Diposting Minggu, 3 Oktober 2010 jam 7:25 pm oleh The X

Vesiculovirus

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 3 Oktober 2010 -


VSV dapat menginfeksi sejumlah  besar hewan (termasuk manusia) dan burung; inang alamiah utama tampaknya adalah kuda, sapi dan babi. Virus ini dapat bereplikasi dengan cepat dalam banyak tipe sel terbiakkan. Genom RNA (MWt sekitar 3.6 – 4.2 juta) memuat 5 gen secara tandem dan sebuah barisan pemimpin dengan 47 nukleotida: 3’-pemimpin-N-NS-M-G-L-5’. Nukleokapsid protein RNA-N berfungsi sebagai cetakan transkripsi; ia berasosiasi dengan protein L (yang tampaknya adalah transkriptase) dan protein NS (yang berfungsi dalam pengendalian transkripsional).

Transkripsi terjadi secara linier dan sekuensial dari ujung 3’ membuat sebuah transkrip barisan pemimpin dan 5 mRNA monositronik. mRNA semuanya bertudung dan terpoliadenilasi. Tampaknya bertanggung jawab untuk penghambatan (pemadaman) DNA, RNA dan sintesis protein sel inang yang menjadi ciri infeksi VSV.

Namun, sintesis protein inang tampaknya juga diperlukan untuk penghambatan sintesis RNA inang – mungkin menunjukkan kalau penghambat aktifnya adalah sebuah kompleks nukleoprotein yang memuat transkrip RNA pemimpin.

Vesiculer Stomatitis Virus (VSV)

Nukleokapsid VSV di sintesis dalam sitoplasma; pertunasan terjadi terutama lewat selaput plasma.

Virion Vesikulovirus

Referensi

1. Poirot MK, Schnitzlein WM, Reichmann ME. The requirement of protein synthesis for VSV inhibition of host cell RNA synthesis. Virology. 1985 Jan 15;140(1):91–101.

2. Banerjee AK. The transcription complex of vesicular stomatitis virus. Cell. 1987 Feb 13;48(3):363–364.

3.   Paul Singleton and Diana Sainsbury. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology, Third Edition. John Wiley & Sons Ltd

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.