Diposting Jumat, 3 September 2010 jam 7:20 pm oleh The X

Sakit saat Menstruasi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 3 September 2010 -


Menstruasi sendiri adalah pengeluaran sel telur disertai cairan penyertanya dari tubuh wanita bila sel telur tersebut tidak dibuahi. Siklus ini terus berlanjut hingga saat sang wanita menikah dan melakukan fertilisasi, dimana sel telur tersebut bertemu sperma dan memulai proses pembelahan sel menjadi janin.

Kita tidak dirancang dengan cerdas oleh alam, dan karenanya saat menstruasi, wanita kadang mengalami rasa sakit. Walau mayoritas mengalami rasa sakit minor, ada sedikit yang mengalami rasa sakit yang cukup parah sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari dan memerlukan perawatan. Keram menstruasi ini disebabkan oleh kontraksi dari rahim saat menstruasi. Pada kasus yang lebih ekstrim, yang oleh para ahli disebut dismenorrhea, rahim berkonstraksi semakin sering, menyebabkan rasa sakit yang parah. Saat dismenorrhea terjadi, bukan hanya rasa sakit, tapi scan otak juga menunjukkan adanya perubahan materi abu-abu di otak wanita. Penyebabnya adalah peningkatan taraf hormon vasopressin di darah. Hormon ini sendiri berperan dalam mengatur kontraksi rahim. Dengan memblokir hormon ini, para ilmuan dapat menghilangkan gejala dismenorrhea.

Dismenorrhea mempengaruhi antara 45 hingga 90 persen wanita. Dismenorrhea baru satu efek samping yang mungkin muncul dari menstruasi. Masih ada rasa sakit di perut dan punggung, gejala nausea, mual, berkeringat dan pusing, serta gangguan pendarahan (1% populasi) yang bila diabaikan bisa membawa pada kematian (dalam kasus paling ekstrimnya). Wanita sendiri meningkat 28 persen kemungkinan mengalami migrain saat dua hari pertama menstruasi dan ini mengapa wanita lebih mungkin (70 %) mengalami migrain dari pada pria (30%).

Tahapan menstruasi

Selama ini untuk perawatannya, wanita mengkonsumsi obat anti pendarahan, obat penghilang rasa sakit, dan kontrasepsi oral yang menghentikan menstruasi.  Tapi cara ini hanya efektif untuk dua pertiga populasi. Sepertiganya entah kenapa tidak mengalami efek positifnya. Dan masih ada juga efek samping dari perawatan ini, yaitu perubahan mood dan adanya rasa kesal.

Untungnya ada obat herbal dari China yang mampu meredakan rasa sakit ini. Saya tidak sedang jual obat. Obat ini sudah dipakai berabad-abad di China sendiri.  Ramuan sinsang (sinshe) ini dapat anda temukan di toko obat herbal (tradisional) China di kota anda.

Setelah menstruasi, rasa sakitnya hilang. Hormon estrogen meningkat dan membantu meregenerasi pembuluh darah yang rusak karena pecah saat haid.

Kenapa tidak menghilangkan menstruasi itu sendiri? Bukan masalah bisa atau tidak bisa, tapi apakah anda mau? Dua pertiga wanita ternyata memang mau seandainya ada cara yang super aman dan tanpa efek samping. Menstruasi dikendalikan oleh hormon kelamin yang kemudian pada gilirannya dikendalikan oleh dua gen, satu di kromosom 6 dan satu di kromosom 9. Tidak adanya menstruasi (padahal tidak hamil) atau memanjangnya periode menstruasi merupakan tanda mulai tidak suburnya wanita. Hal ini terutama dirasakan oleh olahragawan wanita. Mungkin bila anda mau mengambil resikonya, anda bisa menjadi olahragawan.

Tapi tunggu, obat yang tidak beresiko memang ada. Obat ini diproduksi oleh Wyeth Pharmaceuticals dengan nama Lybrel. Ia terdiri dari 20 mikrogram etinil estradiol dan 90 mikrogram levonorgestrel. Ia dapat meredam menstruasi hingga satu tahun lamanya. Tapi tampaknya kontrasepsi oral ini hanya boleh dikonsumsi oleh wanita berusia 18 tahun ke atas. Sesungguhnya ini adalah pil pengendali kehamilan. Sudah lama bukan anda mendengarnya. Dan, ada nilai tambahnya juga. Wanita asma dapat lebih lega, walaupun asma bukan merupakan gejala yang timbul akibat menstruasi. Tapi, penggunaan obat ini hanya efektif bila memakai resep dokter. Asal-asalan memakannya bisa meningkatkan resiko stroke dan sementara kemungkinan untuk merasakan manfaat dari obat tersebut menjadi kecil. Dan satu lagi, nafsu anda untuk memilih pasangan akan menurun. Jika anda tidak jomblo sih gak masalah.

Referensi

  1. Alvergne et al. Does the contraceptive pill alter mate choice in humans? Trends in Ecology and Evolution, October 2009
  2. James et al. Von Willebrand disease and other bleeding disorders in women: Consensus on diagnosis and management from an international expert panel. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 2009;
  3. John R B Perry, Lisette Stolk, Nora Franceschini, Kathryn L Lunetta, Guangju Zhai, Patrick F McArdle, Albert V Smith, Thor Aspelund, Stefania Bandinelli, Eric Boerwinkle, Lynn Cherkas, Gudny Eiriksdottir, Karol Estrada, Luigi Ferrucci, Aaron R Folsom, Melissa Garcia, Vilmundur Gudnason, Albert Hofman, David Karasik, Douglas P Kiel, Lenore J Launer, Joyce van Meurs, Michael A Nalls, Fernando Rivadeneira, Alan R Shuldiner, Andrew Singleton, Nicole Soranzo, Toshiko Tanaka, Jenny A Visser, Michael N Weedon, Scott G Wilson, Vivian Zhuang, Elizabeth A Streeten, Tamara B Harris, Anna Murray, Tim D Spector, Ellen W Demerath, André G Uitterlinden & Joanne M Murabito. Meta-analysis of genome-wide association data identifies two loci influencing age at menarche. Nature Genetics, May 17, 2009

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.