Diposting Rabu, 15 September 2010 jam 10:14 pm oleh The X

Imunisasi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 15 September 2010 -


Ada banyak poster pencegahan penyakit di gantung di dinding dalam bingkai ataupun di tempelkan dalam bentuk kertas. Saya merenung dan tersadar betapa besar anugerah kesehatan yang telah diberikan sains pada saya. Saya sehat dan terbebas dari berbagai penyakit berkat sains. Ibu saya yang tercinta membawa saya ke posyandu di waktu kecil dan hanya dengan beberapa suntikan saya tercegah dari beberapa penyakit yang menggenaskan. Betapa hebatnya sains.

Cara kerjanya begini. Saat sebuah sistem kekebalan seperti tubuh manusia terpaparkan pada molekul asing, ia akan memberi respon kekebalan. Namun di saat yang sama, ia juga mampu mengembangkan kemampuan merespon dengan cepat berdasarkan pengalaman, jika ia sudah pernah berhadapan dengan molekul asing tersebut. Imunisasi bertujuan memperkenalkan molekul asing tersebut agar tubuh segera belajar cara mengatasinya bila molekul asing tersebut datang lagi.

Kedengarannya cara ini aneh, karena akibat pertama bukannya lebih berbahaya? Tidak bila dengan molekul asing yang telah dijadikan lemah. Ia sangat lemah tapi masih mampu memicu sistem kekebalan tubuh untuk belajar. Molekul asing ini biasanya bakteri atau virus penyakit tertentu. Istilah medisnya adalah vaksinasi. Dengan kata lain, vaksin sesungguhnya adalah kuman itu sendiri yang telah dilemahkan atau bagian dari kuman tersebut yang diambil sedemikian rupa sehingga justru mengajarkan tubuh menghadapi temannya yang kuat seandainya datang di masa depan. Tidak heran kalau pada awalnya banyak kontroversi dan ketakutan terhadap vaksinasi. Vaksin ada yang bersifat aktif dan pasif. Imunisasi termasuk vaksinasi aktif.

Ambil contoh vaksin campak. Tahun 1958 ada 763.094 kasus dan 552 diantaranya tewas karena campak di Amerika Serikat. Dengan bantuan vaksin, jumlah kasus menurun mencapai hanya 150 kasus dalam satu tahun!

So, Mari kita lihat bagaimana sains menyelamatkanmu lewat imunisasi berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Untuk lebih jelasnya lihat gambar 1, yang merupakan jadwal imunisasi IDAI 2008.

Jadwal Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia 2008

Imunisasi Wajib

BCG

Singkatan dari Bacillus Calmette-Guerin. Tugasnya menjaga tubuh dari Tuberkulosis. Tuberkulosis adalah penyakit yang menyerang seluruh tubuh terutama paru-paru akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis. 50% penderitanya meninggal dunia karena penyakit ini. Bukti langsung seseorang menderita Tuberkulosis adalah bila ditemukan adanya bakteri tuberkulosis di dalam dahaknya. Vaksinnya telah ditemukan tahun 1927 oleh Albert Calmatte dan Camille Guerin.

Jadwal : Sejak anak lahir vaksin ini sudah harus di berikan paling lama tiga bulan. Jika usia bayi lebih dari 3 bulan, bayi harus di uji tuberkulin dahulu, jika hasilnya negatif, bayi dapat diberi vaksin.

Hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit menular yang merusak hati. Ia disebabkan virus hepatitis B. Gejalanya antara lain gangguan perut, kotoran menjadi pucat, lemah, urine menjadi kuning dan flu. Mata atau kulit berubah warna menjadi kuning. Hepatitis B berbahaya karena dapat mengakibatkan sirosis hepatis, kanker hati dan akibatnya kematian. Vaksinnya ditemukan tahun 1981 oleh Maurice Hilleman.

Jadwal : Diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Selanjutnya vaksin HB diberi lagi setelah satu bulan dan di ulang kembali saat bayi berusia antara 3 hingga 6 bulan. Interval dosis minimal 4 minggu.

