Diposting Rabu, 1 September 2010 jam 4:42 am oleh The X

Peran bakteri bagi manusia

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 1 September 2010 -


Bakteri dan Penyakit

Beberapa spesies bakteri menyebabkan penyakit pada manusia, hewan dan tanaman; bakteri ini disebut bakteri patogen. Penyakit sendiri adalah setiap kondisi yang mengganggu fungsi normal sel tubuh dan mencegah tercapainya proses biokimia tertentu. Saat bakteri patogen menyerang jaringan tubuh, mereka menghasilkan akibat-akibat yang mengubah lingkungan sel.

Ada tiga cara dimana lingkungan sel dapat diubah dan menghasilkan kondisi penyakit. Salah satunya dengan jumlah yang terlalu banyak. Bila bakteri jumlahnya terlalu banyak, ia dapat mengganggu fungsi sel. Sebagai contoh, Escherichia coli, batang gram-negatif yang secara normal hidup di usus manusia. Ia akan menyebabkan penyakit jika jumlahnya terlalu banyak. Cara lain adalah dengan penghancuran sel dan jaringan. Cara ketiga bakteri memberi penyakit adalah dengan menghasilkan toksin. Toksin adalah zat beracun yang menghambat aktivitas metabolisme sel inang.

Bakteri yang Bermanfaat

Sebagian besar bakteri sesungguhnya bermanfaat bagi manusia. Bakteri pemurni nitrogen memungkinkan tanaman mendapatkan nitrat yang perlu untuk sintesis protein. Bakteri pengurai melepaskan amonia dan nitrat dari materi organik yang mati ke tanah. Bakteri yang hidup di usus manusia mensintesis beberapa vitamin dan membantu sintesis enzim pencernaan tertentu. Pabrik cuka, aseton, butanol, asam laktat, dan vitamin tertentu tergantung pada bakteri dalam proses produksi produk ini. Pembuatan lena dan rami adalah proses dimana bakteri dipakai untuk mencerna senyawa pektin yang mengikat serabut selulosa. Saat serabut ini bebas, mereka dapat dibuat sebagai linen, kain dan tali. Bakteri juga bermanfaat dalam penyiapan kulit untuk pakaian kulit  dan pembersihan tembakau. Pabrik produk susu menggunakan bakteri untuk memasakkan keju dan meningkatkan cita rasa keju tertentu seperti keju Swiss. Petani tergantung pada bakteri pada fermentasi silase yang dipakai untuk makan ternak. Industri farmasi menghasilkan antibiotik seperti aueromycin, teramycin dan streptomycin dari bakteri juga.

Referensi

  1. DeLong, E.F., Beja, O. 2010. The Light-Driven Proton Pump Proteorhodopsin Enhances Bacterial Survival during Tough Times. PloS Biology, 2010; 8(4): e1000359
  2. Gomez-Consamau, L., Akram, N., Lindell, K., Pedersen, A., Neutze, R., Milton, D.L., Gonzales, J.M., Pinhassi, J. 2010. Proteorhodopsin Phototrophy Promotes Survival of Marine Bacteria during Starvation. PloS Biology, 2010; 8(4): e1000358
  3. Vos, M., Birkett, P.J., Birch, E., Griffith, R.I., Buckling, A. 2009. Local Adaptation of Bacteriophages to Their Bacterial Hosts in Soil. Science, 2009; 325 (5942): 822
The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.