Diposting Senin, 13 September 2010 jam 2:53 am oleh Gun HS

Gelombang Kejut Hantaman Komet Menstimulasi Kehidupan di Bumi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 13 September 2010 -


Gelombang kejut yang disebabkan hantaman komet ke bumi bisa membantu mewujudkan pembentukan asam amino dan blok bangunan kehidupan awal, kata para peneliti AS.

Diperkirakan bahwa asam amino dan peptida memainkan peran penting dalam evolusi kimia yang menghasilkan kehidupan di Bumi. Para peneliti di Lawrence Livermore National Laboratory dan Stanford University kini menjalankan simulasi teoritis kompresi kejutan yang menyerupai kondisi ketika komet menghantam Bumi, yang menyatakan bahwa bahan bagi kehidupan di Bumi bisa saja berasal dari ruang angkasa.

Komet terbuat dari debu, es dan gas yang dikompresi. Es terutama terdiri dari air, tetapi juga diketahui mengandung molekul kecil yang meningkatkan pertumbuhan bakteri – molekul prebiotik – seperti karbon dioksida, amonia dan metanol.

Nir Goldman dan rekannya mempelajari simulasi dinamika molekul dari gelombang kejut setelah hantaman komet untuk melihat apakah bahan prebiotik bisa bertahan hidup pada kondisi selama dan setelah hantaman tersebut.

Awalnya tim berpikiran, kondisi setelah hantaman komet langsung akan terlalu kuat bagi senyawa untuk bertahan, tetapi mereka kemudian menganggap bahwa komet mungkin telah menghantam Bumi dari sudut yang lebih lembut. “Itu berarti, hantaman komet akan menghasilkan suhu dan tekanan yang jauh lebih rendah dan mungkin ini akan cukup rendah sehingga sesuatu seperti asam amino bisa bertahan seandainya ia membentuk,” kata Goldman pada Chemistry World.

Tim juga menemukan bahwa gelombang kejut dari hantaman komet dapat mempromosikan C-N berumur pendek yang mengikat oligomer, dan bahwa ketika tekanan menurun setelah hantaman, oligomer ini pecah ke bentuk komplesitas stabil yang mengandung glisin asam amino.

“Kajian komputasi menyediakan beberapa bukti yang meyakinkan untuk kimia organik kompleks di bawah kondisi tekanan dan temperatur yang ekstrim seperti yang diharapkan selama hantaman miring sebuah komet periode pendek dengan Bumi awal,” kata Terence Kee, seorang ahli astrobiologi di Universitas Leeds, Inggris. “Kajian ini menunjukkan bahwa polimer organik kecil diproduksi di bawah tekanan dan suhu tinggi yang kemudian memecah ke bentuk molekul penting seperti glisin dan mungkin peptida oligomer yang lebih tinggi,” ia menambahkan.

Goldman sekarang berharap mempelajari simulasi molekul pada rentang waktu lebih lama untuk melihat apakah mereka membantu menjelaskan lebih lanjut tentang prebiotik kehidupan di Bumi. “Simulasi skala waktu yang lebih panjang, baik kompresi kejutan maupun pelepasan setelah kompresi kejutan, bisa mengungkapkan mekanisme asam amino yang jauh lebih rumit,” katanya.

Sumber: Chemistry World
Referensi:
N Goldman et al, Nature Chemistry, 2010, DOI: 10.1038/nchem.827

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.