Diposting Senin, 27 September 2010 jam 4:05 pm oleh The X

Para ilmuan meraih informasi baru dari bakteri remis penyebab penyakit

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 27 September 2010 -


Dr. Kim Orth, profesor biologi molekuler dari UT Tenggara mengatakan penelitian terbaru pada bakteri samudera membawa pada petunjuk baru pada bagaimana ia menyebabkan penyakit pada manusia sementara juga memberikan alat ilmiah baru untuk mempelajari biologi sel umum di laboratorium. Dr Orth adalah penulis senior studi ini, yang tampil dalam edisi online jurnal Science tanggal 19 Agustus.

Dr. Orth dan timnya menemukan kalau molekul bakteri VPA0450 mencongkel sekelompok atom fosfat dari molekul besar dalam sel inang yang penting untuk menopang tubuh sel. Tanpa fosfat tersebut, selaput sel inang runtuh. Sel kehilangan ketegarannya dan musnah saat di infeksi.

vibrio parahaemolyticus adalah bakteri dalam famili penyebab kolera

“Dari sudut pandang mikrobiologi, memahami bagaimana VPA0450 memanipulasi sebuah sel inang penting untuk memahami bagaimana V.para menyebabkan penyakit,” kata Chris Broberg, mahasiswa pascasarjana mikrobiologi molekuler UT Tenggara dan penulis utama studi ini.

Dr Orth dan koleganya sebelumnya telah menemukan dua protein Vibrio lainnya yang disebut VopQ dan VopS, yang juga menyerang sel inang lewat mekanisme terpisah. Ia mengatakan penemuannya memaksa gagasan bahwa V.para membunuh sel inangnya lewat usaha kombinasi dari beberapa protein efektor yang bahu membahu bukannya lewat tindakan satu protein semata.

“Untuk memahami penyakit menular dengan sebab bakteri ini, kami perlu mengkarakterisasi setiap usaha efektor lalu menentukan bagaimana mereka bekerja sama,” kata Dr Orth. “Paper kami menambah dekat kami pada tercapainya tujuan ini.

“Fakta kalau studi penting ini dipimpin oleh salah satu mahasiswa pascasarjana kami menunjukkan keberhasilan model pelatihan ilmuan muda UT Tenggara.”

Sebagian besar orang terinfeksi V.para dan menderita gastroenteritis dengan memakan kerang-kerangan mentah atau kurang matang, khususnya remis, menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Organisme ini juga dapat menyebabkan infeksi kulit saat luka terbuka terpaparkan pada air laut yang hangat.

Penelitian Dr Orth pada protein V.para memiliki penerapan di bidang lain biologi sel. Fosfat khusus yang dibuang VPA0450 juga penting bagi protein sel inang lainnya yang mengendalikan sinyal komunikasi tertentu dan antara sinyal sel terkait pada bagaimana sel tumbuh dan bergerak, dan juga bagaimana mereka mempertahankan integritas strukturnya. Karenanya, mengeksploitasi kemampuan unik VPA0450 dapat menjadi alat penelitian yang berguna.

“Para ilmuan memiliki kemampuan memanipulasi banyak jalan pensinyalan sel,” kata Dr Orth. “VPA0450 dapat digunakan sebagai alat berharga untuk memisahkan fosfat kunci ini untuk mengubah sinyal selaput dalam sistem model sel, yang kemudian memungkinkan kita mempelajari jalan ini lebih detail.”

Kultur Campuran Spesies Vibrio dari Sampel Remis

Peneliti UT Tenggara lainnya dalam studi ini adalah Dr. Lingling Zhang, peneliti pasca doktoral biologi molekuler; Herman Gonzales, teknisi penelitian; dan Michelle Laskowski-Arce, peneliti pasca doktoral.

Penelitian ini dibiayai oleh Lembaga Kesehatan Nasional, Pembiayaan Burroughs Wellcome Fund dan Yayasan Welch

Diterjemahkan dari Sciencedaily

Referensi silang

1.      Christopher A. Broberg, Lingling Zhang, Herman Gonzalez, Michelle A. Laskowski-Arce, and Kim Orth. A Vibrio Effector Protein is an Inositol Phosphatase and Disrupts Host Cell Membrane Integrity. Science, 2010;

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.