Diposting Rabu, 22 September 2010 jam 1:40 am oleh The X

Manusia Api

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 22 September 2010 -


Nah, kalau ada manusia bertanduk, apakah manusia api juga ada?

Implikasi dari pengetahuan ini besar. Jika secara alami manusia mampu menghasilkan api, jangan-jangan sejarah manusia purba harus ditulis ulang. Bisa jadi kan manusia purba menemukan api bukan karena memukulkan batu atau memelihara api dari pohon yang disambar petir? Bisa jadi ada satu manusia purba pyrokinetik yang diangkat sebagai tuhan bagi masyarakatnya dan memberi anugerah api untuk perlindungan dan memasak makanan.

Begini. Agar sesuatu dapat terbakar, kita perlu tiga hal: bahan bakar, panas dan oksigen. Kita jelas punya oksigen, udara yang kita hirup mengandung 21% oksigen. Sekarang darimana datangnya panas dan bahan bakar? Bahan bakar yang dimaksud disini adalah karbon. Manusia tersusun dari sebagian besar karbon, begitu juga produk kehidupan kita sehari-hari. Bagaimana dengan panas? Nah, ini yang jadi masalah. Manusia api, jika ada, berarti mampu menghasilkan panas yang terkonsentrasi di tangan atau dimanapun tempat keluarnya api.

Kemampuan menghasilkan panas inilah yang dipertanyakan. Bagaimana manusia bisa menghasilkan panas sedemikian hingga dapat membakar. Pada abad ke-19, seorang Afrika Amerika bernama A.W. Underwood diklaim memiliki kemampuan pyrokinesis. Para ilmuan mengatakan bahwa sumber panasnya biasa saja, tapi bahan bakarnya yang hebat. Bahan bakar ini adalah fosfor putih. Fosfor putih dapat terbakar di udara dalam suhu hanya sekitar 30°C. Suhu ini hanya sedikit dibawah suhu tubuh manusia biasa, karenanya hanya dengan bernapas atau menggosoknya, fosfor tersebut dapat terbakar. Taburkan di baju atau apapun yang anda pegang, anda terlihat memiliki kemampuan pyrokinesis.

Dari sudut pandang ilmiah, pyrokinetic adalah hal mustahil. Tubuh manusia (atau pikiran) tidak dapat menghasilkan panas yang cukup untuk membakar apapun dengan sendirinya di dunia luar, kecuali memakai trik seperti fosfor putih di atas. Gelombang otak manusia terlalu lemah untuk menghasilkan suhu tinggi. Walau begitu, para ilmuan telah mampu membuat alat yang mampu merespon gelombang otak. Alat ini seperti stik Nintendo Wii yang  merespon gerakan untuk melakukan sesuatu di komputer. Dengan menggunakan alat ini, bisa jadi hanya dengan pikiran di masa depan, seseorang bisa membakar kertas. Tentu saja, sangat kecil kemungkinan kalau para pengklaim pyrokinetik memakai teknologi canggih yang masih di uji coba di lab.

Referensi

1. Wikipedia. 2010. Pyrokinesis

2. Thomas, R. (January 1883).”Spontaneous Combustion”. The Medical Age 1: 86.

3. Barry Shell. 2003. Ask A Scientist: Pyrokinesis

4. Eric Wolff. 2009. Fringe: Setting People on Fire With Your Brain

5. Intelegen.Inc. 2010. What is the function of the various brainwaves?

6. Youtube. 2007. Real Qi Kong

7. Wapedia. 2010. A.W. Underwood

8. Tim Stevens. 2009. Video: Mattel Mindflex hands (and heads) on

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.