Struktur Virus Hepatitis B

Polio

Polio adalah penyakit lumpuh yang disebabkan virus. Karenanya ia menular. Polio sangat berbahaya karena ia tidak memiliki gejala awal. Dalam kasus yang ringan, orang yang selamat dapat menjadi kebal. Pada kasus yang berat (1 dari 200 kejadian) orang dapat menjadi lumpuh. Terdapat kasus yang lebih berat lagi dimana virus polio berhasil masuk ke otak dan menyebabkan koma dan kematian. Orang yang belum pernah terkena polio menjadi rentan dibandingkan orang yang pernah. Untungnya vaksin polio telah lama ditemukan dan termasuk bagian imunisasi wajib. Vaksin harus diberikan sedini mungkin karena kasus menunjukkan 50% korban polio adalah anak-anak. Penemu vaksin polio adalah Jonas Salk, pada tahun 1952. Beliau tidak mempatenkannya karena menganggap vaksin ini milik semua orang. Kemudian produksi vaksin massal dikembangkan oleh Albert Sabin. Imunisasi polio pertama dilakukan tanggal 23 februari 1954 di Pittsburg, dan tahun 1979, penyakit polio resmi hilang dari Amerika Serikat. Pada tahun 1955, presiden Dwight Eisenhower bermurah hati mengajarkan pembuatan vaksin polio secara gratis ke 75 negara, termasuk musuhnya, Uni Soviet. Sebelumnya diduga polio telah lenyap di Indonesia namun tahun 2005 terjadi kasus polio di Sukabumi. Virusnya diduga berasal dari wabah di Nigeria. Ia terbawa ke Indonesia lewat Arab, kemungkinan pada saat ibadah haji atau orang yang bekerja di Arab, atau mungkin yang lainnya.

Jadwal : Vaksin diberikan saat lahir secara tetesan (oral). Bila lahir di Rumah Sakit, vaksin polio harus diberikan terlebih dahulu sebelum pulang sehingga tidak terjadi resiko transmisi virus. Pemberian vaksin di ulang pada bulan ke-2, ke-4, ke-6, ke-18 (satu setengah tahun) dan pada saat anak berusia lima tahun.

DTP

Singkatan dari Difteri, Tetanus dan Pertusis. Dari namanya ia menyiratkan sebuah vaksin yang mengobati ketiga penyakit ini sekaligus. Terdapat dua jenis vaksin DTP, yaitu DTaP (diphtheria, tetanus, acellullar pertussis), dan DTwP (diphtheria, tetanus and whole-cell pertussis). DTP merupakan vaksin yang paling mungkin menyebabkan demam. Hal ini disebabkan komponen vaksin Pertusis di dalamnya. Karenanya DTP disempurnakan menjadi DTaP dengan memilih bagian terpenting dari kuman pertusis. Namun penyempurnaan ini melalui proses rekayasa genetik sehingga harga vaksin DTaP jauh lebih mahal dari DTwP (DTP yang pertama). Difteri sendiri adalah penyakit tersumbatnya jalan napas akibat bakteri Corynebacterium Diphteriae menghasilkan eksotoksin yang mengakibatkan reaksi inflammasi dan terbentuknya pseudomembran yang menutupi jalan napas.  Pertusis juga merupakan penyakit pernapasan, yang sering dikenal dengan batuk rejan. Ia disebabkan oleh bakteri Bordetella Pertusis. Tetanus juga disebabkan oleh bakteri yaitu Clostridium tetani. Ia adalah penyakit syaraf yang dicirikan kejang-kejang di berbagai bagian tubuh. Infeksi Clostridium tetani tergolong unik karena hanya masuk lewat luka. Saat seseorang terluka, terdapat serabut syaraf yang terpapar ke udara luar. Dari sinilah Clostridium tetani masuk dan merambat ke berbagai bagian syaraf lainnya. Akibat paling parah adalah penyerangan ke otak, pusat dari syaraf sehingga bisa mematikan.

Jadwal: Diberikan saat bayi berusia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 18 bulan, lima tahun dan 12 tahun.

