Diposting Kamis, 9 September 2010 jam 12:58 am oleh The X

Jumlah bulu domba, bintang di langit dan jumlah ikan di laut

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 9 September 2010 -


padahal sains aja tidak bisa menghitung jumlah bulu domba, jumlah bintang di langit, jumlah ikan di laut…..”

Apa iya?

Jumlah Bulu Domba

Bulu domba adalah serat alami dengan sifat yang unggul dibandingkan serat sintetis manapun. Ia dapat menyerap hingga 35% berat embun tanpa terasa basah, dan saat menyerap embun, dia menghasilkan panas. Serat buatan tidak memberikan panas saat menyerap embun. Bulu domba juga kuat. Ia isolator yang bagus. Ia menjebak udara di serabutnya sehingga domba merasa hangat di musim dingin dan merasa dingin di musim panas. Hal yang sama juga berlaku pada manusia. Makanya sudah sejak jaman prasejarah bulu domba dipakai untuk pakaian.

Nah, bagaimana menghitung bulu domba? Akan sangat tidak efektif kalau kamu menghitung satu demi satu bulunya. Yang harus kamu lakukan adalah menelusuri bulu itu sampai ke akarnya. Setiap bulu pasti punya akar. Akar ini berbatas pada sebuah bintik tempat bulunya keluar. Dari sini kamu tinggal menghitung jumlah titik akar bulu tersebut. Anyway, secara ilmiah, domba tidak memiliki bulu, tapi rambut. Semua mamalia memiliki rambut. Bulu dimiliki oleh burung. Oke, anggap saja bulu domba yang dimaksud teman saya itu rambut domba.

Kamu mungkin rela mencukur seluruh domba lalu menghitung bintik-bintik di badannya. Tapi sains sudah lebih lama, paling nggak awal tahun 1970an, melakukan itu pada beberapa puluh domba yang dipilih dengan hati-hati. Mereka membuat rumus pendekatan yaitu

SA = 0.09 x W^(0.67)

SA itu singkatan dari Surface Area, luas permukaan tubuh domba dalam meter persegi. W singkatan dari Weight yaitu berat dalam kilogram. Jadi kamu tinggal menimbang berat si domba, lalu memasukkannya ke rumus ini. Contoh, kalau kamu punya domba dan beratnya 60 kg, berarti luas permukaan tubuhnya 1.3983 meter persegi.

Kamu juga bisa menghitung luas permukaan tubuh kamu sendiri. Rumusnya memakai metode Mosteller, yaitu

SA = akar (Berat x tinggi / 3600)

Kalau berat kamu 60 kg dan tinggi kamu 170 maka luas permukaan kulit kamu adalah 1.68325 meter persegi.

Tebak ada berapa bulunya

Oke, jadi sudah tahu luas permukaan kulit, kamu tinggal ambil sampel untuk dihitung. Hal ini karena telah ditemukan kalau persebaran rata-rata akar bulu di kulit domba itu kurang lebih sama. Jumlah akar bulu tersebut antara 60 – 76 akar per milimeter persegi. Nah karena 1 meter persegi terdiri dari 1 juta milimeter persegi (lihat buku matematika SD) jadi ada sekitar 60 juta hingga 76 juta bulu per meter persegi. Untuk domba yang beratnya 60 kg dalam contoh kita di atas, berarti di badannya terdapat 83 – 106 juta bulu.

Kenapa gak pasti? Tergantung pada usia, jenis kelamin dan tipe kelahiran dari dombanya.

Jumlah Bintang di Langit

Nah, ini nih yang susah. Pertama bintang itu seperti mahluk hidup, ada umurnya. Jumlah bintang sekarang, bakalan beda dengan besok, karena antara sekarang dan besok, ada banyak sekali bintang yang mati dan lahir. Jadi jumlah yang ada sekarang, ya buat sekarang aja.

Para ilmuan sulit mengukur jumlah bintang karena ukuran alam semestanya sendiri masih belum pasti. Kalau di ibaratkan domba tadi, kita tidak tahu luas permukaan tubuhnya. Jadi yang kita tahu ya apa yang sudah kita ukur saja, bukan seluruhnya.

