Diposting Rabu, 29 September 2010 jam 2:29 am oleh Gun HS

Fosil Keluarga Bunga Matahari Ditemukan di Amerika Selatan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 29 September 2010 -


Peneliti Dr Viviana Barreda beserta koleganya dari Museum Ilmu Pengetahuan Nasional Argentina di Buenos Aires telah menemukan fosil sempurna dari dua wilayah berbunga di barat-utara Pategonia, dalam bebatuan di sepanjang sungai Picheleufu di tempat yang sekarang adalah Argentina utara-barat. Dan berdasarkan penanggalan, fosil tersebut berusia 47,5 juta tahun. Pada masa itu daerah ini merupakan wilayah sub-tropis, dengan suhu rata-rata sekitar 19°C.

“Itu berarti keluarga tersebut tidak muda daripada yang ini; itu bisa lebih tua lagi,” kata Jorge Crisci, seorang ahli botani di Museum La Plata di La Plata, Argentina, dan salah satu penulis studi tersebut. “Ini dapat membantu kita menemukan kunci keberhasilan keluarga tersebut.”

Fosil Asteraceae sangat jarang sekali dan yang paling sering ditemukan hanya berupa serbuk sari fosil, tetapi fosil Patagonian ini memiliki fitur yang melengkapi dua bunga, dengan biji bersayap, kelopak dan batang.

Fosil bunga yang relatif dengan bunga aster purba menunjukkan bahwa kelompok tanaman ini berbunga pada 50 juta tahun yang lalu. (Kredit: Science, DOI:10.1126/science.1193108)

Fitur yang paling mencolok dari fosil tersebut, yang menyerupai lukisan bunga matahari karya pelukis Belanda abad ke-19 Van Gogh, adalah kepala bunga padat (kapitulum) seperti yang terdapat pada bagian tengah bunga matahari dan yang memberikan daya tarik kuat bagi para penyerbuk.

Menurut Barreda, temuan dan penanggalan dari fosil tersebut menunjukkan bahwa nenek moyang dari Asteraceae mungkin berasal dari Gondwana selatan, di wilayah yang sekarang merupakan bagian dari Amerika Selatan, sebelum penyebarannya terhambat di dataran super benua besar. Ini sudah diduga bahwa keluarga aster berasal dari satu nenek moyang dari keluarga Asteraceae, Goodeniaceae dan Calyceracea di Antartika yang dulunya beriklim tropis, bermigrasi ke Australia dan Amerika Selatan sebagaimana Antartika mendingin. Kemudian, antara 56 dan 23 juta tahun yang lalu, nenek moyang yang sama di Amerika Selatan ini bercabang ke Asteraceae dan Calyceraceae. Temuan baru memberikan konfirmasi untuk hipotesis ini.

Dr Tod Stuessy, seorang ahli botani dengan Universitas Wina, yang menulis artikel pada makalah Barreda, mengatakan bahwa fosil itu bukti yang jelas tentang keberadaan keluarga bunga matahari pada tahap awal diversifikasi.

Stuessy mengatakan, ada sedikit yang diketahui tentang asal-usul dari keluarga bunga matahari dan ada banyak yang masih dipelajari tentang evolusi dan bagaimana ia memenuhi sisa planet ini dengan begitu cepat atau bagaimana anggota keluarga menjadi begitu “sangat beragam”.

Keluarga Asteraceae adalah keluarga tanaman bunga yang paling beragam, dan di antara para anggotanya termasuk bunga matahari, aster, krisan, selada, serta dandelion. Keluarganya meliputi 20-30.000 spesies, dan perwakilannya ditemukan di setiap benua, kecuali Antartika.

Makalah dan artikel yang menjelaskan hasil dari dua tahun kerja pada fosil ini diterbitkan dalam jurnal Science.

Sumber:
physorg.com
nytimes.com
Informasi lebih lanjut: Eocene Patagonia Fossils of the Daisy Family, V. D. Barreda, Science 24 September 2010: Vol. 329. no. 5999, p. 1621. DOI:10.1126/science.1193108

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.