Diposting Sabtu, 2 Oktober 2010 jam 2:31 am oleh The X

Toleransi imunologis

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 2 Oktober 2010 -


Antigen yang tidak berkaitan dapat memberikan respon normal pada individual yang sama. Toleransi dapat bersifat total (yaitu tanpa respon pada antigen yang dapat terdeteksi) atau dapat melibatkan kegagalan menghasilkan antibodi kelas tertentu atau tipe respon imun tertentu.

Kegagalan bereaksi secara normal pada antigen tertentu dapat bermanfaat karena reaksi hipersensitivitas yang berbahaya dapat dihindari.

Keluasan, durasi dan tipe toleransi yang diperoleh dipengaruhi oleh ukuran dosis antigen yang menginduksi (toleragen), sifat antigen, rute respon, dan kondisi kedewasaan imunologis individual saat toleransi terinduksi; induksi toleransi dihambat oleh kimiawi dan dibantu oleh kompetisi antigenik dan imunosupresi non spesifik.

Biasanya antigen tergantung timus (misalnya protein) dapat menghasilkan toleransi saat diberikan dalam dosis lebih tinggi dari pada dosis imunisasi normal (toleransi zona tinggi) atau kurang dari dosis imunisasi normal (toleransi zona rendah); pada toleransi zona tinggi, baik klon sel B dan sel T menjadi tidak responsif (delesi klonal), sementara pada toleransi zona rendah, hanya klon sel T pembantu yang tidak responsif. Antigen yang mandiri dari timus biasanya hanya menginduksi toleransi zona tinggi. Akses langsung antigen pada sistem pencernaan membantu induksi toleransi. Secara umum, toleransi pada antigen tertentu lebih siap di induksi pada janin atau bayi baru lahir daripada dewasa, dan dalam subjek rentan daripada yang kebal.

Durasi toleransi dapat diperluas dengan pemberian antigen berulang.

Mekanisme induksi toleransi ada banyak, termasuk penguatan penekan aktivitas sel T, dan berbagai tipe toleransi dapat melibatkan banyak mekanisme.

Paparan pada limfosit B yang belum dewasa pada antigen tertentu atau pada anti-Ig membuatnya tidak responsif (tidak mampu mengeluarkan antibodi) saat terpaparkan pada antigen tertentu (aborsi klonal); hal ini memberikan alasan mengapa toleransi dapat di induksi lebih mudah pada janin atau bayi baru lahir daripada dewasa.

Referensi

Paul Singleton and Diana Sainsbury. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology, Third Edition. John Wiley & Sons Ltd.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.