Nah, perhitungan jumlah bintang di alam semesta adalah 70 sekstilion bintang di alam semesta yang tampak. Itu artinya adalah 70 juta triliun, 7 dengan 22 angka nol mengikutinya. Ini loh, 70.000.000.000.000.000.000.000 biji bintang, dan matahari kita hanya salah satunya saja. Dan, ini  baru alam semesta yang tampak. Alam semesta itu ada dua bagian loh, yang tampak dan yang tidak tampak. Kenapa ada bagian yang tidak tampak? Karena alam semesta kita mengembang. Bagian terjauhnya melesat melebihi kecepatan cahaya sehingga kita gak bakalan pernah melihat apa yang ada di sana. Cahayanya gak bakalan nyampe ke kita sampai kapanpun.

Pengukuran ini berdasarkan survey potongan kecil langit saja. Seperti kita mengambil sampel yang paling mewakili dari alam semesta, terus membuat rata-ratanya. Tapi nilai ini sudah 10 kali lebih teliti dari jumlah bintang yang kita hitung sepuluh tahun lalu, tahun 90 an. Perhitungan ini dilakukan dengan mempelajari kecemerlangan beberapa galaksi dalam daerah dekat alam semesta pada satu arah. Dengan ini jumlah bintang dihitung lalu dipakai untuk seluruh alam semesta. Hasilnya ternyata lebih banyak bintang daripada jumlah pasir di semua pantai yang ada di bumi!

Anda tahu berapa jumlah pasir di Bumi? ada 7 sekstilion. Jumlah bintang kita adalah 10 kali lebih banyak. Anda tahu berapa jumlah gelas air yang bisa diambil dari samudera di Bumi? ada 6 sekstilion. Jumlah bintang kita sebelas kali lebih banyak.

Tentu saja, ini hanya jumlah total bintang dalam jangkauan teleskop kita. Jumlah total seluruhnya akan jauh, jauh lebih besar lagi, bahkan ada ilmuan yang mengatakan kalau jumlah bintang itu tak terhingga banyaknya.

Jumlah bintang dilangit adalah 70.000.000.000.000.000.000.000 buah

Teleskop tidak dapat melihat satu persatu bintang di galaksi terjauh. Resolusi teleskopnya terlalu lemah. Itu juga mengapa kita tidak dapat memotret jejak kaki Neil Armstrong di bulan. Struktur galaksi jauh juga kurang dipahami. Astronom tidak tahu kapan dan seberapa cepatnya bintang lahir di sebuah galaksi atau berapa banyak bintang yang ada id galaksi paling tua di alam semesta.

Banyak faktor lain yang menyulitkan usaha perhitungan bintang. Bintang lahir setiap saat, jadi jumlahnya tidak pernah tetap. Selain itu, saat teleskop melihat ke sebuah galaksi katakanlah 10 miliar tahun cahaya jauhnya, cahaya yang dideteksinya adalah cahaya yang meninggalkan galaksi itu 10 miliar tahun lalu. Galaksi tersebut tentunya sudah berubah sekarang dan astronom hanya bisa menebak bagaimana ia berevolusi – dan berapa banyak bintang yang bisa dikandungnya sekarang – dengan mempelajari galaksi yang lebih dewasa dan lebih dekat.

Para ilmuan juga masih kesulitan menghitung jumlah bintang di galaksi Bima Sakti kita. Nilainya antara 100 miliar hingga 300 miliar bintang. Dan satu yang pasti, kita tidak dapat melihat sebagian besar bintang yang ada di sana.

Di bawah naungan langit yang sangat gelap di daerah yang sangat terpencil di Bumi, paling banyak kita dapat melihat 8400 bintang di langit. Untuk lokasi rata-rata di bumi, hanya 2500 bintang yang bisa dilihat. Di kota yang sangat terang, jumlahnya malahan hanya beberapa puluh saja.

Jumlah Ikan di Laut

Menghitung jumlah ikan di laut juga bukan hal yang mudah. Ada dua cara menghitungnya, cara langsung dan tidak langsung.