Campak

Campak (rubeola, measles) adalah penyakit virus yang ditandai demam, batuk, ruam kulit dan radang selaput ikat mata (konjungtivis). Dulu sebelum vaksin campak dibagikan ke masyarakat, wabah campak terjadi tiap 2 hingga tiga tahun, terutama pada anak pra sekolah dan anak SD. Walaupun sekali terkena, seseorang akan kebal dengan campak, tapi apakah harus menunggu terkena dulu baru bisa kebal? Tentu tidak. Maukah kamu diasingkan paling lama 4 hari setelah ruam muncul selama 4 hingga tujuh hari? Tentu tidak. Ia bahkan dapat menghasilkan komplikasi yang berupa bronkopneumonia yang cukup sering terjadi dan cukup mematikan.  Untungnya Sains telah menemukan vaksinnya pada tahun 1963 atas jasa Maurice Hilleman dari Merck. Sekarang vaksin ini wajib diberikan pada bayi.

Jadwal : vaksin campak diberikan saat bayi berusia 9 bulan dan telah mencapai usia enam tahun.

Imunisasi yang dianjurkan

Hib

Singkatan dari Haemophilus influenzae type b. Namanya sebenarnya salah kaprah karena ia adalah bakteri, sementara influenza disebabkan oleh virus. Hal ini karena ia ditemukan pada saat terjadi wabah influenza sehingga diduga sebagai penyebab influenza. Sesungguhnya ia penyebab penyakit meningitis jenis tertentu, bacteremia, selulitis, osteomyelitis, epiglottitis, arthritis menular dan pneumonia. Jenis penyakit yang disebabkannya tergantung pada banyak faktor. Dalam kondisi tertentu, ia malah tidak menimbulkan penyakit. Vaksinnya ditemukan tahun 1985

Jadwal : Diberikan pada usia bayi 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Setelah itu di ulangi kembali dalam rentang yang lebih luang, yaitu saat bayi berusia antara 15 hingga 18 bulan.

Bakteri Haemophilus influenzae

Pneumokokus (PCV)

Pneumokokus adalah penyebab peradangan paru-paru atau pneumonia.  Lebih dari dua juta anak dibawah lima tahun setiap tahun di dunia mengalami infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae dan satu juta diantara meninggal. 90% korban meninggal berada di negara tertinggal. Vaksin PCV dikembangkan tahun 1977.

Jadwal : Diberikan pada usia bayi 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan. Setelah itu diulangi kembali dalam rentang antara usia bayi 12 bulan hingga 15 bulan.

Influenza

Influenza disebabkan oleh virus dari famili Orthomyxoviridae. Famili virus ini termasuk musuh bebuyutan manusia dari dahulu kala. Manusia dan virus influenza saling berperang layaknya antara virus dan antivirus. Akibatnya virus influenza terus ber evolusi menjadi banyak jenisnya dalam beberapa puluh tahun terakhir. Yang terakhir kita temukan adalah virus flu burung dan flu babi. Karena ini juga mengapa vaksin untuk influenza terus berubah tergantung trend penyakit influenza di masyarakat. vaksin influenza pertama dikembangkan tahun 1945.

Jadwal: Diberikan setahun sekali semenjak bayi berusia 6 bulan hingga telah mencapai usia 12 tahun.

MMR

MMR singkatan dari Measles, Mumps and Rubela (Campak, Beguk dan Rubela). Ini artinya tiga virus yang dilemahkan dan dimasukkan dalam satu vaksin sekaligus. Dan tebak siapa penemu vaksin ini? sekali lagi adalah Maurice Hilleman pada tahun 1960an, orang yang menemukan vaksin hepatitis A dan campak. Rubela sendiri adalah sejenis campak. Tidak mematikan kecuali jika menyerang ibu hamil. Beguk adalah penyakit bengkak dan sakit di kelenjar paratiroid yang terletak di leher. Ia juga disebabkan oleh virus.

Jadwal : Diberikan saat bayi berusia 15 bulan. Setelah itu diberikan kembali ketika ia telah berusia 6 tahun.

Tifoid

Demam tifoid adalah penyakit menular bakteri Salmonella typhi. Akibat infeksi bakteri ini, demam bisa terjadi selama 4 hingga 5 minggu. Pada minggu ketiga, komplikasi dapat terjadi dan bisa mematikan bila tidak dirawat (10-30% meninggal). Sekarang penyakit ini jarang sekali terjadi dan lebih jarang lagi yang berakibat fatal. Hal ini disebabkan sanitasi dan penemuan vaksin yang telah cukup lama.  Tifoid berbeda dengan tifus. Vaksin ini ditemukan tahun 1896 oleh Almorth Edward Wright.

