Diposting Minggu, 26 September 2010 jam 9:12 am oleh The X

Rekor-rekor Manusia

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 26 September 2010 - Kita punya kecenderungan untuk menembus batas kemampuan kita. Membangun rekor dan menaikkan standar. Seberapa jauh kita dapat maju?


Kecepatan

Rekor kecepatan sekarang diraih oleh Usain Bolt tahun 2009 yang mampu berlari menempuh jarak 100 meter dengan waktu 9.58 detik saja. Itu berarti 37.6 km/jam seandainya ia mampu berlari dengan kecepatan yang sama dalam waktu satu jam. Menurut hasil penelitian Mark Denny dari Universitas Stanford, manusia paling mampu berlari menempuh 100 meter dalam 9.48 detik. Nilai ini ternyata masih 0.1 detik dibawah rekor Bolt. Kecepatan lari manusia sendiri tergantung pada rasio kekuatan terhadap berat pelari. Itu berarti otot yang kuat dan kaki yang panjang.

Konsentrasi

Para dokter di Inggris sering bekerja terus menerus dari Jumat pagi hingga Senin malam. Itu berarti kerja mental selama 80 jam tanpa henti. Paling bisa mereka mencuri waktu tidur beberapa jam saja. Seiring berjalannya waktu, kemampuan konsentrasi kita semakin menurun. Pekerjaan menjadi kurang efisien dan semakin lama membuat keputusan atau bertindak cepat.

Para dokter di Inggris mampu berkonsentrasi jauh lebih lama dari manusia biasa

Hampa udara

Tiga kosmonot Soyuz tahun 1971 tewas saat katup di kapsul Soyuz 11 mereka bocor pada ketinggian 168 kilometer di atas sana, masih di luar atmosfer Bumi. Mereka tewas karena hipoksia 30 hingga 40 detik setelah terpaparkan ruang hampa udara. Hal ini karena oksigen dan tekanan udara diperlukan untuk membawa oksigen ke otak. Walau begitu, orang yang masuk ke ruang hampa udara masih dapat selamat. Tahun 1966 seorang teknisi NASA mencoba pakaian astronot dalam ruangan yang setara ketinggian 36.5 kilometer. Ia memasuki kondisi mati suri pada 12 hingga 15 detik setelah kebocoran. Sebelum kehilangan kesadaran ia merasakan liurnya mendidih karena air menguap pada tekanan rendah. 12 detik kemudian ia berhasil diselamatkan setelah tekanan udara dalam ruangan berhasil diturunkan ke ketinggian 4.2 kilometer.  Ia kembali sehat tanpa ada bekas kecelakaan.

Para Kosmonot Soyuz 11

Saat tekanan udara luar berkurang, gelembung gas terbentuk dalam darah dan merusak paru-paru dalam beberapa menit. Sistem syaraf rusak beberapa jam karena nitrogen keluar dari darah.  Bila tekanan udara luar mendadak berkurang seperti di luar angkasa, udara yang terjebak di paru-paru akan berdesakan keluar hingga paru-paru meledak dalam hitungan detik. Namun menurut ilmuan Jonathan Clark, dokter bedah NASA, anda dapat selamat hingga satu menit jika tekanan udara yang turun terjadi secara lembut dan kru kemanan mengelilingi anda.

Ingatan

Saat ini banyak orang yang dapat dengan mudah mengingat nomer telpon terdiri dari 12 angka. Tapi pemegang rekor mengingat adalah Chao Lu dari China yang mampu menghapal 67.890 angka Pi tahun 2005. Lu perlu waktu 1000 jam untuk mengingat 40 ribu angka Pi dengan teknik mnemonik. Tapi apakah sampai disini saja kemampuan yang mungkin?

Ilmuan Thomas Landauer dari Bell Communication mengatakan kalau rata-rata orang dewasa menyimpan 125 MB informasi dalam otaknya yang setara dengan 100 buku Moby Dick. Dengan menerapkan teknik mnemonik, seseorang berusia 20 tahun yang menghabiskan waktu 12 jam sehari untuk mengingat angka Pi dapat mengingat sekitar 8,760,000 angka Pi pada ulang tahunnya yang ke-70.

Seorang dengan gangguan otak hiperthimesia dapat memiliki ingatan autobiografis yang nyaris sempurna. Jill Price contohnya mampu mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidupnya dengan sangat detail. Walau begitu, hal ini membuat Jill depresi. Kebocoran jaringan ingatan jangka panjang di otaknya membuatnya dibayang-bayangi ingatan yang kadang kala menyakitkan. Ingatan super Jill bukanlah ingatan fotografis yang hanya mitos, tapi akibat gangguan otak.

