Diposting Jumat, 27 Agustus 2010 jam 11:14 am oleh The X

Jangan cepat-cepat mengajarkan balita pengendalian diri

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 27 Agustus 2010 -


Balita itu mudah teralihkan perhatiannya. Pikiran mereka berayun kesana kemari terus menerus, dan sulit sekali berkonsentrasi bahkan pada benda yang paling menarik sekalipun. Mereka bisa terkesan oleh mainan baru yang berwarna-warni, namun itu sebentar saja sebelum mainan baru lainnya datang. Inilah yang membuat para orang tua maupun guru menjadi hilang kesabaran. Terutama bila guru dan orang tua ini mencoba mengendalikan impulsivitas balita.

Tapi mestikah kita mencoba mengajarkan pengendalian diri? Ahli psikologi mulai mempertanyakan hal ini, dan sebagian bahkan menyarankan kalau hal tersebut dapat mengganggu perkembangan otak dengan mendorongnya menuju kearah kedewasaan terlalu dini. Ahli neuropsikologi Universitas Penssylvania, Sharon Thompson-Schill dan rekan-rekannya mempelajari sebuah daerah otak yang disebut prefrontal cortex, atau PFC, bagian otak yang menyaring infromasi yang tidak sesuai dan memungkinkan kita untuk fokus. Ia juga bagian otak yang paling terakhir mencapai kedewasaan dan berfungsi penuh. Ia tertinggal dari bagian otak lain hingga anak berusia 4 tahun.

Dalam jurnal ilmiah Current Directions in Psychological Science, edisi Desember 2009, Thompson-Schill dan rekan-rekannya berhipotesis kalau PFC yang tidak dewasa bukanlah sebuah gangguan perkembangan sama sekali, tapi manfaat yang perlu dimiliki bayi dalam tahun-tahun pertama hidupnya. Ini contohnya: Ini ada hubungannya dengan menebak. Katakanlah anda tidak tahu tentang sepak bola, namun kamu bermain tebak-tebakan: Apakah tim penyerang harus membiarkan atau mengejar bola? Anda mengamati kalau tim ini membiarkan bola tiga dari empat kali bermain, jadi anda menebak, biarkan 75 % dan kejar 25%.

Ini tidak pintar. Pintar harusnya mengatakan biarkan terus. Dan bila anda bermain permainan ini dengan balita anda, itulah yang akan mereka lakukan. Balita sering lebih baik dari ini, karena otak mereka yang belum dewasa masih beroperasi dengan sekuat tenaga antara dua pilihan: biarkan atau kejar. Mereka belum mampu menebak.

Bagi balita, ketidakmampuan ini baik, karena mereka tidak dapat menebak. Mereka harus banyak belajar, dan kebanyakan yang  harus dipelajari berhubungan dengan peraturan dan kesepakatan yang rumit dan cepat. Faktanya, kekakuan ini penting bagi pembelajaran bahasa. Belajar bahasa merupakan tugas yang bersifat intimidatif; ia mensyaratkan balita untuk mengatakan hal yang benar pada konteks yang benar, dan setuju dengan orang lain bahwa inilah yang benar untuk diucapkan. Tidak mengherankan kalau menurut ahli psikologi, bahwa anak mempelajari bahasa dengan begitu mudah dibandingkan orang dewasa.

Dan bukan hanya bahasa, balita juga ahli dalam segala macam konvensi sosial yang harus dipelajari. Mereka adalah aturan dunia. Dalam hal ini, mencoba mempercepat perkembangan otak bukan hanya sesuatu yang sulit namun juga tidak bijaksana.

Diterjemahkan dari sciencedaily

Referensi jurnal:

  1. Thompson-Schill et al. Cognition Without Control: When a Little Frontal Lobe Goes a Long Way. Current Directions in Psychological Science, 2009; 18 (5): 259 
The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.