Diposting Rabu, 22 September 2010 jam 11:20 pm oleh The X

Neandertal juga bisa berinovasi dan beradaptasi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 22 September 2010 -


Penemuan antropolog Julien Riel-Salvatore menantang keyakinan ilmiah berusia setengah abad yang percaya bahwa Neandertal adalah manusia gua primitif bertengkorak tebal yang dikalahkan dan diusir oleh manusia yang lebih modern, yaitu kita, yang datang dari Afrika ke Eropa.

“Pada dasarnya, saya merehabilitasi Neandertal,” kata Riel-Salvatore, profesor antropologi di Universitas Colorado Denver. “Mereka jauh lebih bersumber daya daripada yang telah kita akui.”

Rekonstruksi Wajah Seorang Anak Neandertal dari Fosil yang ditemukan di Gibraltar

Penelitiannya akan diterbitkan bulan Desember dalam Journal of Archaeological Method and Theory. Penelitian ini dilakukan selama tujuh tahun di situs-situs Neandertal di Italia, dengan fokus utama pada kebudayaan Uluzzian yang telah punah.

Sekitar 42 ribu tahun lalu, kebudayaan Aurignacian, yang dibangun oleh Homo sapiens, muncul di Italia utara sementara Italia tengah terus dihuni oleh Neandertal dari kebudayaan Mousterian yang telah ada di sana selama setidaknya 100 ribu tahun. Pada masa ini, sebuah kebudayaan baru muncul pula di selatan, yang tampaknya dibuat oleh Neandertal. Mereka adalah Uluzzian dan mereka sangat berbeda.

Riel-Salvatore menemukan bintik proyektil, ochre, alat tulang, ornamen dan kemungkinan bukti adanya perburuan hewan kecil dan penangkapan ikan di situs arkeologis Uluzzian di Italia Selatan. Inovasi-inovasi demikian biasanya tidak diasosiasikan dengan Neandertal, sehingga hal ini menunjukkan kalau mereka ber evolusi secara independen, mungkin karena perubahan iklim yang dramatis. Lebih penting lagi, mereka muncul di daerah yang secara geografis terpisah dari manusia modern.

Rekonstruksi Pria Neandertal Dewasa

“Kesimpulan saya adalah, jika Uluzzian adalah kebudayaan Neandertal, ini berarti kalau kontak dengan manusia modern tidak diperlukan untuk menjelaskan asal usul perilaku baru ini. Hal ini bertentangan dengan gagasan 50 tahun terakhir kalau Neandertal harus mengalami akulturasi dengan manusia sebelum mempelajari teknologi ini,” menurutnya. “Saat kami menunjukkan Neandertal dapat menemukan teknologinya sendiri, hal ini memberikan cahaya baru buat mereka. Istilahnya memanusiakan mereka.”

Ribuan tahun lalu, Italia selatan mengalami pergeseran iklim dramatis, menjadi terbuka dan kering, kata Riel-Salvatore. Hidup Neandertal berhadapan dengan pilihan keras: beradaptasi atau mati. Bukti menunjukkan kalau mereka mulai menggunakan panah lempar atau panah busur untuk memburu hewan kecil untuk mencukupi langkanya mamalia besar yang sebelumnya mereka buru.

“Fakta kalau Neandertal dapat beradaptasi pada kondisi baru dan berinovasi menunjukkan kalau mereka secara budaya sama dengan kita,” katanya. “Secara biologis mereka juga sama. Saya yakin mereka hanyalah subspesies manusia, bukannya spesies yang berbeda.”

Neandertal yang kekar pertama kali ditemukan di Lembah Neander, Jerman, tahun 1856. Tentang siapa mereka, bagaimana mereka hidup dan kenapa mereka punah masih belum jelas hingga sekarang.

Penelitian menunjukkan kalau mereka menyumbangkan antara 1 hingga 4 persen bahan genetik mereka pada masyarakat Asia dan Eropa. Riel-Salvatore menolak teori kalau mereka dimusnahkan oleh manusia modern. Homo sapiens semata hanya lebih banyak dan memiliki laju reproduksi lebih tinggi, kata beliau.

“Sepertinya Neandertal diserap oleh manusia modern,” katanya. “Penelitian saya menunjukkan kalau mereka manusia yang berbeda, tapi mereka tetap manusia. Kita dan mereka lebih mirip saudara daripada sepupu jauh.”

Sumber : Sciencedaily

Referensi silang:

1.       Julien Riel-Salvatore. A Niche Construction Perspective on the Middle–Upper Paleolithic Transition in Italy. Journal of Archaeological Method and Theory, 2010;

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.