Suhu dingin

Menurut ilmuan Mike Tipton dari Universitas Portsmouth, tanpa adaptasi teknologi kita terhadap suhu dingin seperti jaket, pemanasan dan naungan, maka kita akan mengungsi ke padang rumput panas Afrika seperti para leluhur kita. Menurut ilmuan Francois Haman dari Universitas Ottawa, suhu ambang 20 derajat Celsius adalah batas toleransi tersebut. Di bawahnya kita akan menderita hipotermia jika kondisi basah dan berangin. Saat dingin, tubuh mulai menutup aliran darah ke ujung-ujung tubuh kita. Walau begitu, beberapa orang terbukti mampu bertahan hidup dalam suhu jauh di bawah ini. anna Bagenholm bertahan hidup pada suhu 13.7 derajat Celsius saat ia jatuh ke air beku dan terjebak di bawah es selama 80 menit sebelum diselamatkan. Aliran air dingin yang konstant mendinginkan tubuhnya sedemikian hingga semakin lama napasnya semakin sulit dan jantung semakin lemah. Namun penurunan ini disertai menurunnya kebutuhan otak akan oksigen sehingga hal tersebut sebanding dan membuatnya mampu bertahan hidup dan diselamatkan.

Puasa

Rekor puasa terpanjang di dunia dipegang oleh Kieran Doherty tahun 1981 yang mampu bertahan hidup selama 73 hari, sebelum akhirnya mati. Untuk Rekor yang berakhir hidup, David Blaine mencapainya dengan menggantung dirinya dalam kotak kaca selama 44 hari di London. Tanpa makan apapun kecuali vitamin dan air, manusia mampu bertahan hidup selama setahun. Tanpa vitamin dan makanan, hanya dengan air saja, manusia hanya mampu bertahan beberapa minggu. Tanpa vitamin dan air, hanya dengan makan, manusia akan mati dalam beberapa hari, walaupun di daerah dingin.  Menurut ilmuan Michael Sawica dari Lembaga Penelitian Angkatan Darat AS bagian Farmasi Lingkungan, Hal ini tergantung pada kelajuan lepasnya air dari tubuh. Tanpa air tubuh menjadi lebih tebal dan lengket akibat berkurangnya volume darah dan tekanan tubuh. Hal ini membuat jantung berdetak cepat untuk mengatasinya hingga pada akhirnya jantung rusak.

Tanpa tidur

Randy Gardner memegang rekor tidak tidur selama 11 hari. Setelah memecahkan rekor ini, ia tidur selama 14 jam. Dalam usaha pemecahan rekornya, ia kadang mengalami ayunan mood, ingatan dan perhatian, hilang koordinasi, ucapan tidak jelas dan halusinasi. Semua hilang setelah ia tidur.  Menurut ilmuan William Dement dari Sekolah Farmasi Universitas Stanford di California, Gardner tidak mengkonsumsi stimulan sama sekali (seperti kopi misalnya) namun memaksa orang-orang di sekitarnya untuk ribut sehingga ia tetap terjaga dan memberinya semangat. Tanpa bantuan tersebut, orang biasa akan kesulitan terjaga pada 36 jam dan akhirnya tertidur pada jam ke-48. Bahkan seandainya anda merasa tidak tertidur, anda sesungguhnya tertidur. Istilah kedokterannya adalah microsleep, yaitu tertidur dalam beberapa detik saja. Ia bahkan dapat terjadi dengan mata terbuka. Bila seandainya Gardner dibiarkan terus tidak tidur, sampai berapa lama sebelum ia mati? Tidak ada yang tahu, tapi percobaan pada tikus menunjukkan kalau tikus mati dalam 2 minggu. Walau begitu, ada penyakit genetik yang membuat orang tidak dapat tidur dalam jangka waktu yang ekstrim. Jenis insomnia mematikan ini dapat membuat korbannya meninggal dalam tiga bulan.

Percobaan Ketahanan Tanpa Tidur Gardner

Gravitasi

Berada 10 detik dalam gravitasi 4 hingga 5 kali normal secara vertikal dapat membuat pandangan menyempit dan kemudian pingsan. Para pilot pesawat tempur telah dilatih untuk mendorong batas ini hingga 9 kali gravitasi bumi tanpa pingsan dan itu sangat berguna saat terjadi pertarungan udara. Beberapa pilot memakai pakaian gravitasi (g-suit) yang membantu mendorong darah dari kaki menuju otak. Untuk mendorong batas toleransi ini, pilot melatih diri mereka dalam pemutar sentrifugal, seperti Qinetiq yang ada di Farnborough di Hampshire. Mereka belajar menegangkan kaki dan otot perut untuk mendorong darah ke badan atas dan bernapas secara khusus, seperti saat seseorang mendorong fecesnya sekuat tenaga di toilet karena wasir. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan tekanan darah. Mengejutkannya, peraih rekor tertinggi gravitasi vertikal yang bisa dihadapi adalah Flanagan Gray yang berhasil bertahan hidup dalam gravitasi 31.25 g. Untuk rekor gravitasi horizontal, dipegang oleh John Stapp tahun 1940an yang menembus 46.2 g dalam eksperimen roketnya.

