Diposting Selasa, 24 Agustus 2010 jam 12:25 pm oleh The X

Godwit ekor belang memecahkan rekor penerbangan jarak jauh

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 24 Agustus 2010 -


Dua skenario evolusi penerbangan godwit

Bagaimana bisa terbang 11 ribu kilometer jauhnya tanpa istirahat sedikitpun? Jarak ini sedikit lebih jauh dari jarak lurus dari Sabang ke Merauke lalu ke Sabang lagi loh (10,472 km). Yup. Ternyata ada burung yang melebihi semua pesawat buatan manusia dalam jarak tempuh. Godwit ekor belang memiliki konsumsi energi sangat kecil, namun ini belum cukup menjelaskan kesuksesannya.

Setiap musim gugur, burung godwit ekor belang melakukan penerbangan delapan hari dari Alaska ke Selandia Baru. Burung ini terbang tanpa henti, tanpa istirahat sekalipun untuk makan ataupun melepas lelah. Lalu saat musim semi tiba, godwit ekor belang kembali menempuh 11 ribu kilometer kembali ke Alaska.

Godwit ekor belang sedang terbang

Profesor ekologi Anders Hedenström dari Universitas Lund telah mencari tahu bagaimana mungkin spesies burung ini bisa terbang sejauh itu tanpa berhenti. Jaraknya dua kali lebih jauh dari jarak tempuh tanpa henti burung migrasi yang diketahui sebelumnya.

Professor Hedenström menekankan kalau godwit ekor belang jauh lebih superior daripada semua pesawat buatan manusia saat terbang jarak jauh tanpa istirahat. Rekor terbang jarak jauh tanpa istirahat pesawat saat ini dipegang oleh Zephyr milik QiniteQ, sebuah pesawat tenaga surya tanpa awak. Ia bisa terbang di udara selama 82 jam, sekitar tiga setengah hari. Bandingkan dengan godwit ekor belang yang mampu terbang delapan hari lamanya.

Sandpiper ekor tajam. Anaknya merupakan runner up dalam rekor jelajah

Tapi kenapa godwit ekor belang bisa terbang 11 ribu kilometer tanpa istirahat? Bagaimana bisa burung ini tidak tidur ataupun makan selama delapan hari penuh? Salah satu penjelasannya adalah mereka mengkonsumsi energi yang sangat sedikit dibandingkan spesies burung lainnya. Anders Hedenström telah menghitung kalau godwit ekor belang mengkonsumsi 0.41 persen berat badannya saja setiap jam saat ia terbang jarak jauh ini. Nilai ini sangat rendah dibandingkan burung migrasi lainnya.

Namun masih ada faktor lain yang berperan. Penting untuk memiliki rasio berat badan dengan ukuran badan agar mampu membawa energi yang cukup untuk terbang jarak jauh. Energi terutama terdiri dari lemak tubuh dan juga sebagian protein. Juga penting untuk memiliki bentuk tubuh yang aerodinamis sehingga hambatan udara minimum. Faktor sukses lainnya adalah kecepatan terbang. Godwit ekor belang adalah penerbang yang cepat, yang berarti ia dapat menjangkau jarak yang panjang dalam waktu yang masuk akal.

Sang pemegang rekor, godwit ekor belang

Perbandingan dapat dibuat dengan penjelajah jarak jauh lainnya di dunia hewan yaitu belut. Hewan ini dapat berenang sejauh 5.500 km antara Eropa dan Laut Sargasso, dan melakukannya dengan konsumsi energi lebih rendah lagi dari godwit ekor belang. Namun, mereka memiliki kecepatan yang rendah sehingga mereka tidak dapat mampu berpergian jarak jauh sesering godwit ekor belang. Untuk menyelesaikan 11 ribu kilometer yang ditempuh godwit ekor belang, belut perlu waktu 345 hari, menurut Anders Hedenström.

Masih ada potongan teka-teki yang tersisa yang dapat menjelaskan rekor terbang godwit ekor belang. Mungkinkan kesuksesan burung ini karena kemampuan navigasi yang bagus lewat bantuan kompas internal yang memakai medan magnet bumi, misalnya? Anders Hedenström mencatat sejumlah pertanyaan menarik di sekitar kemampuan terbang godwit ekor belang yang tidak tersesat saat di udara.

Diterjemahkan dari sciencedaily. Laporan hasil penelitian asli dapat diperiksa langsung di link referensi berikut.

Referensi

  1. Hedenström, A. Extreme Endurance Migration: What Is the Limit to Non-Stop Flight?PLoS Biology, 2010; 8 (5): e1000362

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.