Diposting Minggu, 5 September 2010 jam 5:31 pm oleh The X

Ada berapa lapisan bumi?

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 5 September 2010 -


Bila lapisan langit di klaim ada tujuh, berapa lapisan bumi? well. Coba tebak. Tujuh juga. Tujuh memang angka favorit. Atau mungkin mengatakan delapan terlalu banyak. Tujuh itu keren, ganjil, prima dan mudah di ingat.

Jadi katanya ada tujuh lapis bumi dan katanya baru saja ditemukan dalam sains modern. Tentunya tanpa referensi ilmiahnya, tentang siapa yang mengatakan demikian dan bagaimana menelitinya. Oke, inilah dia tujuh lapisan bumi yang dikatakan tersebut.

  1. Litosfer
  2. Mantel atas
  3. Mantel tengah
  4. Mantel bawah
  5. Lapisan D
  6. Inti luar
  7. Inti dalam

Lihat ada tujuh lapisan bumi. Ini nih linknya. Benar bukan?

Tambang emas TauTona di Carletonville, Afrika Selatan sedalam 3.9 kilometer

Well, mari kita biarkan sains maju. Siap. Sekarang, mengetahui lapisan bumi itu beda dengan mengetahui lapisan atmosfer. Atmosfer bersifat transparan dan bisa dijelajah dengan pesawat, tanah tidak.  Apa yang diketahui ilmuan merupakan bukti tidak langsung dengan menggunakan seismometer dan berbagai perangkat penginderaan lainnya. Dan sekarang inilah yang kita ketahui mengenai lapisan yang ada di bumi. Mari kita hitung:

Lapisan 1 : Kerak Bumi

Disinilah kita hidup. Tapi ia tidak jauh ke bawah sana. Hanya sekitar 10 kilometer saja kalau di bawah samudera dan 50 kilometer kalau di bawah benua. Suhunya meningkat semakin kita masuk ke dalam. Di dasar tambang terdalam di dunia, yang ada di Afrika Selatan, suhu mencapai 55 derajat Celsius.

Lapisan 2 : Mantel

Saat anda jauh menyelam ke dalam tanah, pada akhirnya kamu akan bertemu dengan lava. Cairan inilah yang keluar saat gunung berapi meletus. Ia ada di bawah semua tempat di bumi. Inilah lapisan kedua kita, lapisan mantel. Sebuah lapisan dimana batuan padat menjadi seperti plastik. Lapisan mantel dalamnya hingga 2900 kilometer ke bawah telapak kaki kamu.

Lapisan 3 : Inti Luar

Bayangkan kamu punya kapal penembus bumi yang mampu bertahan pada tekanan dan suhu di mantel. Kapal ini menembus lava dengan mudah. Semakin dalam dan dalam. Kamu akan bertemu lava jenis baru. Lava yang bukan dari batuan, tapi dari logam. Yup. Tepatnya besi. Lautan besi cair. Inilah lapisan ketiga kita, inti luar dari planet bumi.

Lapisan 4 :  Inti Dalam

Terus kapal penembus bumi masuk ke dalam lautan besi cair dan tiba-tiba kapalmu terhenti. Kamu menghantam sesuatu yang keras di dalam lautan besi cair. Ini adalah besi padat. Bayangkan bumi ini dikuliti satu demi satu. Pada akhirnya, kamu akan mendapatkan sebuah bola besi raksasa. Bola besi raksasa ini suhunya 4000 – 5000 derajat Celsius. Bukankah kalau besi seharusnya ia sudah mencair? Memang ia akan jadi cair, jika tidak ada inti luar, mantel dan kerak. Tekanan dari atas menindihnya sangat kuat sehingga ia bahkan tak mampu mencair. Suhunya tetap tinggi tapi ia tidak dapat bergerak ke mana-mana. Di himpit dari segala arah. Massa inti ini sangat kecil, hanya 1.7% massa planet bumi seluruhnya.

Lapisan Litosfer terdiri atas kerak dan mantel atas

Ya sudah itu saja. Itu saja lapisan bumi.  Empat lapis langit dan empat lapis bumi. Dari luar angkasa ke inti bumi jadinya : Eksosfer, Ionosfer, Stratosfer, Troposfer, Kerak, Mantel, Inti Luar dan Inti dalam.

Inilah lapisan bumi yang nyata

Jika kamu lihat pada tujuh lapis bumi di atas, kamu menemukan dua lapisan aneh dan tiga lapisan wajar. Dua lapisan aneh ini adalah Lapisan D dan litosfer. Lapisan D itu apa? Discontinuity katanya. Siapa penemunya? Apa ada lapisan lain? Tidak diberi tahu. Selanjutnya litosfer, dimana litosfer? Litosfer itu sebenarnya bagian yang mencakup kerak bumi ditambah mantel atas. Ilmuan menggabungkannya menjadi litosfer karena sifatnya yang dinamis, seperti kertas dipermukaan air. Litosfer yang menjadi lempengan lempengan tektonis yang menyebabkan gempa.  Jika kamu sudah meletakkan litosfer dalam lapisan bumi, maka mantel atas tidak perlu ada lagi. Langsung ke mantel tengah  atau istilah geologisnya, Astenosfer. Tapi, uhm, itu akan membuat lapisan bumi kita bukan tujuh, tapi enam. Hehe.

Tapi tetap juga ada lapisan mantel atas. Ditambah mantel tengah dan mantel bawah. Tiga lapisan mantel ini pada dasarnya sebuah transisi yang sulit dibedakan dan dibagi semata untuk kemudahan saja. Yang dekat kerak dikatakan mantel atas, yang dekat inti dikatakan mantel bawah. Yang di tengah-tengah, ya mantel tengah. Perbedaan antara lapisan mantel ini tidak setajam perbedaan antara inti luar dan inti dalam.

Penelusuran lebih jauh tentang lapisan D di atas mengungkapkan kalau lapisan itu benar-benar ada! Namanya 660-kilometer discontinuity. Lapisan ini adalah tempat dimana mineral dalam mantel menjadi mineral yang lebih padat karena tekanan telah menjadi cukup besar. Apakah adanya lapisan ini membuktikan kalau bumi tujuh lapis? You know : Kerak, mantel atas, mantel tengah, mantel bawah, lapisan D, inti luar, inti dalam. Ada tujuh!

Wait. Bila kita memasukkan 660-kilometer discontinuity yang menjadi batas antara mantel dan inti luar, kita juga harus memasukkan lapisan batas antara  kerak dan  mantel. Anda tidak boleh asal ambil seperti itu. Dan lapisan antara kerak dan mantel memang ada, namanya lapisan  Moho atau Mohorovicic discontinuity.  Ia berada pada kedalaman dari 5 hingga 70 kilometer di bawah kerak (Tergantung kedalaman kerak) dan tentunya, sebelum mantel. Haaa! Jadinya ada delapan lapisan. Tunggu saja ilmuan menemukan lapisan antara inti luar dan inti dalam. Jadinya sembilan lapisan. weleh

Referensi

  1. Borrero, F., Hess, F.S., Hsu, J. Kunze, G., Leslie, S.A., Letro, S., Manga, M., Sharp, L., Snow, T., Zike, D., National Geographic. Earth Science: Geology, the Environment, and the Universe. McGraw Hill, 2008
  2. Thompson dan Turk. Introduction to Physical Geology. 2003.
  3. Moore, S.P. Atlas of the Universe. Philip’s, 2006

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.