Stapp saat memecahkan rekor percepatan gravitasi

Ketinggian

Ketinggian berpengaruh pada tubuh dengan menurunkan tekanan oksigen di sel. Karena otak perlu oksigen, maka ini dapat membuat kehilangan kesadaran. Selain itu, orang yang hidup di atas 5000 meter mengalami peluruhan massa otot dan penumpukan cairan di paru dan otak. Naik di atas 7500 meter maka resiko kematian sangat besar. Para penambang di Chili hidup pada ketinggian 5800 meter, walau begitu, mereka tidak dapat bereproduksi di sana. Sperma tidak dapat terbentuk kecuali bila mereka turun ke ketinggian yang aman.  Lalu bagaimana dengan para pendaki yang berhasil mencapai puncak tertinggi di dunia. Everest yang tingginya 8848 meter. Mereka membawa persediaan oksigen. Tanpanya mereka akan mati dalam beberapa jam. Pemegang Rekor paling lama di Puncak Everest adalah Babu Chiri (penduduk asli) yang mampu bertahan 21 jam tahun 1999. Ia bertahan karena keunggulan genetik dan sudah terbiasa hidup di sana. Tanpa bantuan alat bantu tekanan dan oksigen, orang akan mati bila berada di ketinggian 9000 meter.

Babu, orang paling lama berada di puncak Everest tanpa bantuan oksigen

Angkat Berat

Rekor angkat berat saat ini dipegang oleh Andy Bolton dengan angkatan 457,5 kg dari lantai ke paha. Rekor untuk di atas kepala sendiri hanyalah 263,5 kg. Batas maksimum yang mungkin menurut Todd Schroeder dari Universitas California Selatan mengatakan kalau kita sudah dekat dengan batas tersebut. Otot manusia lah penyebabnya. Mekanisme penghambat alami otot akan mencegah kita mengangkat barang terlalu berat. Mekanisme ini pada gilirannya dikendalikan oleh otak.

Bolton, orang terkuat di dunia

Otot sendiri secara potensial mampu mengangkat barang lebih berat lagi. Ambil contoh kasus Angel Cavallo. Seorang ibu biasa. Angela Cavallo mampu mengangkat mobil ( 1670 kg) beberapa inci untuk menyelamatkan anaknya yang terhimpit.  Ini terjadi secara refleks, artinya tindakannya tidak melewati otak sehingga mekanisme penghambat otot tidak bekerja. Kemampuan Angela muncul karena tubuh mengorbankan respon pencernaan dan kekebalan tubuh untuk beberapa menit kritis ini. Mekanisme penghambat otak mencegah tubuh mengangkat beban terlalu besar agar tidak terjadi pengorbanan ini.

Radioaktif

Berada di dekat Benda radioaktif dapat menyebabkan mulai dari muntah-muntah hingga pingsan. Sel tubuh dibombardir oleh radiasi energi tinggi yang merusak jaringan. Sumber radioaktif kadang menggoda karena berpendar dengan cahaya biru. Orang bisa mengira ia batu mulia untuk cincin. Bencana ini pernah terjadi di Brasil pada september 1987 saat dua orang mengira menemukan permata di bekas rumah sakit yang ditinggalkan. 249 orang terkena kontaminasi saat radiaktif tersebut dibawa ke rumah, dan dalam sebulan beberapa orang tewas. Batas kelangsungan hidup manusia pada radiasi adalah 2 sievert, dan orang dapat mati seketika saat terpapar radiasi diatas 6 sievert. Namun Devair Ferreira, orang yang membawa batu bencana tersebut ke rumahnya terpaparkan radiasi 7 sievert dan mampu terselamatkan.  Menurut dokter hal tersebut karena ia banyak berdiam diri sehingga sel di tubuhnya punya banyak waktu untuk memperbaiki diri.

Korban Radiasi Termal dari Ledakan Bom Hiroshima

Menahan Napas

Rekor menahan napas di dunia adalah 11 menit 35 detik yang dipegang oleh Stephane Misfud. Bila kepala manusia berada di dalam air, detak jantung berkurang dan tingkat oksigen yang dipompakan ke seluruh tubuh ikut berkurang. Orang yang memiliki paru-paru besar akan lebih mampu bertahan lama didalam air dibandingkan yang kecil. Menurut dokter Johan Anderson dari Universitas Lund, batas kemampuan manusia adalah 15 menit. Walau begitu, jangan mencoba untuk menyelam dan menahan napas terus menerus, seperti keluar air sebentar untuk mengambil napas lalu masuk lagi. Hal ini berakibat pada bertambahnya konsentrasi protein S100B di darah yang dapat menyebabkan kerusakan otak.

Referensi

1. David Robson et al. 2010. Maxed Out. New Scientist, 17 April 2010, pp. 34

2. Cecil Adams. 2006. SuperMom: Could a mother actually lift a car to save her child?

3. MrCristea. 2008. The Woman Who Could Not Forget

4. K Anders Ericsson, William G Chase dan Steve Faloon. Acquisition of a Memory Skill. Science, 6 June 1980, Vol. 208, pp. 1181-1182.

5. Wikipedia. 2010. Photographic memory Controversy

6. Josh Clark. 2006. How can adrenaline help you lift a 3,500-pound car?

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.