Revolusi instrumen kimia
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Kamis, 16 September 2010 - Dilihat dari percobaan kimia sehari-hari, mungkin perubahan paling dramatis pada abad ke-20 adalah revolusi metode analisa.
Tahun 1930, kimiawan masih memakai kimiawi basah, atau tabung uji, metode yang berubah sedikit sekali selama ratusan tahun: uji reagan, titrasi, penentuan titik didih dan beku, analisis pembakaran unsur, argumen struktural sintetik dan analitik, dan seterusnya. Diawali dengan laboratorium komersial yang memberikan sebuah sumber daya untuk analisa rutin dan dengan ditemukannya pH meter yang menggantikan indikator kimiawi, kimiawan mulai bertopang pada instrumen fisika dan spesialisasi ketimbang metode kimiawi basah. Instrumen fisika memberikan pandangan yang lebih tajam yang dapat melihat hingga tingkat molekul dan atom.
Tahun 1910an, J.J. Thomson dan pendampingnya, Francis Aston, telah mengembangkan spektrograf massa untuk mengukur berat atom dan molekul dengan sangat teliti. Ia semakin teliti seiring waktu sehingga pada tahun 1940an, spektrograf massa diubah menjadi spektrometer massa – bukan lagi sebuah mesin untuk berat atom tapi sebuah alat analisis untuk menentukan senyawa rumit yang belum diketahui. Begitu juga dengan sejarah kolorimetri yang panjang. Tahun 1940an, prinsip kolorimetrik diterapkan pada instrumen untuk membuat sejumlah spektrofotometer, mulai dari spektroskopi tampak, inframerah, ultraviolet hingga Raman. Penambahan spektrometer laser dan teknologi komputer memberikan ketelitian lebih dalam lagi sehingga menyediakan alat-alat penting untuk mempelajari kinetik dan mekanisme reaksi.
Kromatografi, yang dipakai selama bergenerasi untuk memisahkan campuran dan menentukan keberadaan zat target, lebih berkembang lagi, khususnya pada kromatografi gas (GC). Resonansi magnetik nuklir (NMR) yang memakai gelombang radio yang berinteraksi dengan medan magnet untuk mengungkapkan lingkungan kimiawi atom hidrogen dalam sebuah senyawa juga dikembangkan setelah perang dunia kedua. Mesin NMR awal tersedia tahun 1950an; tahun 1960an mereka menjadi tulang punggung analisis kimia organik. Di saat yang sama, kombinasi GC-NMR juga dikembangkan, dan memberikan ahli kimia kemampuan memisahkan dan menganalisa jumlah sampel yang sangat kecil. Tahun 1980an, NMR menjadi dikenal umum, saat teknik ini dipakai untuk kedokteran – walaupun istilahnya diubah menjadi Pencitraan resonansi magnetik (MRI) untuk menghindari kata nuklir yang bercitra negatif.
Banyak lagi metode instrumental yang berkembang seperti resonansi paramagnetik elektron dan difraksi sinar X. Singkatnya, antara tahun 1930 dan 1970, revolusi analitik kimia mengubah arah sains dan mempercepat kemajuannya. Dan kemajuan kimia analitik masih terus berlangsung pada pertiga akhir abad ini.
Referensi
1. Joseph S. Fruton, Proteins, Enzymes, Genes: The Interplay of Chemistry and Biology (1999),
2. Alan J. Rocke, Nationalizing Science: Adolphe Wurtz and the Battle for French Chemistry (2001),
3. John W. Servos, Physical Chemistry from Ostwald to Pauling: The Making of a Science in America (1990),
4. Glenn D. Considine. Van Nostrand Reinhold Encyclopedia of Chemistry, 5th ed., (2005).
5. “chemistry.” Encyclopædia Britannica. 2010. Encyclopædia Britannica Online. 20 Jun. 2010 <http://www.britannica.com/EBchecked/topic/108987/chemistry>.
- Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer
- Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
- Pandangan Berbeda Mengenai Tuhan Mempengaruhi Perilaku Mencontek
- Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
- Korupsi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Negara Berpenghasilan Rendah
- Asal Usul Suku-Suku Di Indonesia
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup
- Untuk Mendorong Kepuasan Konsumen, Pemilik Harus Memperhatikan Kepuasan Kerja Karyawan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera



