Diposting Sabtu, 21 Agustus 2010 jam 9:07 am oleh The X

Sel batang syaraf manusia memperbaiki fungsi motorik tikus yang menderita cedera tulang belakang

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 21 Agustus 2010 -


Sebuah penelitian Universitas California di Irvine menunjukkan untuk pertama kalinya kalau sel batang syaraf manusia dapat memperbaiki mobilitas dalam kasus cedera tulang belakang kronis pada tikus. Hal ini memberi janji pada penyembuhan penderita cedera tulang belakang pada manusia.

Kemajuan sebelumnya dalam penelitian sel batang telah berfokus semata pada cedera tulang belakang akut, yaitu cedera yang baru saja terjadi, paling lama beberapa minggu semenjak kejadian. Hal ini terutama karena pemberian obat pada saat-saat awal ini dapat membawa pada penyembuhan fungsional tertentu.

Studi UCI, walau begitu, melakukannya pada terapi yang dapat memperbaiki mobilitas pada tahap kronis, periode setelah cedera tulang belakang disertai dengan pendarahan, telah menjadi stabil dan mencapai tahap yang sulit disembuhkan. Penelitian oleh Aileen Anderson dan Brian Cummings dari Pusat Penelitian Sel Batang Sue dan Bill Gross ini memberikan obat pertama bagi cedera yang belum ada obatnya sampai sekarang. Laporannya dapat diakses di link berikut, dimana anda bisa membaca sendiri secara langsung laporan ilmiahnya : Human Neural Stem Cells Differentiate and Promote Locomotor Recovery in an Early Chronic Spinal coRd Injury NOD-scid Mouse Model

Metode yang dipakai tim Anderson-Cummings adalah menanamkan sel batang syaraf manusia pada tikus yang telah mengalami cedera tulang belakang sejak 30 hari sebelumnya. Cedera kronis ini menyebabkan paralisis kaki belakang. Dengan kata lain, kaki belakang tikus tersebut sudah tidak berfungsi lagi. Sel batang yang ditanamkan itu kemudian berdiferensiasi menjadi sel jaringan syaraf, seperti oligodendrosit dan neuron dini, dan bermigrasi ke lokasi cedera tulang belakang. Tiga bulan setelah penanaman, terjadi hasil yang mengesankan. Kaki belakang tikus tersebut telah dapat digerakkan. Ia mampu berjalan dalam dua pengujian fungsi motorik saat dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Sel batang syaraf manusia yang ditransplantasi pada tikus tumbuh menjadi sel jaringan syaraf, seperti oligodendrosit. (Credit: Brian Cummings / UCI)

“Penggunaan sel batang syaraf manusia adalah pendekatan terapi yang baru dan memberi banyak janji medis bagi cedera tulang belakang,” demikian kata Anderson, profesor farmasi, rehabilitasi, anatomi dan neurobiologi UCI. “Studi ini dibangun berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya yang sudah dilakukan pada fase cedera akut dan menawarkan harapan bagi mereka yang telah lama menderita fungsi motor yang lumpuh.”

“Sekitar 1.3 juta orang di AS menderita cedera tulang belakang,” tambah Cummings, profesor farmasi, rehabilitasi, anatomi dan neurobiologi di Universitas yang sama. “Studi ini memberikan memberikan bukti tambahan kalau sel batang syaraf manusia dapat menjadi obat bagi penyakit demikian.”

Penelitian ini telah dirintis semenjak tahun 2002 dalam sederetan penelitian yang dibantu oleh perusahaan StemCells Inc. Deretan penelitian ini berfokus pada penggunaan sel batang syaraf manusia yang diproduksi StemCells untuk pengobatan cedera tulang belakang dan telah membuahkan sejumlah laporan penelitian.  StemCells Inc sendiri adalah perusahaan yang berbasis di Palo Alto, California. StemCells merupakan perusahaan yang aktif dalam melakukan penelitian, pengembangan dan komersialisasi terapi sel batang untuk dimanfaatkan dalam penelitian berbasis sel batang maupun pencarian obat jenis baru.

Menurut wakil presiden dan kepala program sistem syaraf pusat StemCells Inc, Dr. Stephen Huhn, “data pra klinis yang kokoh telah kami kumpulkan selama delapan tahun dan kami yakin kami akan mampu melakukan transisi ke percobaan klinis langsung, yang kami rencanakan mulai tahun 2011.”

Peneliti lainnya adalah Desiree Salazar dari Universitas California di San Diego, Nobuko Uchida dari StemCells Inc, dan Frank P.T. Hamers dari Pusat Rehabilitasi Tolbrug di Hertogenbosch, Belanda. Dukungan dana juga berasal dari Lembaga Kesehatan Nasional AS dan Lembaga Dukungan Medis Regeneratif California.

Diterjemahkan dari Sciencedaily.com

Referensi :

  1. Desirée L Salazar, Nobuko Uchida, Frank P T Hamers, Brian J Cummings, Aileen J Anderson. Human Neural Stem Cells Differentiate and Promote Locomotor Recovery in an Early Chronic Spinal coRd Injury NOD-scid Mouse Model. PLoS ONE, 2010;

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.