Diposting Sabtu, 14 Agustus 2010 jam 9:10 am oleh The X

Analisa Sidik Jari dan Kenyataan Ilmiahnya

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 14 Agustus 2010 -


Saya kemarin jalan2 ke toko buku dan tertegun di depan sebuah buku berjudul Fingerprint Analysis. Buku ini memiliki pengantar dari dua orang profesor dan asli karya dalam negeri. Menarik sekali karena sidik jari dikaitkan dengan bakat seseorang dan katanya punya dukungan ilmiah.

Saat saya membolak balik buku untuk mendapatkan penjelasan ilmiah, yang saya dapatkan juga cukup menarik. Penjelasan ilmiahnya terentang dari neurologi hingga biometrik. Namun, ada beberapa kejanggalan, kejanggalan yang membuat saya sangat ragu dengan klaim ini. Kejanggalan ini antara lain: (kejanggalan ini bukan hanya berasal dari buku tapi juga beberapa situs)

  1. Klaim ini adalah extraordinary. Tidak ada yang menduga sebelumnya, secara akal sehat, kalau sidik jari ada hubungannya dengan bakat anak. Akibatnya, ia harus mendukung klaimnya dengan bukti yang ekstraordinary juga. Gini loh, seandainya anda mengklaim kalau ukuran jari ada hubungannya dengan kepekaan terhadap kasarnya permukaan saat menyentuh, itu klaim ordinary. Artinya masuk akal. Wajar aja kan? Kita menyentuh dengan jari. Akibatnya bila anda menyertakan bukti, beberapa artikel hasil penelitian dari jurnal ilmiah sudah cukup. Satu halaman cukup koq, paling isinya empat artikel ilmiah di referensi. Sebaliknya, bila anda mengklaim kalau jumlah bulu kaki ada hubungannya dengan kepekaan terhadap kasarnya permukaan saat menyentuh, ini extraordinary. Dukungan ilmiahnya harus banyak sekali. Begitu juga dengan klaim kalau sidik jari berhubungan dengan bakat anak, ini extraordinary. Saya mengharapkan ada paling tidak dua puluh jurnal artikel hasil penelitian yang mendukung klaim ini di bagian referensi. Tapi betapa kagetnya saya saat melihat tidak ada satupun, saya ulangi, tidak satupun, artikel hasil penelitian ilmiah jurnal yang ada di daftar pustaka!
  2. Artikel ini membahas berbagai jenis fakta ilmiah, walau begitu, hubungan antara sidik jari dan bakat anak, semata hanya hipotesis. Bila anda pernah menulis skripsi, dsb, dan akrab dengannya, seperti para profesor perguruan tinggi, tentunya hipotesis semata bukanlah bukti ilmiah. Ia baru masuk bab 1 hingga 3 kalau disertasi standar.
  3. Topangan “ilmiah” dari klaim ini berasal dari pseudosains. Artinya sains semu. Dari apa yang kita kenal ramalan telapak tangan, bentuk kepala dan segala biometrik yang dikait-kaitkan dengan kepribadian seseorang. Beberapa paparan yang memang ilmiah, merupakan isu yang kontroversial dalam dunia psikologi, seperti kecerdasan bergandanya Martin Gardner, atau pembagian diskrit otak kiri otak kanan serta isu nature vs nurture dalam bakat seseorang dan adanya gaya belajar yang diskrit pada seseorang.
  4. Klaim ini katanya didukung oleh studi lintas disiplin antara bidang dermatoglifik dan Teknologi Informasi. Tapi tidak satupun jurnal hasil penelitian yang dikatakan ini disajikan referensinya.
  5. Fakta ilmiah yang disajikan tidak nyambung satu sama lain, semuanya terpisah satu sama lain. Sebagai contoh, fakta kalau sidik jari terbentuk di saat dalam kandungan tidak berarti bahwa sidik jari berhubungan dengan bakat.
  6. Penelitian yang diklain dilakukan oleh Bidloo 1865, Mayer (1788), Purkinje (1823), Jaquin (1958), Hutchinson 1967 dan Jaegers (1974), adalah hasil penelitian yang sangat klasik. Bayangkan, tidak ada hasil penelitian setelah tahun 1974 disajikan. Akibatnya, laporan penelitian ini bisa saja salah, sudah kuno atau bahkan fiktif, karena penulis sangat kecil kemungkinannya untuk membaca langsung hasil penelitian mereka tersebut
  7. Semua klaim yang ada seperti: sidik jari berhubungan dengan bakat dibuat menggunakan science, analisa statistik, anatomi, psikologi, biometrik dan perhitungan logis yang transparan tidak terbukti. Bila ada mana jurnal hasil penelitiannya?
  8. Bukti yang dimaksud justru berupa kesaksian! Bila anda seorang yang ilmiah, tentu anda tahu kalau kesaksian bukanlah bukti ilmiah sama sekali!
  9. Analisa sidik jari dikerumuni dengan jasa analisa berbayar. Hal ini mencurigakan karena, well, mungkinkan klaim ini semata untuk menjual barang dengan membajak istilah-istilah ilmiah?
  10. Semua primata memiliki sidik jari, seperti monyet, simpanse, gorila dsb, apakah itu berarti mereka juga punya bakat genetik?

