Kimia di abad ke 21
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Minggu, 19 September 2010 - Dua inovasi di akhir abad ke 20 yang cukup penting dalam kimia memiliki fokus khusus pada industri kimia di abad ke 21.
Fenomena superkonduktivitas ditemukan tahun 1911 pada suhu sangat dekat dengan nol mutlak (0 K atau -273.15 °C). Superkonduktivitas adalah kemampuan menghantarkan listrik tanpa hambatan. Tahun 1986, dua kimiawan Swiss menemukan kalau lantanum tembaga oksida yang dikotori dengan barium menjadi superkonduktor pada suhu “tinggi” yaitu 35 K (-238 °C). Sejak itu, bahan superkonduktor baru terus ditemukan yang bekerja di atas suhu nitrogen dingin yaitu 77 K (-196 °C). Selain minat ilmiah murni, sebagian besar penelitian berpusat pada penerapan superkonduktivitas.
Tahun 1985, Richard Smalley dan Robert Curl dari Universitas Rice di Houston, Texas, bekerja sama dengan Harold Kroto dari Universitas Sussex di Brighton, Inggris, menemukan bentuk karbon baru, yang terdiri dari semata 60 atom karbon. Mereka menamakannya buckminsterfullerene (kemudian dikenal sebagai buckyball), berdasarkan nama Buckminster Fuller, penemu kubah geodesik. Penelitian fullerene dipercepat sejak 1990, saat sebuah metode ditemukan untuk menghasilkan buckyball dalam jumlah besar dan penerapan praktisnya. Tahun 1991 majalah Science menyebut buckminsterfullerene sebagai molekul tahun ini.
Dua abad lalu, revolusi kimia Lavoisier masih dapat dipertanyakan oleh emigran Ingris Joseph Priestley. Satu abad lalu, kenyataan fisik dari atom masih diragukan banyak orang. Sekarang, kimiawan dapat memutar balikkan atom satu demi satu lewat mikroskop penerowongan pindai (scanning tunneling microscope), dan teknik lainnya yang dikenal sebagai nanoteknologi. Sejarah kimia adalah kisah yang luar biasa.
Referensi
1. John W. Hill, Doris K. Kolb, and Terry W. McCreary, Chemistry for Changing Times, 11th ed. (2007).
2. Peter Atkins, The Second Law (1984, reissued 1994).
3. Mary Jo Nye, Before Big Science: The Pursuit of Modern Chemistry and Physics, 1800–1940 (1996).
4. Mary Jo Nye, From Chemical Philosophy to Theoretical Chemistry: Dynamics of Matter and Dynamics of Disciplines, 1800–1950 (1993).
5. “chemistry.” Encyclopædia Britannica. 2010. Encyclopædia Britannica Online. 20 Jun. 2010 <http://www.britannica.com/EBchecked/topic/108987/chemistry>.
- Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer
- Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
- Pandangan Berbeda Mengenai Tuhan Mempengaruhi Perilaku Mencontek
- Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
- Korupsi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Negara Berpenghasilan Rendah
- Asal Usul Suku-Suku Di Indonesia
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup
- Untuk Mendorong Kepuasan Konsumen, Pemilik Harus Memperhatikan Kepuasan Kerja Karyawan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera


