Diposting Rabu, 11 Agustus 2010 jam 1:40 pm oleh The X

Fakta Ilmiah Ganja

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 11 Agustus 2010 -


Kemarin penulis fakta ilmiah diajak berdiskusi mengenai masalah ganja atau Cannabis sativa. Diskusi yang cukup menarik. Disini penulis mencoba merangkum apa saja fakta ilmiah yang ada dibalik penggunaan ganja itu sendiri.

  1. Zat dalam ganja adalah Tetrahydrocannabinol (THC). Zat ini bersifat genetik. Para ilmuan telah menemukan gennya dan ternyata gen ini juga dapat digunakan untuk mencegah rasa sakit tertentu, nausea dan kondisi kesehatan lainnya. Zat ini menumpuk pada bulu tanaman ini.
  2. Alkohol lebih berbahaya dari ganja dalam hal efek sampingan. Ilmuan di Inggris menyarankan penggunaan ganja sebagai pengganti alkohol dan narkotika untuk penanggulangan korban kecanduan narkoba dan alkohol.
  3. Secara statistik, hanya 8 hingga 12 persen pengguna ganja yang mengalami ketagihan. Ketagihan ini ternyata di sebabkan oleh seperangkat gen khusus yang ada pada manusia.
  4. Otak manusia sesungguhnya memproduksi sendiri ganjanya. Zat kimia ini disebut endocannabinoid dan berperan penting dalam belajar, ingatan, nafsu makan dan perasaan sakit. Sedikit penggunaan ganja (THC) memperkuat hal ini. Walau begitu, penggunaan berlebihan dapat menyebabkan resiko penyakit mental atau memperkuat penyakit mental yang telah ada.
  5. Rokok tembakau lebih berbahaya dalam menyebabkan kanker daripada rokok ganja. Hal ini karena nikotin mengikat sel paru-paru sementara THC tidak.
  6. THC dalam ganja juga mampu membunuh sel kanker dan mengurangi pertumbuhan tumor dengan mengurangi pembentukan pembuluh darah yang memberi makan tumor.
  7. Ganja tidak efektif untuk digunakan sebagai penghilang rasa sakit. Justru ganja dapat meningkatkan rasa sakit tersebut. Hanya ada sedikit jenis rasa sakit kronis yang dapat diringankan dengan pemberian ganja.
  8. Ganja juga tidak efektif untuk digunakan sebagai obat Alzheimer. Ia bahkan dapat memperparah Alzheimer karena mengurangi pertumbuhan sel otak.
  9. Ganja dapat dipakai untuk menghilangkan rasa sedih akibat trauma. Hal ini karena ganja mempengaruhi bagian amygdala di otak, yang berfungsi sebagai pengendali ingatan emosional.
  10. Menghisap ganja setiap hari dapat menyebabkan kegilaan.
  11. Penggunaan ganja berkelanjutan dapat juga menyebabkan depresi, penurunan kecerdasan, dan penyakit jantung.
  12. Penggunaan ganja pada remaja dapat membawa pada depresi parah, penyakit mental seperti schizophrenia, anxiety dan bahkan bunuh diri.
  13. Walaupun merokok tembakau lebih berbahaya dalam mengundang kanker paru-paru daripada merokok ganja, namun merokok ganja lebih berbahaya dalam menyebabkan kerusakan DNA. Kerusakan DNA tentu saja bisa menyebabkan kanker jenis tertentu dan juga penyakit keturunan pada anak, seandainya DNA yang rusak tersebut adalah DNA sperma. Walau begitu, merokok tembakau lebih merusak kromosom daripada merokok ganja.
  14. Rokok ganja mengandung kandungan amonia dan hidrogen sianida lebih banyak daripada merokok tembakau.
  15. Ganja dapat meningkatkan resiko kecelakaan bermotor dua kali lipat daripada biasanya. Walau begitu, resiko ini lebih rendah daripada resiko yang muncul jika pengguna mengkonsumsi alkohol, bukannya ganja.
  16. Remaja yang menggunakan ganja namun tidak merokok lebih sosial daripada remaja yang merokok sekaligus menggunakan ganja. Bahkan lebih sosial daripada orang yang tidak merokok dan tidak memakai ganja.
  17. Ganja dapat merusak pertumbuhan sel otak remaja.
  18. Ganja berpengaruh pada pertumbuhan tulang dengan mencegah penumpukan lemak di tulang. Karenanya ganja dapat mencegah osteoporosis.
  19. Ada beberapa jenis rasa sakit yang dapat diredakan dengan ganja, seperti spasma otot akibat sklerosis ganda atau penyakit di sistem syaraf dan sindrom tertentu akibat luka.
  20. Ganja dapat menghilangkan infeksi bakteri tertentu yang tidak ada obat lainnya.
  21. Merokok ganja dapat merusak fungsi kognitif, walaupun menghilangkan rasa sakit karena sklerosis ganda. Akibatnya, walaupun tidak merasa sakit mereka tetap mengalami depresi dan cenderung bunuh diri.
  22. Ganja dapat memperparah rasa sakit pada sakit gigi dan sakit tulang belakang.

