Diposting Jumat, 8 Oktober 2010 jam 2:18 pm oleh Gun HS

Astronom Hubble Mengungkap Pemanasan Alam Semesta Awal

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 8 Oktober 2010 -


Jika Anda berpikir bahwa pemanasan global adalah buruk, 11 miliar tahun yang lalu seluruh alam semesta juga mengalami, well, pemanasan universal.

Konsekuensinya adalah, ledakan keras radiasi dari lubang hitam rakus menghambat pertumbuhan beberapa galaksi kecil selama bentangan 500 juta tahun.

Ini adalah kesimpulan dari sebuah tim astronom yang menggunakan kemampuan baru NASA Hubble Space Telescope untuk menyelidiki alam semesta yang jauh tak terlihat.

Dengan menggunakan instalan Cosmic Origins Spectrograph (COS) mereka telah mengidentifikasi sebuah era 11,7 hingga 11,3 miliar tahun yang lalu, ketika alam semesta melucuti elektron dari atom helium purba – yang disebut proses ionisasi. Proses ini memanaskan gas intergalaksi dan menghambatnya dari keruntuhan gravitasi untuk membentuk bintang generasi baru dalam beberapa galaksi kecil. Galaksi bermassa terendah bahkan tidak dapat menahan gas mereka, dan melarikan diri kembali ke angkasa intergalaksi.

Diagram ini melacak evolusi alam semesta dari big bang hingga saat ini. Tidak lama setelah big bang, cahaya dari bintang-bintang pertama membakar kabut hidrogen dingin dalam proses yang disebut ionisasi-ulang. Pada zaman berikutnya, quasar, inti lubang hitam dari galaksi aktif, memompa keluar sinar ultraviolet untuk mengionisasi-ulang helium purba. (Kredit: NASA, ESA, dan A. feild (STScI))

Michael Shull dari Universitas Colorado dan timnya mampu menemukan barisan penyerapan spektrum helium dalam sinar ultraviolet dari sebuah Quasar – inti brilian dari sebuah galaksi aktif. Suar quasar memancarkan cahaya melalui intervensi awan dari gas yang tak terlihat, seperti lampu yang bersinar melalui kabut. Sorotan sinar ini memungkinkan untuk penyelidikan sampel inti dari awan gas yang berada di antara galaksi di alam semesta awal.

Alam semesta melesat melalui gelombang panas awal lebih dari 13 miliar tahun lalu ketika energi dari bintang-bintang besar awal terionisasi hidrogen antar bintang dingin dari big bang. Zaman tersebut sebenarnya disebut ionisasi-ulang karena inti hidrogen pada awalnya dalam keadaan terionisasi setelah big bang.

Tapi Hubble menemukan bahwa itu akan membutuhkan waktu 2 milyar tahun lagi sebelum alam semesta menghasilkan sumber dari radiasi ultraviolet dengan energi yang cukup untuk melakukan pengangkatan dan mengionisasi-ulang helium primordial yang juga dimasak dalam big bang.

Radiasi ini tidak muncul dari bintang-bintang, melainkan dari quasar. Faktanya zaman ketika helium sedang terionisasi-ulang berkaitan dengan suatu masa peralihan dalam sejarah alam semesta ketika quasar sedang sangat melimpah.

Alam semesta adalah tempat yang kacau balau saat itu. Galaksi sering bertabrakan, dan ini memperbesar lubang hitam supermasif di inti galaksi dengan terserapnya gas. Lubang hitam secara brutal mengkonversi sejumlah energi gravitasi massa ini menjadi radiasi ultraviolet kuat yang akan membakar galaksi. Pemanasan helium intergalaksi ini mencapai 18.000 derajat hingga hampir 40.000 derajat Fahrenheit. Setelah helium diionisasi-ulang dalam alam semesta, gas intergalaksi sekali lagi mendingin dan galaksi kurcaci bisa melanjutkan perakitan normal. “Saya cukup membayangkan beberapa galaksi kurcaci lagi mungkin terbentuk jika ionisasi-ulang helium tidak terjadi,” kata Shull.

Sejauh ini Shull dan timnya hanya memiliki satu garis pandangan untuk mengukur transisi helium, tetapi tim sains COS berencana menggunakan Hubble untuk melihat arah lain, melihat apakah ionisasi-ulang helium seragam terjadi di seluruh alam semesta.

Hasil Tim sains akan diterbitkan dalam edisi 20 Oktober Journal Astrophysical.

Sumber: sciencedaily.com
Berita di atas berasal dari bahan-bahan yang disediakan oleh Space Telescope Science Institute.
Referensi Jurnal:
J. Michael Shull, Kevin France, Charles W. Danforth, Britton Smith, Jason Tumlinson. HST/COS Observations of the Quasar HE 2347–4342: Probing the Epoch of He II Patchy Reionization at Redshifts z = 2.4-2.9. The Astrophysical Journal, 2010; 722 (2): 1312 DOI: 10.1088/0004-637X/722/2/1312

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.