Diposting Minggu, 1 Agustus 2010 jam 12:29 am oleh The X

Axolotl

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 1 Agustus 2010 -


Anda tentunya heran kalau ada anak TK yang bisa hamil. Memang ini tidak pernah terjadi di dunia manusia tapi belum tentu di dunia hewan. Perkenalkan Axolotl, mahluk amfibi yang mampu berkembang biak sebelum menjadi dewasa. Istilah biologinya adalah Neoteni. Mereka mencapai kedewasaan seksual pada usia satu tahun sementara bentuk dewasanya baru dicapai pada usia 2 atau 3 tahun. Itu mengapa ia dikatakan neoteni. Saat dewasa, walau begitu, ia tidak kehilangan beberapa ciri masa kanak-kanak (larva).

Axolotl memiliki ekor yang datar dan insang luar yang besar. Hewan ini termasuk golongan salamander, tapi berbeda dengan salamander umumnya yang kehilangan insang luarnya saat ia dewasa dan mulai hidup di darat.

Axolotl sebagian besar nokturnal, yang artinya aktif di malam hari. Mereka memakan hewan tak bertulang belakang (invertebrata). Sebaliknya, ia juga bisa menjadi mangsa bagi burung air. Di masa lalu, bahkan bukan hanya burung air predatornya, tapi juga manusia. Sekarang statusnya adalah hewan dilindungi sehingga ia tidak lagi boleh disantap.

Nama ilmiah hewan ini adalah Ambystoma mexicanum. Dari nama ilmiahnya tentu kamu bisa menduga habitat aslinya. Yup. Dia berasal dari Meksiko, tepatnya Danau Xochimilco. Hanya di danau inilah, axolotl bisa ditemukan di alam liar. Sebagian besar hidupnya dihabiskan di air. Panjangnya hanya 25 hingga 30 cm, dan beratnya rata-rata 7 ons. Rentang usianya paling bisa 25 tahun saja.

Betina Axolotl bertelur cukup banyak. Waktu inkubasinya sangat tergantung pada suhu. Pada suhu 16 derajat Celsius, inkubasi biasanya selama 19 hari. Pada saat axolotl berusia enam bulan, hewan ini sudah aktif berenang kesana kemari.

Sebagai amfibi, ia berbeda dengan kodok. Axolotl tidak mengalami metamorfosis. Neoteni yang terjadi pada dirinya disebabkan oleh rendahnya atau bahkan tidak adanya tiroksin akibat rendahnya aktivitas kelenjar tiroid. Walau begitu, para ilmuan bisa membuat tiroksin bertambah pada axolotl dengan cara memberinya yodium.

Namun bukan neoteni yang membuat hewan ini menjadi favorit para ilmuan. Apa yang menarik minat ilmuan adalah kemampuan regenerasinya. Ya, axolotl memiliki kemampuan menumbuhkan kembali ujung-ujung tubuhnya yang hilang, termasuk beberapa bagian di kepalanya. Di alam liar, ia sering kali di gigit ekornya atau tangannya oleh sesamanya atau oleh ikan, dan hebatnya, ekor atau tangannya dapat tumbuh lagi. Ia bisa tumbuh sendiri akibat adanya sel pokok (stem cell) yang akan berlipat ganda saat jaringan ada yang lenyap. Sel hasil pembelahan ini kemudian mengisi tempat jaringan yang hilang. Para ilmuan berambisi untuk mengusahakan hal yang sama pada sel manusia, sehingga kelak, berkat penelitian pada axolotl, kita bisa menyembuhkan orang yang buntung. Menarik bukan apa yang sedang dikerjakan para ilmuan yang meneliti axolotl? Jadi jawaban pertanyaan Why Don’t God Heal Amputees, jawabannya adalah Because God waiting the scientists to succeed J

Sebenarnya kemampuan regenerasi pada hewan tingkat tinggi dimiliki bukan hanya oleh axolotl, tapi hampir semua anggota ordo Urodela (salamander). Hanya saja, axolotl yang paling jelas. Ujung-ujung tubuh axolotl itu rapuh, sehingga mudah sekali rusak. Karenanya, setiap saat terjadi regenerasi.

Axolotl memiliki empat jari tangan di tiap tangan dan lima jari kaki di tiap kaki. Berbeda dengan salamander dan amfibi lain yang mengalami metamorfosis, axolotl tidak berganti kulit. Warna axolotl biasanya coklat gelap dengan bintik putih. Ada juga yang albino. Axolotl albino memiliki insang merah atau abu-abu. Pada axolotl albino, tulang belulangnya dapat dilihat di balik kulitnya.

Dalam bahasa Aztec, axolotl berarti monster air. Atl itu air, dan xolotl itu artinya monster. Menurut mitologi mereka, axolotl adalah bentuk air dari xolotl, tuhan sekaligus monster. Xolotl takut dengan kematian, karenanya ia menolak untuk mati dan mencoba lari dari kematian. Menurut legenda, supaya dapat lolos, ia kabur ke air dan jadilah ia leluhur Axolotl. Tindakan ini akhirnya membuatnya terperangkap. Karena tuhan kematian dapat menemukannya dan membunuhnya.

Referensi

  1. Encyclopaedia Britannica. 2010. Axolotl
  2. Lanoo, M (ed.) 2005. Amphibian Declines: The Conservation Status of United States Species. University of California Press, Berkeley
  3. O’Malley, B. 2005. Clinical Anatomy and Physiology of Exotic Species: Structure and function of mammals, birds, reptiles and amphibians. Saunders Ltd.
The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.