Diposting Sabtu, 2 Oktober 2010 jam 1:08 am oleh The X

Erwinia

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 2 Oktober 2010 -


Pertumbuhan terjadi misalnya pada agar nutrisi atau agar YGC; suhu optimum : 27–30°C. Asam (sedikit atau tanpa gas) diproduksi dari glukosa, fruktosa, galaktosa, sukrosa dan beta metilglukosida. GC%: 50–58. Spesies tipe: E. amylovora.

Erwinia spp muncul sebagai saprotrof atau patogen pada atau di dalam tanaman; sebagian juga hidup pada serangga, dan beberapa strain merupakan patogen oportunistik pada manusia dan hewan.

Genus ini umumnya terbagi menjadi tiga kelompok:

a.         Kelompok Amylovora yang memuat spesies seperti E. amylovora, yang memerlukan nitrogen organik untuk pertumbuhan dan menyebabkan penyakit wilt pembuluh atau nekrotik kering pada tanaman.

b.        Kelompok Carotovora (kadang dipandang sebagai genus terpisah, Pectobacterium) memuat spesies yang sangat pektinolitik (seperti E. carotovora) yang mereduksi nitrat menjadi nitrit dan menyebabkan busuk lembut pada tanaman.

c.        Kelompok Herbicola yang memuat spesies (seperti E. herbicola) yang tipikalnya membentuk pigmen kuning (karotenoid) dan tidak secara normal bersifat patogen

Media selektif untuk mendeteksi Erwinia amylovora

Contoh-contoh spesies

E. amylovora.

Non pektinolitik. Menyebabkan fireblight. Koloni pada agar nutrien sukrosa bersifat mukoid (karena produksi levan). Pertumbuhan anaerobik lemah.  E. amylovora mentransfer protein virus ke sel target dengan sistem pembuangan protein tipe III; telah ditunjukkan kalau protein yang disekresikan diarahkan sepanjang rakitan pilus Hrp yang terbentuk antara patogen dan sel target eukariotik.

E. carotovora.

Pektinolitik. Subspesies atroseptica menyebabkan blackleg pada tanaman kentang dan busuk umbi pada umbi kentang. Subspesies carotovora menyebabkan busuk lembut dalam sejumlah tanaman. Subspesies betavasculorum menyebabkan busuk lembut pada bit gula.

E. chrysanthemi.

Pektinolitik. Menyebabkan wilt pembuluh dalam sejumlah tanaman. Beberapa strain menghasilkan pigmen bipiridil biru, indigoidin, pada agar YGC.

E. herbicola.

Umumnya saprotrof pada permukaan tanaman darat; beberapa strain dapat memfiksasi nitrogen. Dapat menginvasi lesi tanaman secara sekunder. Beberapa strain dapat menyebabkan formasi gall. Strain tertentu merupakan parasit atau patogen oportunis pada manusia dan hewan; strain demikian dipandang oleh ahli mikrobiologi klinis sebagai Enterobacter agglomerans.

E. nigrifluens.

Menyebabkan nekrosis kulit batang pada kacang persia  (Juglans regia).

E. rhapontici.

Menyebabkan busuk pucuk pada rhubarb (Rheum rhaponticum) dan bulir pink pada gandum; ia juga dapat tumbuh secara saprotrofik pada lesi tanaman. Sebuah pigmen pink yang dapat terserap terbentuk pada agar pepton-sukrosa.

E. rubrifaciens.

Pektinolitik. Menyebabkan nekrosis floem (kanker kulit kayu) pada kacang persia (Juglans regia). Sebuah pigmen pink diproduksi pada agar YGC.

E. salicis.

Pektinolitik. Menyebabkan penyakit tanda air pada willow (Salix spp). Menghasilkan pigmen kuning pada jaringan kentang ber autoklaf.

E. stewartii.

Non motil. Menyebabkan wilt pembuluh pada jagung (Zea mays); pada musim dingin hidup pada kumbang kutu Chaetocnema pulicaria.

E. tracheiphila.

Menyebabkan wilt pembuluh pada Cucurbita spp; sepanjang musim dingin hidup pada kumbang ketimun  (Diabrotica spp).

E. uredovora.

Parasit pada uredia dan uredospora Puccinia graminis. Menghasilkan pigmen kuning pada agar nutrien.

Spesies lainnya :

E. ananas (penyebab busuk nanas), E. cypripedii, E. mallotivora, E. quercina.

Erwinia carotovora

Referensi

1. Encyclopaedia Britannica. 2010. Erwinia

2. Don J. Brenner, G. Richard Fanning, Jean K. Leete Knutson, Arnold G. Steigerwalt, and Micah I. Krichevsky. Attempts to Classify Herbicola Group-Enterobacter agglomerans Strains by Deoxyribonucleic Acid Hybridization and Phenotypic Tests Int J Syst Bacteriol 1984 34: 45-55

3. Christina B. Wegener. 2002. Induction of defence responses against Erwinia soft rot by an endogenous pectate lyase in potatoes. Physiological and Molecular Plant Pathology. Volume 60, Issue 2, February 2002, Pages 91-100

4. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology, Third Edition Paul Singleton and Diana Sainsbury, 2006 John Wiley & Sons

5. Jin, Q., W. Hu, I. Brown, G. McGhee, P. Hart, A. L. Jones, and S. Y. He. 2001. Visualization of the secreted Hrp and Avr proteins along the Hrp pilus during type III secretion in Erwinia amylovora and Pseudomonas syringae. Mol. Microbiol. 40:1129-1139.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.