Diposting Rabu, 8 September 2010 jam 9:16 pm oleh The X

Bukti Evolusi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 8 September 2010 - Dalam artikel ini anda akan mempelajari bukti ilmiah yang mendukung doktrin perubahan mahluk hidup selama miliaran tahun sejarah Bumi.


Evolusi membahas mengenai perubahan beraturan yang membentuk Bumi dan memodifikasi spesies hidup yang tinggal di dalamnya. Evolusi adalah penggabungan antara sains biologi dan fisik yang memberikan data pendukung yang membenarkan fakta kalau seiring berjalannya waktu, perubahan besar terjadi di interior bumi dan permukaannya, disertai modifikasi iklimnya. Semua perubahan di bumi digolongkan sebagai perubahan non biologis atau evolusi inorganik. Perubahan yang terjadi pada mahluk hidup dikenal sebagai perubahan biologis atau evolusi organik.

Bukti kalau evolusi – perubahan bertahap seiring berjalannya waktu – telah terjadi pada mahluk hidup diberikan dari banyak sains dan memuat fakta dari catatan geologi, informasi dari studi fosil, bukti dari studi sel, biokimia, anatomi komparatif dan radiasi adaptasi. Masih banyak bukti lainnya dan anda bisa melihat artikel kami yang lain mengenai cara meruntuhkan teori evolusi.

Catatan Geologis

Lihat tabel 1 dibawah mengenai Skala Waktu Geologis. Skala ini dibaca dari bawah ke atas karena mewakili usia Bumi sebagaimana ditentukan oleh lapisan batuan di bumi. Ahli geologi percaya kalau bumi berusia 4.5 hingga 5 Miliar tahun. Usia bumi diukur lewat proses yang disebut penandaan radioaktif. Perhatikan tabel ini, usia bumi terbagi menjadi empat Masa , bukan Enam Masa.

Tabel 1. Skala Waktu Geologis

MasaPeriodeEpochJuta tahun laluIklim dan kehidupan
KENOZOIKUMKuaternerResen0.01Indonesia modern; Empat zaman es; Homo sapiens
Pleistosen2.5Jakarta, Bandung dan Pontianak di Daratan Sunda; Peningkatan populasi tanaman perdu; Homo pertama; Equus, kuda dengan satu jari
TersierPliosen7Bandung tenggelam kembali dalam Geosinklin Burma-Sumatra-Djawa; iklim Dingin; kera hominoid; manusia pertama; Pliohippus, kuda berjari tiga
Miosen26Jakarta kembali naik dan menyatu dengan Bandung sekaligus Pontianak di Daratan Sunda karena selat Jawa telah menjadi daratan kembali; Hutan berkurang; dominasi angiospermae; Merychippus, kuda tanpa jari pertama dan kelima
Oligosen38Jakarta tenggelam di selat antara daratan Sunda dan daratan Jawa. Bandung muncul ke permukaan. Pontianak tetap di Daratan Sunda. Dominasi mamalia di daratan (kera anthropoid, ungulata, paus) dan juga burung serta serangga; Mesohippus, kuda dengan jari pertama dan kelima yang kecil
Eosen54Jakarta naik ke permukaan dan satu daratan dengan Pontianak, Bandung masih tenggelam; Cuaca sedang hingga tropis; Hyrachoterium, kuda kecil dengan lima jari
Paleosen65Karnivora dan primata pertama
MESOZOIKUMKretasius (Kapur)136Pontianak naik ke permukaan dan bergabung dengan Daratan Sunda, Jakarta dan Bandung masih tenggelam; Kebangkitan angiosperma; penurunan gymnosperma; kepunahan dinosaurus; radiasi besar serangga kedua
Yura190Eropa tertutup samudera; Jakarta dan Bandung tenggelam kembali,  Pontianak masih berada di bawah air; paku biji terakhir; dominasi gymnosperma; dominasi reptil; asal usul burung; dinosaurus melimpah
Trias225Daratan Sunda berpisah dengan Daratan Australia, Jakarta dan Bandung berada di daratan Sunda, Pontianak masih tenggelam; Daerah kering dan pegunungan yang luas; dominasi gymnosperma di daratan; dinosaurus pertama; mamalia pertama
PALEOZOIKUMPerm280Glasier di belahan bumi selatan;  Jakarta dan Bandung berada di daratan Australia, Pontianak masih tenggelam di Palung Anambas; konifer, pakis haji dan ginkgo pertama; reptil menyebar; penurunan populasi amfibi; kepunahan trilobita
KarbonPensilvanian

