Fisika Kuantum: Citarasa Entanglement
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Selasa, 28 September 2010 - "Aksi seram di kejauhan". Penggandengan aneh ini bisa menghubungkan partikel-partikel, bahkan jika mereka berada pada sisi yang berlawanan dari galaksi.
Keterkaitan (entanglement) objek-objek kuantum dapat mengambil bentuk yang mengejutkan. Fisika kuantum di Universitas Innsbruck telah meneliti beberapa citarasa keterkaitan di empat ion yang terjebak dan melaporkan hasilnya dalam jurnal Nature Physics. Studi mereka mempromosikan perkembangan lebih lanjut terhadap komputasi kuantum dan pemahaman yang lebih dalam tentang dasar-dasar mekanika kuantum.
Entanglement merupakan sifat menarik yang menghubungkan sistem kuantum. Albert Einstein menyebutnya “aksi seram di kejauhan”. Penggandengan aneh ini bisa menghubungkan partikel-partikel, bahkan jika mereka berada pada sisi yang berlawanan dari galaksi. Kekuatan koneksi mereka berada di belakang komputer kuantum menjanjikan, mesin impian yang mampu melakukan komputasi secara cepat dan efisien.
Tim dipimpin oleh Rainer Blatt dari Institut Fisika Eksperimental Universitas Innsbruck, yang telah bekerja sangat berhasil menuju perwujudan sebuah komputer kuantum. Dalam studi terbaru mereka, para fisikawan ini mengekspos empat ion terkait terhadap lingkungan yang bising.
“Pada awalnya ion menunjukkan koneksi yang sangat kuat,” kata Julio Barreiro. “Ketika terkena lingkungan yang mengganggu, ion memulai perjalanan ke dunia klasik. Dalam perjalanan ini, keterkaitan mereka menunjukkan berbagai citarasa atau sifat.” Hasil mereka jauh melampaui apa yang sebelumnya diselidiki dengan dua partikel terkait sejak empat partikel dapat dihubungkan dengan cara yang lebih banyak. Investigasi ini membentuk sebuah dasar penting bagi pemahaman tentang keterkaitan di bawah kehadiran gangguan lingkungan dan batas antara dunia kuantum dan klasik yang berbeda. Karya kini telah diterbitkan dalam jurnal Nature Physics.
Sebagai bagian dari studi mereka, para ilmuwan Innsbruck telah mengembangkan alat teoretis baru untuk mendeskripsikan keadaan terkait dan teknik eksperimen baru untuk pengendalian partikel dan lingkungan mereka. Dampak tinggi penelitian mereka dimungkinkan berkat dukungan dari Dana Sains Austria FWF, Komisi Eropa dan industri Tyrolean.
Sumber: sciencedaily.com
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah
