Diposting Kamis, 19 Agustus 2010 jam 9:17 am oleh Ribhararnus Pracutiar

Einstein untuk Semua Orang – Pendahuluan – Bagian III

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 19 Agustus 2010 -


Sebelum membaca episode ini, saya ingin anda membaca episode sebelumnya tentang pertanyaan :

Dapatkah alam semesta yang terbatas tidak memiliki tepi?

Oke, sekarang ada pertanyaan baru lagi sebelum kita mendapat gambaran penuh tentang teori relativitas khusus dan umum dari einstein.

Dapatkah waktu memiliki awal permulaan?

Ya.

Saat pertama kali kita pikirkan, terlihat tidak mungkin. Jika waktu mempunyai permulaan, maka harus ada kejadian pertama atau setidaknya ada kelompok peristiwa yang paling dekat dengan awal mula. Tentunya ada sesuatu yang terjadi sebelumnya kan??

Kosmologi Einstein tahun 1917 adalah yang pertama dari sekian banyak kosmologi aneh lainnya, yang berdasarkan atas teori relativitas umumnya. Alam semesta einstein pertama kali biasa-biasa saja, statis.  Diikuti oleh para kosmologis, dimulai pada 1920 an. Mereka menggambarkan ruang angkasa sendiri sebagai sesuatu yang terus menerus berkembang. Kita dapat memikirkan Alam semesta Einstein sebagai analog dari permukaan lingkaran dua dimensi, seperti balon. Kemudian pengembangan ini sesuai dengan pemompaan dari balon.

Berikut ini adalah gambar dari pengembangan / ekspansi. Alam semesta diwakilli oleh bola, dan waktu adalah sesuatu yang naik.  Jadi, alam semesta kecil yang ada pada dahulu kala berkembang terus menerus sampai alam semesta sekarang ini.

Sekarang bayangkan pengembangan ini dibalik. Seperti saat kita lihat semakin jauh dan jauh ke masa lalu, balonnya lebih kecil dan lebih kecil lagi.   Pada tipikal kosmologis yang dianggap sekarang ini, tidak terlalu lama ke masa lalu balon yang menciut menjadi tidak ada apa-apa. Kesimpulannya adalah, ruang akan berhenti.

Mungkin kita mencoba untuk membayangkan waktu sebelum kejadian itu.  Tapi sia-sia saja, karena tidak ada ruang yang terkait dengan waktu. Memang ada dugaan yang besar terhadap peristiwa dimana balon menciut menjadi titik. Maka lengkungan ruang akan menjadi tak-terhingga dan dasar persamaan dari teori Einstein akan tak berguna / rusak.

Peristiwa pertama bukanlah peristiwa yang paling pertama. Tadi itu, adalah benar-benar hasil dari lompatan sorotan kita terhadap masa lalu. Jika kita memikirkannya sebagai “waktu=0″, maka hanya kejadian dengan koordinat waktu yang lebih dari 0 atau >0 yang memiliki arti fisik.

Ini adalah awal mula dari waktu, dan biasanya disebut sebagai “big-bang”

Untuk melihat kenapa disebut “big-bang”, mari kita kembali ke imajinasi kita ke depan dan imajinasi tentang apa yang terjadi pada saat permulaan pengembangan alam semesta. Pilih peristiwa dimana saja yang kamu sukai, peristiwa yang paling dekat dengan big-bang. Dengan memilih peristiwa yang paling dekat dan terdekat terhadap big-bang, kamu akan membuat ruang menciut sampai menjadi titik, bayangkan titik yang sekecil mungkin. Dari peristiwa tersebut, semuanya — ruang dan semua materi — meledak keluar. Semuanya itu pernah terjadi tidak terlalu lama dari sekarang. Kira-kira sekitar 10  trilyun tahun yang lalu. :)

Ribhararnus Pracutiar

adalah seorang pecinta teori fisika. Seorang penulis lepas. Memiliki latar belakang sebagai developer aplikasi website. Dan berusaha menulis pemahaman terhadap teori-teori fisika dan berita-berita sains terbaru kepada khalayak umum, dengan bahasa seringan mungkin agar bisa ditangkap.

"Misi saya adalah membuat orang awam yang tidak paham sains sekalipun akan bisa mencintai sains"

Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.