Cara langsung

Ilmuan pergi ke laut dan memakai alat khusus untuk menghitung jumlah ikan. Di air yang dangkal, penyelam masuk ke air dan menghitung ikannya langsung. Cara lain adalah dengan menangkap ikan, memberinya sensor, lalu melepaskannya ke laut. Dari sensor itu bisa dihitung jumlah ikan yang ditemui sang ikan utusan ini. Cara yang lebih praktis adalah dengan menangkap ikan suatu saat, menghitung ikan yang bertanda dan yang tidak. Lalu dengan statistik menghitung ukuran populasi ikan. Cara langsung ini mahal, dan rumit jadi hanya dipakai untuk menghitung jumlah ikan yang penting dan mahal.

Cara tidak langsung

Ini lebih murah tapi yang paling tidak teliti. Sebagai contoh, bila kamu ingin tahu jumlah ikan di kolam kecil, kamu akan memakai tangguk kecil untuk mengambil sampel. Di awal, tingkat tangkapan mungkin banyak, tapi makin banyak di tangkap semakin sedikit. Jumlah tangkapan kamu mencerminkan jumlah ikan yang tersisa di kolam. Masalahnya kamu tidak tau jumlah ikan di kolam sebelum kamu ambil dengan jala. Bila kamu mengambil separuh jumlah asli, itu artinya jumlah ikan di kolam tinggal separuh.

Bagi ilmuan di bidang perikanan, kolam mereka adalah lautan. Itu sangat besar. Sensus kehidupan laut tahun 2010 ini mengungkapkan ada 230 ribu spesies di lautan. Ini jumlah spesies, bukan jumlah ikan. Mereka memakai banyak metode untuk menghitungnya. Mulai dari survey tangkapan, survey visual dengan penyelaman, pencitraan radar, mengayak dasar laut hingga dengan memancing. Semua dengan perhitungan matematika yang rumit dan hati-hati.

Ada 230 ribu spesies hidup di lautan

Kesimpulan

Ini adalah nilai-nilai yang mengagumkan. Betapa hebatnya dan gigihnya para ilmuan menghitungnya. Ia tidak datang lewat wahyu tapi lewat pemikiran dari spesies kita, lewat kecerdasan, lewat petualangan dan ketajaman teknologi. Beberapa mungkin mengajukan pertanyaan lalu saat sains menjawab secara tidak pasti, maka mereka bilang, lalu buat apa di banggakan? Sudah saya sebutkan kenapa kita bangga dengan sains. Sains buatan kita sendiri, ia terbangun lewat cucuran keringat para raksasa cerdas. Saat kamu membrowsing internet, sains membantu kamu dengan merancang berbagai teknologi yang membuat kamu mampu menjelajahi internet dan terkesan dengan, katakanlah, artis yang seksi. Hidupmu tidak dapat lepas dari sains. Lahirmu (Ilmu kebidanan), kawinmu (Keluarga Berencana) dan bahkan matimu (Kedokteran, Rumah Sakit). Ia juga menjanjikan masa depan yang jelas seperti Sel surya yang dapat memperbaiki diri sendiri.

Dan juga perlu diingat. Pertanyaan ada dua jenis, pertanyaan yang bermakna dan tidak bermakna. Jangan menuduh sains lemah karena tidak mampu menjawab pertanyaanmu. Mungkin saja pertanyaanmu yang salah, pertanyaan yang tidak bermakna. Ambil contoh pertanyaan tentang jumlah bulu domba, domba yang mana? Anak domba? Domba betina? Itu mengapa saat anda menyusun skripsi, tesis dan disertasi anda dikritik dosen pembimbing bila anda tidak merumuskan pertanyaan penelitian yang benar.

Referensi

  1. Berman, A. 2003. Effects of Body Surface Area Estimates on Predicted Energy Requirements and Heat Stress. Journal of Dairy Science, Vol 86 Issue 11, November 2003, pp. 3605-3610
  2. McCloghry, E., Foldes, A., Hollis, D., Rintoul, A., Maxwell, C., Downing, J., Baker, P., Kennedy, J. and Wynn, P. (1992), Effects of pinealectomy on wool growth and wool follicle density in Merino sheep. Journal of Pineal Research, 13: 139–144.
  3. Mosteller RD. Simplified Calculation of Body Surface Area. N Engl J Med. 1987 Oct 22;317(17):1098. (letter)
  4. Number of visible stars put at 70 sextillion,
    ABC, 25 Jul 2003
  5. Census of Marine Life

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.