Jadwal : Diberikan tiap tiga tahun mulai anak berusia 2 tahun hingga 12 tahun.

Hepatitis A

Penyakit menular virus yang berakibat pada penyakit hati. Hepatitis A merupakan jenis hepatitis yang paling ringan. Vaksinnya telah ditemukan tahun 1992 oleh Maurice Hilleman dari Merck. Orang yang sama yang menemukan vaksin campak, 29 tahun sebelumnya.

Jadwal : Diberikan dua kali dengan interval 6 – 12 bulan, saat anak berusia antara 2 hingga 12 tahun.

Maurice Ralph Hilleman, penemu banyak sekali vaksin

Varisela (Cacar air)

Penyakit menular virus yang ditandai demam, cepat lelah, lesu dan lemah. Kadang disertai sakit kepala dan nyeri sendi. Setelah beberapa hari muncul bercak kemerahan di dada kemudian perut atau punggu lalu di tangan dan kaki serta wajah. Bercak ini kemudian menjadi lenting berisi air. Bila digaruk akan timbul bekas luka yang mudah terinfeksi. Luka ini dapat lebih cepat sembuh bila anda mengkonsumsi air mineral, vitamin C (buah, juice) dan vitamin E (minuman lidah buaya dan rumput laut). Sekarang tidak perlu khawatir, sains telah menyiapkan vaksin cacar airnya untuk  membuat gejala yang timbul apabila terkena jauh lebih ringan bayi anda. Berterima kasihlah pada Michiaki Takahashi yang berhasil menemukannya di tahun 1974.

Jadwal : Vaksin diberikan sekali pada saat anak berusia antara 5 hingga 12 tahun

Ilmuan memasukkan vaksin cacar air ke dalam telur

HPV

HPV singkatan dari Human Paviloma Virus. Ada sekitar 200 tipe HPV dan sebagian besar tidak berbahaya. Tapi beberapa tipe sangat berbahaya. Tipe yang berbahaya ini menyebabkan kanker leher rahim (serviks), vulva, vagina dan anus pada wanita sementara pada pria menyebabkan kanker penis dan anus. Dilihat dari organ yang diserangnya jelas ini termasuk penyakit menular seksual.  Anda tidak ingin anak anda beresiko terkena HPV yang berbahaya? Untungnya tahun 2006, sudah ditemukan vaksin nya oleh Merck dan dipasarkan dengan nama Gardasil.

Jadwal : Diberikan sekali pada saat anak berusia 10 hingga 12 tahun.

Daerah infeksi Human Papiloma Virus

Kesimpulan

Pemerintah terutama Departemen Kesehatan sangat peduli dengan masyarakatnya di desa. Walaupun kita memang bisa berdebat panjang lebar tentang peran departemen kesehatan dan politik dari masa ke masa, but look at the facts! Imunisasi telah menyelamatkan nyawa begitu banyak penduduk Indonesia, dan tanpa peran Departemen Kesehatan, Imunisasi tidak akan menjangkau hingga ke pelosok desa. Pemerintah memberikan vaksin terhadap berbagai penyakit menular secara gratis bagi balita berusia dua, empat dan enam bulan. Dan dengan pemberian vaksin ini penyakit tersebut akan hampir tidak mampu menyerang orang yang divaksinasi. Betapa hebatnya sains, dan departemen kesehatan.

Referensi

1.      Buku Pedoman Imunisasi Di Indonesia – IDAI Edisi III, 2008

2.   Wikipedia. 2010.   Bacillus Calmette-Guerin

3.    Wikipedia. 2010  Pneumonia

4.    PUSAT INFORMASI PENYAKIT INFEKSI DAN PENYAKIT MENULAR INDONESIA. 2010.  Imunisasi

5.  Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Ditjen PP&PL). 2003.    Imunisasi

6.   Medicastore. 2010.   Informasi Penyakit Campak Jerman (Rubela, Campak 3 hari)

7.      “Genital HPV Infection – CDC Fact Sheet”. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). April 10, 2008.

8.  Resep.web.id. 2009.    Mengenali Demam Typhoid

9.  Paul A. Offit. 2010.    History of Vaccine Schedule

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.