Mississippian

345Seluruh indonesia berada di satu daratan besar Australia kecuali pontianak dan laut banda; iklim subtropis; rawa; hutan asal batu bara; gymnosperma, paku, sfenopoid, likopsid, reptil berevolusi; dominasi amfibi; serangga pertama; jamur
Devon395Seluruh indonesia di daratan kecuali pontianak yang tenggelam akibat perpanjangan selat malaka terus menembus ke tengah pulau Kalimantan; trakeofita primitif; asal ususl tanaman berbiji pertama; liverwort pertama; zaman ikan dan hiu
Silur430Seluruh Indonesia kecuali Papua berada di benua Aequinoctia; Papua berada di bawah air, yaitu Palung Papua; tanaman berpembuluh pertama; arthropoda muncul di daratan
Ordovisium500Iklim sedang; lautan menutupi sebagian besar benua; tanaman menginvasi daratan; ganggang laut berlimpah; ikan tanpa rahang ber evolusi
Kambria570Ganggang laut primitif; invertebrata laut dalam jumlah besar
PRAKAMBRIABumi mendingin; lautan dangkal; eukariota ber evolusi; cyanobakteria; bakteria.

Para ilmuan telah menentukan kalau unsur tertentu meluruh dengan mengeluarkan radiasi secara spontan dan pada kecepatan tetap. Unsur tersebut disebut radioaktif. Dalam proses memancarkan radiasi, zat radioaktif berubah menjadi zat lain. Sebagai contoh, uranium-238 berubah menjadi timbal. Waktu-paruh U-238, tingkat dimana separuh massa uranium dalam sampel batuan berubah menjadi timbal, adalah 4,5 miliar tahun. Tingkat peluruhan Uranium tidak dipengaruhi oleh kondisi kimia atau fisika apapun. Karenanya dengan mengukur rasio uranium-timbal di sampel batuan, ilmuan dapat memperkirakan usia batuan tersebut.

Pengukuran batuan tertua di Bumi menunjukkan kalau usianya 3 miliar tahun. Dengan pengetahuan kita pada waktu terbentuknya batuan yang asli, para ahli geologi menambah 2 miliar tahun lagi, sehingga tiba pada 4.5 hingga 5 miliar tahun sebagai perkiraan usia bumi.

Bukti Fosil

Fosil adalah sisa-sisa tanaman dan hewan yang terlestarikan. Mereka sering ditemukan di batuan endapan, yang terbentuk dengan penumpukan perlahan atau sedimentasi. Usia fosil ditentukan dengan pengukuran karbon. Fosil tanaman atau hewan sampel di uji rasio karbon radioaktif (carbon 14) dengan karbon non radioaktif (carbon 12). Dengan menggunakan tingkat peluruhan karbon 14 menjadi karbon 12, usia fosil dapat ditentukan.

Catatan fosil yang tersimpan dalam lapisan batuan endapan memberikan bukti yang sah mengenai perubahan spesies hewan dan tanaman. Semakin jauh dibawah batuan, semakin tua usia fosil. Lapisan atas mengandung sisa fosil yang lebih baru dan lebih rumit. Bagian keras hewan, seperti cangkang atau kerangka, menjadi fosil di endapan keras batuan. Cetakan, jejak atau gumpalan merupakan tipe fosil lainnya, yang dihasilkan oleh mahluk hidup saat berjalan, berlari atau tubuhnya sendiri.

