Diposting Jumat, 3 September 2010 jam 4:37 pm oleh The X

Resep Rahasia Air di antariksa ditemukan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 3 September 2010 -


Bintang ini sedang sekarat dan tubuhnya dikelilingi oleh uap air. Say what? Uap air? Yap. Sebuah awan uap air panas raksasa. Bintang ini adalah CW Leonis atau lebih dikenal secara teknis dengan nama IRC+10216.  Bintang ini sudah demikian tuanya hingga ia diberi gelar bintang karbon. Bintang karbon artinya bintang tersebut sudah kehilangan banyak sekali unsur kimia yang lebih ringan dari karbon seperti hidrogen dan helium. Hidrogen dan helium tersebut lenyap karena pembakaran nuklir menjadi unsur yang lebih berat. Terus menerus hingga pada akhirnya atom keturunannya menjadi karbon.

Sebelumnya para ilmuan mengira kalau awan (beneran awan loh, karena terbuat dari air) ini berasal dari komet yang menguap. Bisa juga yang diuapkan adalah  planet air yang cebol. Teori ini bermasalah karena uap air tersebut bukannya dingin, tetapi panas. Seharusnya dingin bila memang berasal dari komet.

Sekarang perangkat PACS dan SPIRE di observatorium antariksa inframerah Herschel milik ESA (NASA nya uni eropa) menemukan kalau penyebabnya sebenarnya adalah sinar ultra violet. Sinar ultraviolet yang menjadi kunci pembentukan air di antariksa. Sensitivitas luar biasa perangkat Herschel mampu mengungkapkan kalau air yang ada di sekitar IRC+10216 memiliki rentang suhu antara – 200 celsius hingga 800 celsius. Semakin mendekati bintang, suhu uap air menjadi semakin tinggi. Ini membuktikan kalau ia terbentuk jauh lebih dekat ke bintang daripada yang mampu dicapai komet.

IRC+10216 adalah sebuah bintang raksasa merah. Ukurannya ratusan kali ukuran matahari, walaupun massanya hanya beberapa kali saja massa matahari. Kalau kita mengganti matahari kita dengan IRC+10216 maka ia akan memakan ruangan hingga ke orbit Mars. Jaraknya 500 tahun cahaya dari bumi dan merupakan benda paling terang dalam panjang gelombang 5 mikron. Hal ini karena ia diselubungi oleh selubung debu raksasa yang menyerap hampir semua radiasi tampaknya dan memancarkannya kembali dalam cahaya inframerah. Dalam selubung inilah uap air berhasil ditemukan. Jadi bagaimana uap air ini bisa ada di sana?

Decin et al menganalisa petunjuk utamanya yang ditemukan oleh Herschel. Pengamatan telah menunjukkan adanya struktur bergelembung dalam selubung debu di sekitar IRC+10216. Herschel menemukan adanya jejak air dalam spektrumnya. Penemuan ini menyadarkan para ilmuan kalau cahaya ultraviolet dari bintang sekitar dapat mencapai jauh ke dalam selubung ini, menelusup di antara gelembung dan memecah molekul-molekul seperti karbon monoksida dan silikon monoksida, dan melepaskan atom oksigen. Atom oksigen ini sendiri menempelkan dirinya dengan molekul hidrogen dan membentuk air.

Citra debu di bintang karbon IRC 10216

Di bumi, senyawa karbon dan air adalah kunci kehidupan. Sekarang, berkat penemuan Herschel, kita tahu kalau keduanya dapat terbentuk di IRC+10216, dan bahwa bumbu rahasia air adalah cahaya ultraviolet dari bintang di sekitarnya.

Referensi

  1. Crosas, M., Menten, K.M. 1997 Physical Parameters of the IRC +10216 Circumstellar Envelope: New Constraints from Submillimeter Observations. Astrophysical  journal 483 913
  2. L. Decin, J. Cernicharo, M. J. Barlow, P. Royer, B. Vandenbussche, R. Wesson, E. T. Polehampton, E. De Beck, M. Agúndez, J. A. D. L. Blommaert, M. Cohen, F. Daniel, W. De Meester, K. Exter, H. Feuchtgruber, J. P. Fonfría, W. K. Gear, J. R. Goicoechea, H. L. Gomez, M. A. T. Groenewegen, P. C. Hargrave, R. Huygen, P. Imhof, R. J. Ivison, C. Jean, F. Kerschbaum, S. J. Leeks, T. Lim, M. Matsuura, G. Olofsson, T. Posch, S. Regibo, G. Savini, B. Sibthorpe, B. M. Swinyard, B. Tercero, C. Waelkens, D. K. Witherick and J. A. Yates. 2010. Silicon in the dust formation zone of IRC?+10216. Astronomy and Astrophysics Volume 518, July-August 2010
  3. 3. Willacy, K; Cherchneff, I. 1998. Silicon and sulphur chemistry in the inner wind of IRC+10216. Astronomy and Astrophysics, v.330, p.676-684 (1998)
The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.