Diposting Selasa, 28 September 2010 jam 5:51 am oleh The X

Mikoriza

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 28 September 2010 -


Jamur mendapatkan karbohidrat langsung dan tetap dari tanaman, sementara tanaman mendapatkan perlindungan dan tambahan nutrisi, terutama fosfat. Akar tanaman sendiri sering tidak mampu mengambil ion fosfat yang mengalami demineralisasi, misalnya dalam tanah dengan pH dasar. Miselium dari jamur mikoriza dapat mengakses sumber fosfat ini dan membuatnya tersedia bagi tanaman yang mereka koloni. Tanaman yang memiliki mikoriza sering pula lebih tahan penyakit, seperti yang disebabkan patogen tanah mikrobial dan juga lebih tahan terhadap dampak kekeringan. Tanaman yang tumbuh di tanah yang steril dan media pertumbuhan steril sering berkinerja buruk tanpa tambahan spora atau hifa jamur mikoriza untuk mengkoloni akar tanaman dan membantu pengasupan nutrisi mineral tanah.

Tidak heran jika Mikoriza muncul pada 80% spesies tanaman, termasuk spesies berpembuluh dan beberapa spesies yang tidak berpembuluh (misalnya liverwort). Jamur yang terlibat (misalnya basidiomycetes, ascomycetes atau deuteromycetes) selalu berasosiasi dengan korteks utama akar, dan banyak tampaknya tidak pernah hidup sebagai saportrof yang bebas. Formasi mikoriza meningkatkan asupan nutrisi tanaman inang; nutrien tampaknya diserap oleh hifa (yang dapat menjulur jauh dari akar) dan dikirim balik ke akar untuk dilepaskan ke jaringan inang. Formasi mikoriza paling banyak dan paling efektif di tanah miskin nutrisi, dan dapat dikurangi atau dibuang dengan pupuk tanah. Ada tiga jenis mikoriza.

Potongan melintang akar poplar menunjukkan jamur laccaria yang berwarna hijau terang

Ektomikoriza

Disebut juga mikoriza ektotrofik. Ia umumnya muncul di pohon hutan sedang; jamur yang terlibat antara lain basidiomycetes (misalnya agarics, boletes), ascomycetes (misalnya. Tuber spp) dan zygomycetes (Endogone). Sebuah pohon bisa dihinggapi lebih dari satu jamur. Pada ektomikoriza, hifa jamur muncul di permukaan akar dan dapat masuk ke antara sel-sel kortikal di akar, namun sel kortikalnya sendiri tidak dimasuki. Biasanya akar inang menjadi sepenuhnya tertutupi oleh selimut jaringan jamur pseudoparenkim; hifa dari selimut ini dapat menerobos tanah di sekitar akar dan juga masuk ke antara sel kortikal akar untuk melingkupi sel-sel kortikal individual dalam sebuah jaringan hifa yang disebut jaringan Hartig. Akar yang diselimuti ektomikoriza berbeda dengan akar yang tidak diselimuti: misalnya ia tidak memiliki rambut akar dan tudung akar; ia lebih tebal daripada akar biasa dan warnanya juga bisa berbeda; percabangan akar juga bisa berbeda dan lebih banyak – misalnya secara menjari seperti pada Fagus spp) atau menyirip (seperti pada Pinus spp) – atau bahkan tidak sama sekali (seperti pada Quercus spp). Dalam kasus tertentu, ektomikoriza dapat membentuk nodul (tuberkel), masing-masing terdiri dari massa padat bulat akar mikoriza.

Jamur ektomikoriza tampaknya hanya memiliki sedikit atau tidak sama sekali, kemampuan menggunakan karbohidrat kompleks (misalnya selulosa); mereka mendapatkan gula sederhana (seperti glukosa, fruktosa, sukrosa) dari tanaman dan menyimpannya (misalnya sebagai mannitol, trehalosa atau glikogen) dalam selimut.

Manfaat yang diperoleh tanaman selain peningkatan asupan nutrisi (terutama fosfat) adalah peningkatan perlindungan dari kuman berbahaya (patogen) – misalnya jamur di selimutnya dapat menghasilkan antibiotik atau selimutnya yang berfungsi sebagai benteng mekanik bagi infeksi.

Banyak jamur ektomikoriza menghasilkan fitohormon, namun manfaatnya bagi tanaman masih belum diketahui. Dalam kasus tertentu, sebuah asosiasi mikoriza tampak mendasar bagi perkembangan normal tanaman (misalnya pada beberapa jenis Pinus spp).