Sepuluh kejanggalan ini mendorong saya untuk memeriksa hasil penelitian dan fakta ilmiah yang telah ada dalam 15 tahun terakhir dalam masalah sidik jari. Mari kita periksa apakah memang ada, sedikit petunjuk, cukup sedikit saja petunjuk, kalau sidik jari seseorang memang berhubungan dengan bakat seseorang.

  1. Sidik jari memang berguna untuk mengenali seseorang untuk keamanan dan deteksi tindak kejahatan, namun tidak seorangpun ilmuan yang pernah mengajukan kalau sidik jari ber evolusi untuk tujuan demikian. Hipotesis yang ada adalah sidik jari membantu kita memegang lebih kuat pada objek, namun penelitian membuktikan kalau permukaan kasar tidak meningkatkan gesekan materi lembut seperti kulit. Bisa juga sidik jari bertindak seperti alur-alur di ban karet, yang menghilangkan air dan meningkatkan gesekan saat kondisi basah. Kemungkinan lain adalah sidik jari membuat kulit lebih lentur dan mencegahnya terik.
  2. Pola sidik jari yang tidak biasa berhubungan dengan penyakit genetik seperti down syndrome, turner syndrome, Klineferter’s syndrome, Patau syndrome, Edward’s syndrome, kebutaan sejak lahir, Cri du chat, Noonan syndrome dan Astigmatisme tipe tertentu.
  3. Keluwesan guratan kulit bermakna tidak ada jari maupun telapak tangan yang memiliki sidik yang sepenuhnya sama.
  4. Orang yang memakan produk hasil olahan (bukan alami) lebih mungkin memberikan bekas sidik jarinya daripada yang hanya memakan makanan alami
  5. Sidik jari dapat digunakan untuk mendeteksi penggunaan obat terlarang dan penyakit dengan melihat bekasnya di sidik jari
  6. Sidik jari juga dapat menentukan seorang bomber dengan melacak jejak zat kimia peledak di sidik jarinya
  7. Obat kanker capecitabine dapat menyebabkan seseorang kehilangan sidik jarinya

Itu saja. Ada lihat petunjuk kalau sidik jari berhubungan dengan bakat? Saya tidak menutupi, silakan anda cari sendiri hasil penelitian ilmiahnya kalau gak percaya. Anda tidak akan menemukannya.

