Corn Borer with Bt Maize Reaps Savings to Non-Bt Maize Grower”, akan muncul di Science edisi 8 Oktober. Pemimpin peneliti adalah Bill Hutchison dari Universitas Minnesota. Kolaborasi penulis termasuk Eric Burkness dan Roger Moon dari Universitas Minnesota, Paul Mitchell dari Universitas Wisconsin, Tim Leslie dari Universitas Long Island, Shelby Fleischer dari Universitas Pennsylvania State, Mark Abrahamson dari Departemen Pertanian Minnesota, Krista Hamilton dari Departemen Pertanian Wisconsin, Perdagangan dan Perlindungan Konsumen, Steffey Kevin dan Mike Gray dari  Universitas Illinois, Rick Hellmich dari USDA-ARS, Von Kaster dari Syngenta Seeds Inc, Hunt Tom dan Bob Wright dari Universitas Nebraska, Pecinovsky Ken dari Universitas Iowa State, Tom Rabaey dari General Mills Inc, Brian Flood dari Del Monte Foods, dan terakhir, Earl Raun dari Pest Management Company.

Sumber: sciencedaily.com
Berita di atas berasal dari bahan-bahan yang disediakan oleh University of Illinois College of Agricultural, Consumer and Environmental Sciences.
Referensi Jurnal:
W. D. Hutchison, E. C. Burkness, P. D. Mitchell, R. D. Moon, T. W. Leslie, S. J. Fleischer, M. Abrahamson, K. L. Hamilton, K. L. Steffey, M. E. Gray, R. L. Hellmich, L. V. Kaster, T. E. Hunt, R. J. Wright, K. Pecinovsky, T. L. Rabaey, B. R. Flood, and E. S. Raun. Areawide Suppression of European Corn Borer with Bt Maize Reaps Savings to Non-Bt Maize Growers. Science, 2010; 330 (6001): 222-225 DOI: 10.1126/science.1190242

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.