Tahun 1998, Wes Linster (14 tahun) menemukan kerangka hewan prasejarah bersayap yang hampir sempurna saat ia berburu fosil di Montana. Para ilmuan memperkirakan kalau predator mirip burung ini hidup lebih dari 75 juta tahun lalu. Dinosaurus ini (gambar 1) diberi nama Bambiraptor feinbergi, menunjukkan kalau ia masih anak-anak dan belum mencapai ukuran tubuh sepenuhnya. Ia memiliki otak yang besar, sternum mirip burung, dan lengan mirip sayap. Fosil ini langka karena lengkap tanpa kehilangan satu tulangpun. Fosil lain yang menunjukkan adanya transisi antara dinosaurus dan burung yang ditemukan dalam sepuluh tahun terakhir adalah : fosil Anchiornis huxleyi dari provinsi Liaoning, China, serta Longicrusavis houi juga dari China.

Tipe fosil lainnya juga memberi bukti spesies purba. Amber adalah getah pohon yang mengeras. Serangga terjebak dalam getak lengketnya dan terlestarikan saat getah tersebut menjadi amber. Es telah melestarikan hewan yang cukup besar, seperti mammoth wol, yang mungkin terjebak glasier di Siberia. Cetakan daun terlestarikan di batu bara saat ia terbentuk. Petrifikasi, penyerapan materi mineral oleh tanaman dan hewan yang telah mati, melestarikan spesies tersebut dalam bentuk batu. Tumpukan fosil pohon yang dijual di berbagai tempat di Sukabumi dan  diambil dari hutan gunung berapi merupakan contohnya. Fosil harimau gigi pedang telah ditemukan di cekungan aspal cair di La Brea, Los Angeles.

Dr. Dan Gebo dan tim penelitinya mengungkapkan sisa fosil dari sebuah primata yang sangat kecil – sedemikian kecil sehingga ia dapat masuk ke telapak tangan. Walau begitu, fosil ini dinamakan Eosimias, yang berarti monyet fajar (Gambar 2). Eosimias adalah penghubung yang mungkin antara prosimian (primata bawah) dan anthropoid (primata atas). Tulang ini ditemukan di China. Diyakini kalau primata purba bermigrasi dari Asia ke Afrika, dimana mereka ber evolusi menjadi baboon dan simpanse.

Gambar 1. Bambiraptor, sebuah dinosaurus bersayap pra sejarah yang hidup 75 juta tahun lalu

Gambar 2. Representasi jalur antara Eosimias dan anthropoidea, termasuklah manusia

Bukti dari Studi Sel dan Biokimia

Sel semua mahluk hidup memiliki struktur yang dapat dibandingkan karena berfungsi sama. Semua sel eukariota memiliki selaput sel, inti (kecuali sel darah merah dewasa), sitoplasma dengan mitokondria penghasil energi, dan ribosom dimana protein dibuat. Fakta kalau semua sel mahluk hidup memiliki struktur yang sama dan berfungsi sama menunjukkan kalau ada kesatuan evolusioner pada semua mahluk hidup. Jika evolusi tidak terjadi, tentu setiap spesies di bumi ini memiliki keanekaragaman struktur fungsional di tingkat sel, hal ini mungkin saja terjadi, tapi ternyata tidak ditemukan.

Di tingkat molekuler, ada kesamaan pada materi genetik sel. Gen yang sama mengarahkan pembentukan struktur sel yang sama dan protein yang sama. Sebagai contoh, insulin dihasilkan di pankreas babi, sama dengan dengan insulin manusia sehingga insulin yang diproduksi pankreas babi dipakai untuk perawatan penderita diabetes. Ini berarti kalau manusia dan babi memliki molekul DNA yang sangat mirip. Tidaklah aneh kalau hewan dari berbagai spesies mensintesa protein yang sama di alam. Primata (termasuk manusia dan kera) serta guinea pigs menunjukkan jenis hubungan biokimia yang aneh. Mereka adalah satu-satunya vertebrata yang tidak dapat membuat vitamin C dari karbohidrat.

Mungkin saja bagi alam untuk menjadikan DNA manusia berbeda mutlak dengan DNA babi, katakanlah DNA babi memiliki basa yang berbeda dari DNA manusia. Tapi semua mahluk hidup di bumi memiliki DNA yang basanya semua sama: adenin, guanin, sitosin, timin. Ini bukti kalau evolusi terjadi dari satu leluhur purba.

