Diposting Jumat, 27 Agustus 2010 jam 10:59 am oleh The X

Fakta Ilmiah Kawah Ijen : Neraka di Bumi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 27 Agustus 2010 -


Bila menurut kamu nyala kompor gas yang berwarna biru sudah sangat panas, bagaimana bila kompor gas itu sebesar gunung. Temui kawah ijen di Jawa Timur, tempat salah satu industri paling berbahaya di Indonesia: Pertambangan Belerang. Disini belerang yang terbakar mengalir dari ventilasi gunung berapi dalam dinding kawah. Gas sulfur dioksida dan hidrogen sulfida juga lepas dari ventilasi tersebut, menciptakan kawah biru susu di pusat kawah. Bila anda pernah ke kawah Patuha (kawah putih Ciwidey) yang tingkat keasamannya satu (pH = 1), disini kawah Ijen memiliki keasaman sempurna (pH = 0). Udara yang dipenuhi gas khas gunung berapi ini membuat lava yang keras berwarna abu-abu gelap menjadi kuning dan putih pucat. Dibalik bahaya kematian ini, beberapa ratus orang justru memperoleh kehidupannya disini.

Setiap hari, sebagian besar pekerja tambang berjalan 4 kilometer mendaki gunung berapi dan turun lagi 4 km untuk sampai ke lantai kawah, dimana mereka kemudian memasukkan sekitar 100 kilogram belerang kuning padat kedalam dua keranjang untuk dibawa turun kembali sejauh 3 kilometer. Dengan memikul beban 100 kg mereka kembali menelusuri pinggiran kawah untuk turun ke pabrik di kaki gunung, dimana mereka mendapatkan upah 600 rupiah untuk tiap kilogram belerang. Pabrik kemudian memurnikan batuan ini dan menjualnya ke penggilingan di sekitar lokasi yang akan memakainya untuk memproses gula.

Asap Belerang Kawah Ijen

Tergantung pada berapa banyak yang mereka pikul, para penambang belerang ini menghasilkan antara 70 ribu hingga 120 ribu rupiah per hari, sebuah penghasilan yang cukup lumayan bagi penduduk sekitar. Namun dibandingkan bahaya yang mengancam mereka, penghasilan ini cukup membuat kita tergetar. Mereka harus menantang gas beracun di tepian danau, saat mereka mengumpulkan belerang. Mereka yang tidak menggunakan masker terpaksa harus menahan napas selama mungkin agar tidak menghirup gas beracun. Menurut Peter Baxter, dokter dari Universitas Cambridge yang membuat laporan lengkapnya saat mengunjungi kawah ini, apa yang mereka lakukan seperti yang dilakukan oleh para pemburu mutiara yang menyelam di lautan. Mereka adalah orang-orang yang sangat tangguh. Obor yang mereka bawa dan nyala biru dari Kawah Ijen menerangi mereka dalam kegelapan, menghasilkan citra yang seperti anda saksikan di dunia mimpi.

Belerang yang sedang dipakai untuk pembakaran di pabrik

Jika anda ingin melihat danau biru pucat dari Kawah Ijen anda perlu berhati-hati. Berbeda dengan kawah putih Ciwidey yang landai, kawah Ijen terjal. Walau begitu masih bisa ditelusuri dengan hati-hati. Perjalanan anda juga akan berbahaya karena gas gunung berapi yang berkonsentrasi tinggi, terutama sangat berbahaya bagi orang yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma.

Seorang Pekerja Tambang di tepi semburan gas belerang

Kawah Ijen terletak di dekat kota Bondowoso dan Sempol, sekitar empat jam dari Surabaya. Di depan jalan ada, well, tentu saja ada angkutan baik umum maupun pribadi. Ada beberapa tempat milik pemerintah maupun swasta milik pengusaha kopi di sekitar lokasi. Kalau uang anda lebih banyak, anda bisa tinggal di Ijen Resort selama bertamasya.

Penambang belerang di depan kawah ijen

Disarikan dari Science Illustrated, September/October 2010

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.