Diposting Senin, 13 September 2010 jam 11:38 pm oleh The X

Memurnikan Emas menggunakan bakteri

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 13 September 2010 -


Para peneliti menemukannya menyelimuti butiran emas di sebuah tambang di Queensland. Biofilm ini melarutkan emas yang diselimutinya. Akibatnya terbentuk ion emas beracun yang dapat menghancurkan dinding sel bakteri tersebut. Namun para bakteri melawan balik dengan mengubah ion tersebut menjadi partikel nano emas yang kemudian menggerombol menjadi kristal mirip tombak di sekitar permukaannya. Emas seperti ini jauh lebih murni daripada bijih emas aslinya. Bijih emas aslinya masih mengandung perak dan air raksa. Karena kemurnian emas buatan bakteri ini, para penambang semakin tertarik lagi. Para peneliti melaporkan temuan mereka di jurnal Geology. Para peneliti berspekulasi jika saja mereka mampu memodifikasi bakteri ini secara genetik sehingga mereka berpendar saat bekerja memurnikan emas, bakteri ini menjadi semakin bermanfaat, mereka bisa menjadi detektor logam yang hidup.

Emas produksi bakteri

Tidak mengherankan kalau bakteri memiliki kemampuan demikian. Mereka telah jutaan tahun berhadapan dengan lingkungan mereka sementara manusia hanyalah bayi yang belum lahir di hadapan para mikroba. Sangat menyenangkan kita bisa menemukan mereka sekarang. Sebelumnya sudah ada beberapa studi dimana biomolekul dapat dipakai untuk membuat rangkaian dan sebagainya. Itulah mengapa menggunakan biota untuk tujuan-tujuan kita lebih bijaksana daripada mekanisasi kasar yang meningkatkan polusi.

Referensi

1.Reith, F., Fairbrother, L., Nolze, G., Wilhelmi, O., Clode, P.L., Gregg, A., Parson, J.E., Wakelin, S.A., Pring, A., Hough, R., Southam, G., Brugger, J. 2010. Nanoparticle factories: Biofilms hold the key to gold dispersion and nugget formation. Geology, v. 38 no. 9 p. 843-846

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.