Diposting Senin, 26 Juli 2010 jam 11:23 pm oleh The X

Orang primitif lebih pandai melihat daripada kamu

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 26 Juli 2010 -


Ilusi ini mungkin sudah sering anda temukan, tapi coba cek. Mana yang lebih panjang, garis A atau garis B?

Mana yang lebih pendek?

Sekarang coba anda cek dengan penggaris, mana yang lebih panjang. Kedua garis A dan B sama panjangnya.

Anda mungkin menduga kalau semua orang pasti mengira A lebih panjang, tapi kenyataannya, hanya orang modern yang menduga A lebih panjang. Bagi suku-suku primitif di Afrika, garis A dan garis B sama panjangnya.

Laporan penelitiannya sebenarnya sudah tua, asalnya tahun 1966. Tapi sampai sekarang, fakta ilmiah ini belum ada yang berhasil menyanggahnya. Adalah Segall et al yang melakukan penelitian heboh dengan hanya berbekal sebuah ilusi, yang disebut Muller-Lyer Illusion. Ilusi garis tersebut di atas. Berbeda dengan psikolog lainnya yang hanya meneliti subjek orang disekitarnya yang mudah didapat, Segall et al mengembara ke pedalaman Afrika untuk menemui subjek penelitiannya. Alhasil, ditemukan tabel berikut ini.

Perbedaan ini nyata sekali. Subjek Suku San dari Afrika hampir tidak melihat kalau garis A dan garis B itu berbeda panjang. Pandangan mereka lebih tajam darimu. Begitu juga pada para penambang di Afrika Selatan (studi ini dilakukan saat politik Apartheid masih diberlakukan di Afrika Selatan) yang semuanya adalah suku primitif. Dan saat subjek adalah penduduk negara maju, tebak. Batang terpanjang pada gambar di atas mewakili subjek dari Amerika Serikat. Terpanjang kedua adalah Eropa Selatan.

The Best of the Best : Suku San dari Afrika

Runner Up : Suku Asli Afrika Selatan (credit: Ecolocalizer)

Peringkat kedua Terakhir : Mahasiswi Arkeologi Italia (credit: UVM)

Peringkat terakhir: Mahasiswa Amerika (credit: Universitas Buffallo)

Apakah ini berarti masyarakat maju telah kehilangan kemampuannya dalam mengenali ilusi? Mungkin. Penjelasan yang diberikan oleh antropolog Joseph Heinrich adalah bahwa masyarakat primitif cenderung berpikir holistik, tidak terlalu menekankan pentingnya pilihan dan juga tidak terlalu peduli apakah dirinya pintar atau bodoh. Berbeda dengan orang modern yang mementingkan pilihan, berpikir analitis, berusaha menampilkan citra positif yang baik dan cenderung menganggap dirinya hebat. Coba saja, kalau ada yang bilang bahwa garis B lebih pendek, atau kedua garis itu sama panjang, mungkin anda akan berdebat dengannya. Bisa jadi jika anda kalah debat, anda merasa lebih bodoh. Dengan kata lain, anda mementingkan pilihan, dan merasa diri anda hebat. Itu ciri individu modern.

Sekarang mana yang lebih baik? Sepertinya tidak relevan kalau kita bicara baik buruknya disini. Tidak mungkin kita akan mencoba hidup sebagai suku primitif di pedalaman Afrika. Dan bolehlah orang Afrika menertawai kita karena kita tertipu oleh ilusi garis. Yang penting disini adalah, kita tidak bisa merasa superior dalam segala hal dari suku primitif. Kita dan mereka, sama-sama manusia.

Bagi yang masih gak percaya, ini adalah bukti kalau kedua garis sama panjang

Referensi

  1. Heinrich, J., Heine, S., Norenzayan, A. 2010. The Weirdest People in the World. Behavioral and brain science.
  2. Jones, D. 25 June 2010. A WEIRD View of Human Nature Skews Psychologists’ Studies. Science, vol. 328, p. 1627
  3. Segall, M. et al. 1966. The Influence of Culture Visual Perception. The Boobs Merril Company.
The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.