Diposting Sabtu, 21 Agustus 2010 jam 7:29 am oleh The X

Mie bukan dari China, tapi Yunani

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 21 Agustus 2010 -


Menurut sejarawan Francine Segan, pasta telah muncul 5000 tahun lalu, saat seorang koki kreatif tertarik untuk menyatukan tepung dan air untuk membentuk sebuah zat yang mirip dengan mie. Sang koki bukanlah orang Italia ataupun orang China, tapi justru orang Yunani. Hal ini berdasarkan berbagai tulisan Yunani Kuno yang menceritakan resep masakan yang mengandung mie.

Penemuan ini tiga ribu tahun lebih tua dari sebelumnya yang menunjukkan kalau China merupakan negara asal mie. Hal ini mungkin menunjukkan kalau mie terujud independen di Asia dan di Eropa,  tapi bisa jadi juga ada keterkaitan antara keduanya di masa lalu.

Sphagetti memang muncul di Italia. Dulunya orang mengira kalau sphagetti di bawa oleh Marco Polo dari China tahun 1295, tapi bukti sejarah menunjukkan kalau pasta sudah ada di Italia sebelum itu. Menurut ahli geografi Arab, Muhammad al Idrisi dalam tulisannya tahun 1154, di Kota Trabia di Pulau Sisilia, makanan dari tepung dalam bentuk benang-benang telah ada. Ia menceritakan produksi mie pertama kalinya. Makanan ini dikeringkan di bawah sinar matahari lalu dikirim dengan kapal ke daerah lain di Italia dan negara sekitarnya. Beberapa ratus tahun kemudian, barulah Leonardo da Vinci menciptakan alat yang mampu mengubah adonan menjadi mie yang dapat dimakan.

Referensi

  1. Adamson, M.W., Segan, F. 2008. Entertaining from Ancient Rome to the Super Bowl: A-G. ABC-CLIO
  2. Kay, M. 2010. Noodling the Noodles : It took thousands of years to go from mush to spaghetti. Scientific American, August 2010, hlm. 53
  3. Sutomo, B. 2006. Sejarah dan Aneka Jenis Mie. http://budiboga.blogspot.com/2006/05/sejarah-dan-aneka-jenis-mie.html
The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.