Mikoriza arbuskular pada akar tanaman gandum

Endomikoriza

Atau disebut juga mikoriza endotrofik. Ia melibatkan perkembangan jamur di dalam sel korteks akar; biasanya sedikit atau tidak ada perubahan dalam morfologi akar, dan selimut jamur luar biasanya tidak terbentuk. Biasanya, hifa jamur memasuki sel kortikal di akar dan berkembang secara intrasel; akibatnya, hifa ini dicerna oleh sel akar, menyisakan simpul bahan dinding hifa yang tidak dapat dicerna di dalam sel. Saat akar tumbuh, jamur menginvasi sel baru dibalik meristem akar; akibatnya keseimbangan terbangun antara invasi jamur ke tanaman dan pencernaan tanaman pada jamur.

Ada tiga tipe endomikoriza

1.        Tipe vesikular arbuskular (VA), ditemukan dalam sejumlah besar tanaman, dimana hifa jamur (aseptat) menyebar lewat korteks utama dari akar dan memasuki sel kortikal. Haustorium karakteristik yang terbagi-bagi (arbuskula) terbentuk, dan baik hifa intraseluler maupun ekstraseluler biasanya mengembangkan perut terminal atau interkalar yang bulat dan kaya lemak (vesikel). Jamur mikoriza VA merupakan anggota genus Acaulospora, Gigaspora, Glomus dan Sclerocystis (semua sebelumnya adalah Endogone spp); mereka belum lagi tumbuh dalam kultur murni. Mikoriza VA meningkatkan asupan nutrisi (terutama fosfat) bagi tanaman inang. Tipe ini adalah tipe paling purba dan paling banyak dalam kerajaan tanaman.

2.        Tipe ericoid, ditemukan dalam anggota famili Ericaceae, dimana jamur mengkoloni akar terminal halus dari tanaman inang dan membentuk spiral atau loop di dalam sel inang. Jamur yang terlibat semuanya anggota atau dekat kekerabatannya dengan spesies Pezizella ericae.

3.        Tipe anggrek, ditemukan dalam janin dan akar anggota Orchidaceae, dimana jamur memasuki sel inang dan membentuk spiral hifa intrasel. Semua jamur mikoriza anggrek yang diketahui juga merupakan saprotrof tanah normal atau parasit tanaman lain; mereka biasanya basidiomycetes (misalnya Armillaria, Ceratobasidium, Marasmius, Thanatephorus, Tulasnella). Asosiasi mikoriza tampaknya mendasar bagi sang anggrek – paling tidak untuk pemekaran dan pertumbuhan benih; benih anggrek sangat kecil dan punya sedikit atau bahkan tidak sama sekali, persediaan makanan, sehingga (dalam kondisi alami) nutrisi harus dipasok oleh jamur yang menginvasi agar pemekaran terjadi. Anggrek saprotrof tergantung pada jamur mikoriza seumur hidupnya, berasosiasi dengan jamur (misalnya Armillaria mellea) yang dapat meluruhkan substrat seperti selulosa dan pektin menjadi senyawa sederhana yang dapat di asimilasi anggrek. Anggrek hijau umumnya berasosiasi dengan Rhizoctonia (Thanatephorus) spp, namun dapat kehilangan jamur mikorizanya saat dewasa

Akar Asarum canadense dan jamur mikoriza

Ektendomikoriza

Disebut juga mikoriza ektendotrofik. Ia adalah bentuk transisi antara mikoriza ekto dan endo; selimut jamur terorganisasi terbentuk dan penetrasi inter dan intraseluler di korteks akar juga terjadi. Tipe mikoriza ini terbentuk hanya pada sejumlah kecil tanaman, termasuk anggota tertentu Ericaceae – misalnya Monotropa (sebuah genus tanaman herba aklorofil) dan Arbutus – dan benih konifer jenis tertentu. Jamur yang terlibat tampaknya dari jenis basidiomycetes; beberapa jamur yang membentuk ektendomikoriza di tanaman Arbutae dan Monotropaceae dapat membentuk ektomikoriza di tanaman lain.

Ektomikoriza pada tanaman Beech

Referensi

1. Planet Earth Online, 3 July 2009. Root fungi turn rock into soil

2. Harrison MJ (2005). “Signaling in the arbuscular mycorrhizal symbiosis”. Annu Rev Microbiol. 59: 19–42.

3. INRA. 2008. MycorWiki

4. Li H, Smith SE, Holloway RE, Zhu Y, Smith FA. (2006). “Arbuscular mycorrhizal fungi contribute to phosphorus uptake by wheat grown in a phosphorus-fixing soil even in the absence of positive growth responses.”. New Phytol. 172 (3): 536–543.

5. MYCORHIZES 2010. International Mycorrhiza Society

6. Fred T. Davies. 2010. Mycorrhizal Effects on Host Plant Physiology

7. Tarja Lehto. 1992. Mycorrhizas and Drought Resistance of Picea sitchensis (Bong.) Carr. I. In Conditions of Nutrient Deficiency New Phytologist Vol. 122, No. 4 (Dec., 1992), pp. 661-668

8. Mark Brundrett, 2008 Mycorrhizal Associations: The Web Resource

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.