Diposting Senin, 16 Agustus 2010 jam 7:42 am oleh The X

Air: Sumber Kehidupan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 16 Agustus 2010 -


Kehidupan mahluk lautan itu mengesankan dan berhubungan erat dengan kehidupan manusia. Hal ini karena penduduk pulau hidup dengan mata pencaharian sebagai nelayan. Walau begitu di Teluk Nha Trang, hal ini mulai mengalami krisis. Pertumbuhan investasi asing membatasi kesempatan ekonomi penduduk lokal, termasuk nelayan yang memancing cumi-cumi atau spesies lainnya dengan pancing seadanya di terumbu karang. Dalam kasus lainnya, perikanan komersial membahayakan masa depan mereka yang bertopang pada metode perikanan tradisional untuk hidup.

Periode Devon

Manusia telah hidup berabad-abad, setelah menjelajahi samudera, dan mengetahui kalau salmon dapat menemukan sungainya tempat ia dilahirkan. Kemampuan salmon dalam navigasi mengagumkan ini disebabkan oleh indera yang mendeteksi medan magnet bumi, penciuman yang tajam, naluri dan mungkin hal lain yang belum lagi kita temukan. Sebagai contoh, Sungai Yukon di Kanada dan Alaska. Disini para ilmuan memberi tanda pada salmon Chinook dan mendeteksi riwayat hidupnya. Ia berkelanan lebih dari 3200 km dalam 60 hari. Saat memasuki sungai, salmon berhenti makan dan memakai lemak yang mereka kumpulkan saat di samudera. Setelah bertelur, banyak betina yang mati. Sebagian besar ikan samudera mencari lokasi perairan yang kaya nutrisi dan dangkal untuk bertelur. Inilah mengapa perairan muara dan pesisir menjadi lokasi yang penting untuk siklus hidup banyak jenis ikan. Keanehan lain ikan ini adalah mereka dapat beradaptasi untuk hidup di berbagai habitat: sungai, danau, muara, terumbu karang dan laut terbuka. Atas alasan ini, mereka telah mengembangkan beragam teknik bertahan hidup di berbagai daerah tersebut.

walaupun fakta kalau kantung mirip paru telah ber evolusi karena sulitnya bernapas dengan insang di air yang rendah oksigen, perkembangan kantung ini juga menjadi langkah utama untuk bergerak ke daratan. Beberapa keturunan dari ikan pertama dengan sirip daging bersendi, yang disebut ikan bersirip lobus, mulai mencari sumber makanan di darat, dan seiring waktu, beradaptasi sepenuhnya untuk hidup di permukaan planet yang kering. Perubahan evolusi ini – dari akuatis menjadi teresterial – menjadi revolusi sejati bentuk kehidupan yang ada kemudian. Amfibia yang hidup sekarang merupakan sebagian kecil dari mereka yang muncul di Periode Devon, dan punah di Periode Trias.

Amfibi, khususnya beberapa spesies kodok, telah menjadi ahli meniru yang hebat. Salah satu contoh mengagumkan adalah katak pohon Eropa, yang merubah warnanya untuk mengatur suhu tubuh. Di hari yang hangat dan kering, sang kodok berdiam di tempat yang mendapat sinar matahari langsung, dan kulitnya menjadi pucat. Saat lingkungannya menjadi dingin, sang kodok menjadi gelap untuk menyerap panas. Walau amfibi adalah ahli kamuflase, yang melindungi mereka dari predator, saat ini keberdaan mereka mengkhawatirkan karena jumlahnya menurun drastis.

Artikel ini menjadi penutup rangkuman fakta ilmiah bulan Juli-Agustus, yang mengambil tema Amfibi dan Ikan. Semoga dengan adanya tema ini, teman-teman pembaca dapat memahami ikan dan amfibi dengan lebih baik.

Referensi

  1. Beauchamp, D.A., Shepard, M.F., Pauley, G.B., 1983. Chinook Salmon. US Fish and Wildlife Service.
  2. Becker, R.T., Kirchgasser, W.T. 2003. Devonian Events and Correlations.
  3. Clarke, B., Bjustifyling, G., Greenaway, F. 2005. Amphibian. DK Pub
  4. Lever, C. 2003. Neutralized reptiles and amphibians of the world. Oxford University Press.
  5. Racanelli, M. 2010. Animal Mimics.
  6. Southeast Asian Fisheries Development Center. 2007. Fish for the people: a special publication for the promotion of sustainable fisheries for food security in the ASEAN region, Volume 5. SEAFDEC
  7. Thewissen, J.G.M., Nummela, S. 2008. Sensory evolution on the threshold: adaptations in secondariliy aquatic vertebrates. University of California Press
The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.