Diposting Senin, 27 September 2010 jam 1:19 pm oleh Gun HS

Tehnologi Spektroskopi Raman: Lebih Efektif dan Efisien daripada Sinar-X

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 27 September 2010 -


Perangkat portable sinar laser tanpa rasa sakit segera bisa menggantikan sinar-X sebagai cara yang non-invasif untuk mendiagnosis penyakit.

Para peneliti mengatakan, teknik ini bisa tersedia secara meluas sekitar lima tahun ke depan.

Metode ini, yang disebut spektroskopi Raman, bisa membantu mengenali tanda-tanda awal kanker payudara, kerusakan gigi dan osteoporosis.

Para ilmuwan yakin teknologi ini akan membuat diagnosis penyakit menjadi lebih cepat, lebih murah dan lebih akurat.

Spektroskopi Raman merupakan pengukuran intensitas dan riak-gelombang cahaya yang tersebar dari molekul.

Ini telah digunakan dalam industri kimia dan farmasi. Sebagai contoh, laser Raman digunakan untuk mengukur karakteristik api. Dengan mempelajari bagaimana minyak membakar, pencemaran dari hasil pembakaran dapat diminimalisasi.

Michael Morris, seorang profesor kimia di Universitas Michigan, AS, telah menggunakan Raman selama beberapa tahun terakhir untuk mempelajari tulang manusia.

Sejauh ini, dia bekerja di ruang mayat, tapi ia mengatakan bahwa Raman bisa terbukti efektif pada pasien hidup.

Spektroskopi Raman digunakan dalam industri kimia dan farmasi.

“Anda bisa mengganti banyak prosedur, banyak diagnosa yang berada di luar sana saat ini. Keuntungan besarnya adalah kelebihan non-invasif-nya yang cukup cepat – jauh lebih cepat dari prosedur klasik – dan lebih akurat,” katanya kepada BBC News.

Ketika seseorang sakit, atau kira-kira akan menjadi sakit, campuran bahan kimia dalam jaringan orang itu cukup berbeda dari jaringan orang yang sehat, kata para ilmuwan. Jadi perubahan spektrum Raman tergantung pada analisanya terhadap jaringan, Profesor Morris menjelaskan.

“Raman memberi Anda sidik jari molekul, komposisi apa pun yang terukur pada Anda,” katanya.

“Di keadaan yang sakit, komposisi kimia menjadi sedikit abnormal atau bahkan sangat tidak normal, tergantung pada penyakitnya.”

Non-invasif

Diagnosa bisa dilakukan dalam hitungan menit dan tanpa perlu sinar-X.

“Seorang pasien hanya menempatkan pergelangan tangannya di atas meja dan kemudian serat optik yang kami miliki memberikan cahaya laser … terhubung ke sebuah penahan, semacam gelang yang terbuat dari silikon, yang diikat pada pergelangan tangan pasien,” jelas Profesor Morris.

“Kami menghidupkan laser dan setelah kami mengumpulkan cukup sinyal dalam beberapa menit, kami mematikannya. Pada prinsipnya, itu hanya memakan waktu beberapa detik untuk menginterpretasikan hasilnya.”

Selain penyakit tulang, alat ini juga terbukti efektif mendeteksi kerusakan gigi awal, kata para peneliti.

Dan membuat luka untuk sampel darah mungkin menjadi tidak perlu dalam beberapa kasus. Sebagai contoh, untuk menentukan tingkat kolesterol, hanya perlu mengarahkan titik laser “di mana Anda akan melihat sampel darah pada lekukan lengan, di mana pembuluh darah sangat dekat dengan kulit,” kata Morris.

Spektrometer Raman dipercaya nantinya bisa menjadi alternatif untuk teknik mamografi.

Aplikasi-aplikasi baru

Aplikasi lain bisa menggunakan Raman sebagai alternatif non-invasif ke tipikal mamografi  – sebuah proses yang menggunakan sinar-X dosis rendah pada layar pasien untuk tanda-tanda kanker payudara.

Laser akan “melihat” ke dalam jaringan dan menghasilkan spektrum yang berbeda – sebuah distribusi warna mencerminkan perbedaan dalam sifat-sifat jaringan. Ini dapat mengungkapkan apakah itu tumor jinak atau ganas, tergantung pada perubahan karakteristik dalam struktur protein dan jumlah relatif protein, lipid dan asam nukleat dalam jaringan.

Para peneliti Inggris di Laboraturium Rutherford Appleton  di Didcot dan di Rumah Sakit Gloucestershire Royal telah menggunakan analisis Raman untuk kalsifikasi pada jaringan payudara yang mungkin menjadi tanda-tanda awal kanker.

“Kita bisa menargetkan kalsifikasi-kalsifikasi tersebut dan membuat keputusan tentang apakah mereka jinak atau ganas,” kata Nicholas Stone, kepala unit penelitian biophotonik di Rumah Sakit Gloucestershire Royal, mengatakan pada majalah Chemical and Engineering News.

“Jika tumornya ganas, atau sepertinya ganas, Anda perlu kembali untuk biopsi. Jika mereka jinak, yang 80 sampai 90% dari kasus yang ada, Anda tidak perlu datang kembali untuk biopsi.”

“Di Inggris saja, itu akan menghemat sekitar 80.000 pasien dari prosedur sekunder.”

Sumber: bbc.co.uk

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.