Diposting Senin, 13 September 2010 jam 2:24 am oleh The X

Vegetarian

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 13 September 2010 -


Studi dalam 15 tahun terakhir memberikan beberapa fakta ilmiah menarik seputar plus minus vegetarian. Bukti ilmiah menunjukkan kalau menjadi vegetarian mengakibatkan tingkat kolesterol yang rendah dan karenanya mengurangi resiko kegemukan dan penyakit jantung serta stroke. Satu fakta menarik, kebanyakan vegetarian adalah wanita, berasal dari kelas sosial tinggi dan berpendidikan lebih tinggi. Walau begitu, tidak ada perbedaan nyata pada tingkat ekonomi antara orang vegetarian dengan non vegetarian.

Bahkan bila semua efek pendidikan dan kelas sosial dibuang, ada satu hal yang lebih menarik lagi. Vegetarian yang berusia 30 tahun umumnya memiliki IQ yang tinggi di waktu kecil. Tingkat IQ ini tidak berubah banyak memang saat mereka telah dewasa, tapi jadi petunjuk bahwa jika anda punya anak wanita yang sangat pintar, bisa jadi saat dewasa ia menjadi seorang vegetarian.

Kata orang menjadi vegetarian membuat panjang umur. Sains membuktikan kalau hal ini benar. Studi Lembaga Kanker Amerika menunjukkan kalau orang yang memakan daging merah lebih besar resikonya meninggal karena kanker atau penyakit jantung dalam 10 tahun ke depan dibanding orang yang memakan daging putih dan vegetarian.

Jangan khawatir dengan kekurangan asupan protein. Protein ada dua jenis, nabati dan hewani. Dan protein nabati sama hebatnya dengan hewani asalkan protein nabati dikonsumsi lebih banyak dari konsumsi saat belum menjadi vegetarian.

Kunci dari berkurangnya resiko penyakit jantung pada vegetarian adalah kacang-kacangan seperti kedelai. Tanpa kacang-kacangan ini, vegetarian tetap memiliki resiko terkena penyakit jantung yang sama dengan non vegetarian. Dan ada nilai tambah dari kedelai, ia mengurangi resiko Alzheimer.

Bila anda menganggap punya anak kembar sebagai masalah, studi menunjukkan kalau vegetarian memiliki kemungkinan mendapatkan anak kembar jauh lebih kecil dari non vegetarian.

Bagaimana dengan pria vegetarian? Paling tidak bagi pria yang menderita kanker prostat, diet vegetarian membuat mereka lebih cepat sembuh daripada diet biasa, Menarik bukan.

Menjadi vegetarian juga menekan laju pemanasan global. Produksi daging menghasilkan tambahan karbon dioksida dan metana serta gas rumah kaca. Penelitian Eshel dan Martin menunjukkan hal ini. Mereka menyarankan kita makan lebih banyak telur dan makanan pokok seperti nasi untuk mengurangi pancaran gas rumah kaca. Demikian menurut Eshel, Profesor Sains Geofisika. Tapi, sayangnya perhitungan lebih lanjut tidak memberikan hasil yang menyenangkan. Bahkan seandainya semua orang di bumi menjadi vegetarian, pengurangan emisi rumah kaca hanya sebesar tujuh persen saja.

Walau begitu, tentu saja ada sisi negatifnya. Vegetarian akan kekurangan kalsium dan mendapat resiko sindorm metabolisme. Dengan kata lain, jantung anda membaik, tapi di sisi lain, hei tulang anda bermasalah. Tapi tunggu dulu, sebuah studi justru menunjukkan kalau para biarawati Buddha di Vietnam memiliki tulang sama kuatnya dengan manusia biasa. Biarawati ini vegetarian murni, karena ajaran agama mensyaratkan demikian. Akibatnya tingkat kalsium dan protein mereka rendah. Tapi bagaimana bisa mereka tetap bertulang kuat? Besar kemungkinan adalah karena gaya hidup mereka.

Belum itu saja, anda akan kekurangan vitamin B12. Vitamin ini hanya tersedia pada daging. Kekurangan vitamin B12 berasosiasi dengan gangguan pencernaan dan semakin berbahaya bila ia terjadi saat hamil.

Karenanya, jika anda ingin menjadi vegetarian, menu yang dirancang haruslah hati-hati. Vitamin B12 bisa diperoleh dari telur, susu atau apotik. Kalsium bisa diperoleh dengan cara yang sama.

Dan akhirnya, di masa depan, kemungkinan vegetarian akan dipilih untuk menjadi astronot dalam perjalanan ke Mars. Hal ini karena yang harus dibangun pertama kali di Mars adalah pertanian, selain untuk konsumsi, tentu saja untuk memulai siklus oksigen di udara.

Referensi

1.       Gale, C.R. et al. 2007. IQ in Childhood and Vegetarianism in Adulthood: 1970 British Cohort Study. British Medical Journal, 334(7587):245

2.       Sinha et al. Meat Intake and Mortality: A Prospective Study of Over Half a Million People. Archives of Internal Medicine, 2009; 169 (6): 562

3.       Barry M. Popkin. Reducing Meat Consumption Has Multiple Benefits for the World’s Health. Archives of Internal Medicine, 2009; 169 (6): 543

4.       Gidon Eshel and Pamela A. Martin, “Diet, Energy, and Global Warming,” Earth Interactions, April 2006, pp. 1-17

5.       Hsu et al. Amyloid-Degrading Ability of Nattokinase from Bacillus subtilis Natto. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2009; 57 (2): 503

6.       Ann-Charlotte Elkan, Beatrice Sjoberg, Bjorn Kolsrud, Bo Ringertz, Ingiald Hafstrom and Johan Frostegard. Gluten-free vegan diet induces decreased LDL and oxidized LDL levels and raised atheroprotective natural antibodies against phosphorylcholine in patients with rheumatoid arthritis- a randomized study. Arthritis Research & Therapy. 2008

7.       L. T. Ho-Pham, P. L. T. Nguyen, T. T. T. Le, T. A. T. Doan, N. T. Tran, T. A. Le and T. V. Nguyen. Veganism, bone mineral density, and body composition: a study in Buddhist nuns. Osteoporosis International Volume 20, Number 12, 2087-2093

8.       Steinman G. Mechanisms of twinning. VII. Effect of diet and heredity on human twinning rate. J Reprod Med. 2006 May;51(5):405-10.

9.       Helmi Risku-Norja, Sirpa Kurppa, Juha Helenius. Dietary choices and greenhouse gas emissions — assessment of impact of vegetarian and organic options at national scale. Progress in Industrial Ecology An International Journal, 2009; 6 (4): 340

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.