Bukti dari anatomi komparatif

Studi komparatif struktur tulang dan sistem tubuh hewan dari beragam filum menunjukkan sejumlah besar kesamaan. Bukti yang lebih jelas terletak pada perbandingan anatomi primitif dan modern. Karakter primitif adalah karakter yang ada sebelum karakter modern. Primitif tidak harus lebih sederhana,  karena hilangnya sebuah struktur atau kerumitan juga termasuk perubahan. Primitif dan modern hanya dapat berguna saat kita merujuk pada bagian tertentu karakter tersebut, dan sebuah karakter dapat primitif di satu hal dan modern dalam hal lainnya.

Perkembangan kuda modern adalah salah satu bentuk yang paling lengkap dalam fosil. Peningkatan ukuran tubuh terlihat jelas seiring berjalannya waktu saat bentuk primitif memunculkan spesies modern yang lebih besar.

Saat ukuran tubuh meningkat dari Hyracotherium terkecil di zaman Eosen (sekitar 50 juta tahun lalu) hingga Equus yang terbesar (kuda modern), terdapat penurunan kerumitan pada tulang kaki. Seluruh berat kuda sekarang bertopang pada jari ketiga, sementara jari lainnya begitu kecil dan tidak banyak bermanfaat.

Gambar 3. Evolusi Kuda

Bukti dari radiasi adaptasi

Radiasi adaptasi terjadi saat sebuah bentuk primitif sebuah spesies berkembang menjadi sejumlah besar bentuk modern, masing-masing teradaptasi dengan kondisi lingkungan tertentu. Salah satu contoh terbaik radiasi adaptasi adalah burung finch Darwin dari kepulauan Galapagos. Kepulauan Galapagos adalah sekelompok pulau di Samudera Pasifik yang berjarak 965 kilometer di barat Ekuador. Setiap pulau memiliki iklim mikronya sendiri dengan flora dan fauna berbeda.

Ahli biologi Charles Darwin mengunjungi Kepulauan Galapagos pada abad ke-19. Ia menemukan kalau tiap pulau memiliki tipe finch nya sendiri-sendiri. Mereka teradaptasi untuk makan makanan tertentu yang ada di pulaunya. Semua finch hanya berbeda sedikit satu sama lain dan dari burung finch primitif yang ada di daratan Amerika Selatan.

Darwin menyarankan kalau individu tertentu di tiap pulau memiliki keuntungan bertahan hidup bila mereka lebih baik dalam makan makanan yang tersedia di tempatnya. Selama banyak generasi, finch ini bertambah jumlahnya, dan karena mereka terisolasi dari finch di pulau lain, mereka pada akhirnya menjadi spesies yang berbeda.

Gambar 4. Pohon evolusi Finch Darwin

Referensi

  1. Dongyu Hu, Lianhai Hou, Lijun Zhang, Xing Xu. A pre-Archaeopteryx troodontid theropod from China with long feathers on the metatarsus. Nature, 2009;
  2. Edwards, G.L. 2000. Biology: The Easy Way. Barron’s Educational Series, Inc
  3. Fucheng Zhang, Stuart L. Kearns, Patrick J. Orr, Michael J. Benton, Zhonghe Zhou, Diane Johnson, Xing Xu, and Xiaolin Wang. Fossilized melanosomes and the colour of Cretaceous dinosaurs and birds. Nature, 27 January 2010
  4. O’Connor, J. K., K-Q Gao, and L. M. Chiappe. A New Ornithuromorph (Aves: Ornithothoraces) Bird from the Jehol Group Indicative of Higher-Level Diversity. Journal of Vertebrate Paleontology, 2010; 30 (2): 311-321
  5. Price, G. 2006. Biology: An Illustrated Guide to Science. The Diagram Group
  6. Quick et al. Cardio-pulmonary anatomy in theropod dinosaurs: Implications from extant archosaurs. Journal of Morphology, 2009;
  7. R. L. Nudds, G. J. Dyke. Narrow Primary Feather Rachises in Confuciusornis and Archaeopteryx Suggest Poor Flight Ability. Science, 2010; 328 (5980): 887
  8. Sukandarrumidi., Datun, M. 1980. Geologi Sejarah 2. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.