Diposting Jumat, 10 September 2010 jam 5:41 am oleh The X

Sandi Genetik Apel Terpecahkan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 10 September 2010 -


Itu lebih dari dua kali manusia atau ketimun. Apel adalah tanaman dengan gen terbanyak di bumi yang telah dihitung. Genomenya mencakup 600 juta pasangan basa, atau anak tangga di tangga putar DNA kita. Seperti buah pir, kerabatnya, apel memiliki 17 kromosom, namun buah-buahan lain mengandung hanya tujuh atau sembilan kromosom.

Ini menggugurkan teori evolusi! Aha. Tunggu dulu! Anda tahu salah satu jenis mutasi adalah duplikasi. Sekitar 40 juta tahun lalu, genom leluhur apel mengalami duplikasi.  Duplikasi besar ini diduga terjadi saat terjadi hujan meteor yang memusnahkan dinosaurus. Duplikasi adalah pelipatgandaan gen. Ini bagus bagi gen yang berfungsi penting, karena dengan demikian, saat satu gen rusak, ada gen duplikatnya yang bisa menggantikan. Lebih jauh lagi, gen duplikat dapat mengalami mutasi tanpa mengganggu gen asli. Gen duplikat ini bisa menghasilkan fungsi baru. Dan bila fungsi ini diambil oleh seleksi alam, aha, terjadilah evolusi. Spesies apel baru. Dan ilmuan sudah tahu kalau ini terjadi sekitar 40 juta tahun lalu.

Menurut Riccardo Velasco,  ilmuan dari Lembaga dan Pusat Inovasi Penelitian Pertanian San Michele all’Adige  Trento, Italia, apel tidak pernah kehilangan gen duplikatnya selama 40 juta tahun ini. Ia berduplikasi terus tanpa delesi. Delesi adalah jenis mutasi yang menghancurkan gen hingga lenyap.

Velasco bukan satu-satunya. Tim peneliti Velasco terdiri dari 84 orang selain beliau. Ia mempublikasikan genom apel Golden Delicious dalam jurnal Nature Genetics edisi 29 Agustus. Tim ini juga menemukan kerabat liar terdekat dari apel yang kita tanam adalah spesies Malus sieversii dari Asia Tengah tepatnya Kazakstan.

Penemuan ini memberi tanda kalau daerah tersebut adalah asal usul tanaman paling banyak di tanam di negara beriklim sedang. Nyam nyam.

Referensi

1.Velasco, R., Zharkikh, A., Affourtit, J., Dhingra, A., Cestaro, A., Kalyanaram, A., Fontana, P., Bhatnagar, S.K., Troggio, M., Pruss, D., Salvi, S., Pindo, M., Baldi, P., Castelletti, S., Cavaiuolo, M., Coppola, G., Costa, F., Cova, V., Ri, A.D., Goremykin, V., Komjanc, M., Longhi, S., Magnano, P., Malacarne, G., Malnoy, M., et al. The genome of the domesticated apple (Malus × domestica Borkh.) Nature Genetics 2010.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.