Diposting Rabu, 15 September 2010 jam 10:35 pm oleh The X

Kecurangan kadang membantu masyarakat

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 15 September 2010 -


Para peneliti dari Imperial College London, Universitas Bath dan Oxford, Universitas College London dan Lembaga Biologi Evolusi Max Planck, mempelajari populasi ragi dan menemukan kalau campuran yang terdiri dari anggota baik (kooperator) dan licik (cheats) tumbuh lebih cepat daripada masyarakat yang hanya terdiri dari anggota yang baik.

Dalam studi ini, ragi baik menghasilkan protein yang disebut invertase yang memecah gula (sukrosa) untuk menghasilkan makanan (glukosa) untuk masyarakat. Anggota yang licik justru memakan gula yang telah dipecah, namun tidak membuat invertase, sehingga mereka menyimpan energi mereka.

Studi yang muncul dalam jurnal ilmiah PLoS Biology, yang diterbitkan oleh Perpustakaan Umum Sains, menggunakan percobaan laboratorium dan model matematis untuk memahami meengapa dan bagaimana sedikit ke-egoisan dapat menguntungkan seluruh masyarakat.

Professor Laurence Hurst, Peraih penghargaan Penelitian Royal Society-Wolfson dari Universitas Bath menjeaskan, “Kami menemukan kalau ragi memakai gula lebih efisien saat gula tersebut langka, dan karenanya keberadaan anggota yang licik mencegah masyarakat membuang-buang makanan.

“Kedua kami menemukan bahwa karena ragi tidak tahu seberapa banyak sukrosa tersedia untuk dihancurkan, mereka membuang energi dengan membuat invertase bahkan setelah tidak ada lagi gula tersisa. Hal ini membuat pertumbuhan populasi terhenti. Namun bila sebagian besar masyarakat adalah kooperator dan sisanya cheats, tidak semua anggota populasi yang membuang energi mereka dan membatasi pertumbuhan.

“Agar efek ini terjadi, kami menemukan kalau kooperator harus berada di dekat kooperator, sehingga mereka mendapat lebih banyak glukosa yang mereka produksi. Bila salah satu kondisi ini diubah, para cheats tidak lagi menguntungkan masyarakat.”

Dr Ivana Gudelj, Anggota Kehormatan NERC dan dosen matematika terapan dari Imperial College London menambahkan: “Penelitian kami menunjukkan kalau bahasa yang biasa dipakai umum yaitu keadilan dan kecurangan, pada dasarnya tidak jelas di alam.

“Saat produsen invertase (kooperator) ditambahkan hingga titik dimana kelangsungan hidup masyarakat justru berkurang, sulit melihat kalau tindakan menghasilkan invertase adalah tindakan yang kooperatif, apalagi bila seluruh populasi terdiri dari semua kooperator.”

Para peneliti menduga situasi yang sama mungkin terjadi pada spesies lain dimana anggota yang jahat (para pencuri) justru membantu masyarakat bukannya merugikan.

Studi ini didanai oleh Royal Society, Dewan Penelitian Lingkungan Alam (NERC) dan Conacyt.

Sumber : Sciencedaily

Referensi silang:

1.       MacLean, R. C., Fuentes-Hernandez, A., Greig, D., Hurst, L. D., Gudelj, I. A mixture of ‘cheats’ and ‘co-operators’ can enable maximal group benefit. PLoS Biology, 2010;8(9): e1000486.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.