Diposting Sabtu, 2 Oktober 2010 jam 1:28 pm oleh Gun HS

Arkeolog Memberikan Penerangan Baru Tentang Adaptasi dari Nenek Moyang Manusia Modern

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 2 Oktober 2010 -


Para arkeolog telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa manusia purba telah menerjang suhu dingin untuk menduduki dataran tinggi di Papua New Guinea demi mencari makanan 50.000 tahun yang lalu.

Bekerja di lima situs arkeologi sekitar 2.000 meter (6.500 kaki) di atas permukaan laut, para peneliti dari Papua New Guinea, Australia dan Selandia Baru menemukan kulit biji yang hangus dari pohon pandan, dan peralatan batu di mana melalui penanggalan radioisotop menunjukkan sudah ada pada 50.000 tahun yang lalu.

“Ini adalah bukti pertama orang berada di dataran tinggi pada awal masanya,” kata profesor antropologi, Glenn Summerhayes, dari Universitas Otago di Selandia Baru.

Para ahli telah lama mengasumsikan bahwa manusia paling awal meninggalkan Afrika dan kemudian bergerak di sepanjang daerah pesisir hangat untuk menempati seluruh planet ini, tapi Summerhayes mengatakan temuan mereka menunjukkan bahwa itu belum tentu demikian.

“Ini kesaksian pada manusia yang mampu beradaptasi.  Kami berasumsi (sebelumnya) bahwa manusia modern awal adalah konservatif, beradaptasi dengan iklim pantai yang lebih hangat dan ini memungkinkan mereka menyebar di seluruh planet ini dengan cukup cepat,” kata Summerhayes, penulis utama dari makalah yang diterbitkan dalam edisi Jumat jurnal Science.

Well, di sini kami memiliki bukti bahwa mereka benar-benar cukup beradaptasi, bergerak sampai ke lingkungan yang tinggi untuk mencari pandan, yang berarti mereka memiliki pengetahuan tentang penggunaan tanaman sebelumnya,” katanya dalam sebuah wawancara telepon.

Pohon menghasilkan daun pandan yang berguna dan buah mirip-nanas. Para peneliti juga menemukan butir pati dari ubi, yang mereka percaya mungkin dikumpulkan dari situs alam saat mereka tumbuh di dataran rendah yang hangat.

Para pemukim awal membersihkan lahan di dataran tinggi untuk membudidayakan tanaman tersebut, kata Summerhayes. Kapak-kapak batu yang ditemukan kemungkinan besar digunakan untuk memotong vegetasi dan membuka lahan di hutan untuk membiarkan sinar matahari masuk dan untuk makanan dan tanaman berguna lainnya.

Suhu pada ketinggian mencapai 68 derajat Fahrenheit (20 derajat Celcius) di bagian terpanas di siang hari dan turun ke titik beku pada malam hari.

“Mereka harus mengenakan semacam pakaian. Jika Anda tidak memiliki pakaian di atas sana, Anda akan mati karena hipotermia,” katanya.

Kolonialisasi awal memerlukan dua perlintasan air dari Asia Tenggara ke Sahul, yang merupakan daratan tunggal yang terdiri dari Australia, Papua New Guinea dan Tasmania sebelum terpisah 10.000 tahun yang lalu.

“Ini tidak terjadi dalam satu atau dua tahun tapi selama satu periode waktu. Saya pikir sudah ada teknologi manusia sehingga mereka bisa membuat perjalanan berulang di selat laut, namun sifat dari pelayaran atau kerajinan laut saya tidak tahu ,” kata Summerhayes.

Sumber: msnbc.msn.com

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.