Dari segala kejanggalan yang ada serta tidak adanya bukti ilmiah yang mendukung hubungan antara sidik jari dengan bakat seseorang, maka klaim kalau sidik jari berhubungan dengan bakat adalah klaim tanpa dasar ilmiah. FaktaIlmiah.com secara tegas menyatakan kalau klaim ini pseudosains. Terserah anda sekarang. Bila anda kritis, semestinya anda meminta bukti ilmiah yang mereka nyatakan, jangan langsung percaya kalau dikatakan ia punya bukti ilmiah tanpa disodorkan bukti ilmiah yang dimaksud.

Untuk kritik lebih lanjut, anda bisa melihat komentar-komentar kritis mengenai metode ini dari mereka yang paham sains, di

http://juliavantiel.multiply.com/journal/item/60

Referensi analisa sidik jari

Maaf, cari saja di mesin pencari seperti google, yahoo, atau bing. Bukan maksudnya mempersulit anda, tapi kami tidak mau ambil resiko menunjuk beberapa pihak. Tahu kan maksudnya? Cari dengan keyword “analisa sidik jari bakat”

Referensi ilmiah

  1. Ashbaugh, David R. (1991). “Ridgeology”. Journal of Forensic Identification 41 (1))
  2. Åström, Paul (2007). “The study of ancient fingerprints”. Journal of Ancient Fingerprints (1): 2–3.
  3. Dalrymple BE, Duff JM, Menzel ER. Inherent fingerprint luminescence – detection by laser. Journal of Forensic Sciences, 22(1), 1977, 106-115
  4. Durham N, Koehler J (1989). “Dermatoglyphic indicators of congenital heart defects in Down’s syndrome patients: a preliminary study”. J Ment Defic Res 33 ( Pt 4): 343–8.
  5. Katznelson M, Goldman B (1982). “Fetal dermatoglyphics”. Clin Genet 21 (4): 237–42.
  6. Komatz Y, Yoshida O (1976). “Finger patterns and ridge counts of patients with Klinefelter’s syndrome (47, XXY) among the Japanese”. Hum Hered 26 (4): 290–7.
  7. Mglinets V (1991). “[Relationship between dermatoglyphic variability and finger length in genetic disorders: Down's syndrome]“. Genetika 27 (3): 541–7.
  8. P. Grother, W. Salamon, C. Watson, M. Indovina and P. Flanagan. MINEX II–Performance of Fingerprint Match-on-Card Algorithms, Phase II Report. NIST Interagency Report 7477, Feb. 29, 2008.
  9. Rajangam S, Janakiram S, Thomas I (1995). “Dermatoglyphics in Down’s syndrome”. J Indian Med Assoc 93 (1): 10–3.
  10. Reed T, Reichmann A, Palmer C (1977). “Dermatoglyphic differences between 45,X and other chromosomal abnormalities of Turner syndrome”. Hum Genet 36 (1): 13–23
  11. Roland Ennos. How people work. Physics World, January 2010
  12. Rott H, Schwanitz G, Reither M (1975). “[Dermatoglyphics in Noonan's syndrome (author's transl)]“. Acta Genet Med Gemellol (Roma) 24 (1-2): 63–7
  13. Shiono H (1986). “Dermatoglyphics in medicine”. Am J Forensic Med Pathol 7 (2): 120–6.
  14. Suzumori K (1980). “Dermatoglyphic analysis of fetuses with chromosomal abnormalities”. Am J Hum Genet 32 (6): 859–68
  15. Travel warning with capecitabine. Annals of Oncology, 2009
  16. Viswanathan G, Singh H, Ramanujam P (2002). “[Dermatoglyphic analysis of palmar print of blind children from Bangalore.]“. J. Ecotoxicol. Environ. Monit. 12: 49–52.
  17. Wang, Yongchang; Q. Hao, A. Fatehpuria, D. L. Lau and L. G. Hassebrook (2009). “Data Acquisition and Quality Analysis of 3-Dimensional Fingerprints”. Florida: IEEE conference on Biometrics, Identity and Security.
  18. Warman, P. H. and Ennos, A. R. Fingerprints are unlikely to increase the friction of primate fingerpads. J. Exp. Biol., 212, 2016-2022
The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.