Jadi, demikianlah ganja. Seperti tanaman narkotika lainnya, ia memiliki kelebihan, dan juga memiliki kekurangan bagi kemanfaatan manusia. Bila tim faktailmiah.com harus memutuskan apakah memilih pro legalisasi ganja atau anti legalisasi ganja, maka berdasarkan fakta-fakta yang ada, maka posisi kami adalah : Tidak Memihak Keduanya.

Referensi

  1. Appendino et al. Antibacterial Cannabinoids from Cannabis sativa: A Structure?Activity Study. Journal of Natural Products, 2008; 71 (8): 1427
  2. Compton et al. 2009. Association of Pre-Onset Cannabis, Alcohol, and Tobacco Use With Age at Onset of Prodrome and Age at Onset of Psychosis in First-Episode Patients. American Journal of Psychiatry, 2009; 166 (11): 1251
  3. Jijun J. Xu et al. Pharmacological Characterization of a Novel Cannabinoid Ligand, MDA19, for Treatment of Neuropathic Pain. Anesthesia & Analgesia, July 2010 vol. 111 no. 1 99-109
  4. Lac et al. 2009. Monitoring Matters: Meta-Analytic Review Reveals the Reliable Linkage of Parental Monitoring With Adolescent Marijuana Use. Perspectives on Psychological Science, 2009; 4 (6): 578
  5. Maertens, R.M., White, P.A., Rickert, W., Levasseur, G., Douglas, G.R., Bellier, P.V., McNamee, J.P., Thuppal, V., Walker, M., Desjardin, S. 2009.. The Genotoxicity of Mainstream and Sidestream Marijuana and Tobacco Smoke Condensates. Chemical Research in Toxicology, Online July 17, 2009
  6. Marrs, W.R., Blankman, J.L., Horne, E.A., Thomazeau, A., Lin, Y.H., Coy, J., Bodor, A.L., Muccioli, G.G., Hu, S.S., Woodruff, G., Fung, S., Lafourcade, M., Alexander, J.P., Long, J.Z., Li, W., Xu, C., Möller, T., Mackie, K., Manzoni, O.J., Cravatt, B.F., Stella, N. 2010. The serine hydrolase ABHD6 controls the accumulation and efficacy of 2-AG at cannabinoid receptors. Nature Neuroscience, 2010; 13 (8): 951
  7. Moir, D. et al. 2007. A Comparison of Mainstream and Sidestream Marijuana and Tobacco Cigarette Smoke Produced under Two Machine Smoking Conditions. Chemical Research in Toxicology. December 2007.
  8. Primack, B.P., Douglas, E.L., Kraemer, K.L. 2010. Exposure to cannabis in popular music and cannabis use among adolescents. Addiction, 2010
  9. McGrath, J; Welham, J; Scott, J; Varghese, D; Degenhardt, L; Hayatbakhsh, M.R; Alati, R; Williams, G.M; Bor, W; Najman, J.M. 2010. Association Between Cannabis Use and Psychosis-Related Outcomes Using Sibling Pair Analysis in a Cohort of Young Adults. Arch Gen Psychiatry,2010; 0 (2010): 2010. 6
  10. Reiman, A. 2009. Cannabis as a Substitute for Alcohol and Other Drugs. Harm Reduction Journal, 2009;
  11. Singh et al. Evaluation of the DNA Damaging Potential of Cannabis Cigarette Smoke by the Determination of Acetaldehyde Derived N2-Ethyl-2?-deoxyguanosine Adducts. Chemical Research in Toxicology, 2009; 22 (6): 1181
The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.