Diposting Senin, 26 Juli 2010 jam 11:13 pm oleh The X

Fakta Ilmiah Peradaban India Kuno yang Musnah

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 26 Juli 2010 -


Seorang teman pembaca yang merasa separuh piramidiot[1], setelah membaca artikel kami tentang fakta ilmiah mengenai piramida, mengajukan satu artikel baru untuk diperiksa fakta ilmiahnya. Berikut linknya :

Peradaban India Kuno yang Musnah

Sekarang tanpa adanya sumber referensi ilmiah, sulit untuk memeriksa apakah klaim ini benar atau tidak. Tapi untungnya ada beberapa klaim yang menyebutkan nama atau angka yang bisa ditelusuri ulang. Mari kita periksa klaimnya satu-satu.

  1. Perang Mahabharata kemungkinan besar merupakan perang berteknologi tinggi

Untuk mengetahui fakta ilmiahnya kita harus tahu dulu apa bukti yang ia suguhkan kalau Perang Mahabrata itu perang berteknologi tinggi. Lanjut ke paragraf dua.

  1. Buku ini menceritakan fakta sejarah yang terjadi 5500 tahun silam

Itu berarti tahun 3500 SM. Saat saya memeriksa di Internet, klaim yang sama, hebatnya, memundurkan masanya menjadi 8000 tahun silam. Apakah ini berarti para ilmuan telah menyangkal kalau perang Mahabrata terjadi 3500 SM, lalu para pengklaim memundurkan masanya agar tetap tersembunyi dan tidak dapat dijangkau ilmuan? Mari kita cek apa saja hasil penelitian mengenai penentuan waktu dalam Mahabrata.

Mahabrata termasuk teks kuno yang unik, dalam artian dia menyediakan beberapa petunjuk yang dapat dipakai untuk menentukan waktu-waktu kejadian. Karenanya para ilmuan tertarik untuk memeriksanya. Biarpun belum tentu ceritanya benar, tapi beberapa bagian bisa jadi benar. Seperti film Spiderman, spidermannya jelas fiktif, tapi kota New York nya benar ada.

Peradaban tertua yang ada di India menurut Arkeologi adalah peradaban Mahenjo Daro dan Harappa yang berkembang 2500 SM. Ini berarti 1000 tahun setelah klaim perang Mahabharata tersebut.

Mohenjo Daro (credit: Gifted Center)

Tapi tampaknya Velanda Gopala Aiyer[2] tidak setuju dengan pengklaim. Menurut beliau perang Mahabharata terjadi sekitar 1190 SM. Tapi ini tentunya sudah lebih seabad lamanya. Dan ternyata, sekali lagi, belum ada yang bisa menyanggahnya. Pradip Bhattacharya dengan analisa astronominya bahkan berhasil menentukan tanggal kejadian perang tersebut, 14 Oktober 1194 SM.[3] Hanya berbeda empat tahun dari nilai satu abad sebelumnya! dari mana sang penulis di atas mendapatkan 5000 tahun? sepertinya dari pemunduran terus menerus agar klaimnya selalu benar. Anda tahu, seperti argumen tentang tuhan yang mundur terus hingga keluar alam semesta. Atau ramalan kiamat tahun 2006 yang maju terus hingga tidak pernah dapat disanggah karena tidak dapat dibuktikan benar ataupun salah.

  1. Perang yang terjadi antara Kurawa dan Pandawa dalam kisah Mahabharata adalah perang nuklir!

Untuk menambahkan efek wah dari cerita beliau, saya menyertakan dukungan dari pihaknya. Beberapa mengklaim kalau ada bukti radioaktif dalam kerangka yang ditemukan saat penggalian kota Mahenjo Daro. Saat disodorkan bukti kalau para ilmuan mengatakan kota Mahenjo Daro berasal dari 2500 SM, bukan 3500 SM, mereka mengatakan kalau para ilmuan salah hitung. Para ilmuan menghitung dengan metode carbon dating, sementara di situ tempat yang terpengaruh radioaktif. Akibatnya terjadi bias pembacaan carbon. Pertanyaannya, apakah ilmuan sebodoh itu?

Tentu tidak. Kenyataannya penentuan waktu peradaban Mahenjo Daro adalah berdasarkan analisa artefak yang digali. Terdapat bukti adanya kesamaan antara artefak di Mahenjo Daro dengan di era Sargon dari Mesopotamia. Karenanya, ilmuan menyimpulkan kalau masa Mahenjo Daro bertepatan dengan era Sargon di Mesopotamia, yaitu 2300 SM. 200 tahun sisanya merupakan selang waktu transfer dari Mesopotamia ke Mohenjo Daro. Waktu peradaban Mohenjo Daro ini terungkap tahun 1953 oleh arkeolog Mortimer Wheeler[4], padahal kota kuno ini sudah ditemukan 1921. Lihat betapa hati-hatinya ilmuan hingga kepastian usia kota ini harus menunggu waktu 32 tahun. Selanjutnya, penggunaan carbon dating dilakukan tahun 1964[5] dan tebak saja, ternyata analisa Wheeler tepat. Lebih jauh lagi, yang ditemukan arkeolog di Mohenjo Daro bukanlah radioaktif, tapi tembaga[6].

Temannya pengklaim yang lain mengajukan kawah Lonar. Kawah ini berdiameter 2154 meter dan berada 400 km di timur laut Bombay. Pengklaim mengatakan ini adalah lokasi ledakan nuklir. Buktinya, katanya, tidak ada tanda bekas meteor dan lokasinya berada di atas lapisan basalt, yang satu-satunya ditemukan dalam aneka kawah meteor di dunia. Selain itu disini juga dikatakan ada glass spherula yang menunjukkan tekanan super besar saat kawah terbentuk. Tekanan yang katanya, hanya bisa terjadi karena nuklir.

Satu fakta yang terlewatkan di sini. Kawah Lonar berusia 50 ribu tahun dan itu berarti jauh sebelum perang Mahabrata. Tapi bisa saja itu bekas percobaan nuklir sebelum perang Mahabrata. Oke, kalau begitu kita cek fakta ilmiahnya.

Pertama, tanda bekas meteor itu datang dari keberadaan magnetit di kawah Lonar. Adanya magnet menunjukkan terjadi tumbukan logam. Seperti anda belajar waktu SD mengenai cara membuat magnet. Anda gosok dengan magnet alami dan jadilah magnet buatan. Dan meteorit umumnya adalah logam. Sudah banyak penelitian tentang kawah Lonar. Penemuan glass spherula itu memang benar adanya, dan dilaporkan oleh Hagerty et al[7]. Para ilmuan india sendiri setuju kalau kawah Lonar adalah kawah meteorit yang terbentuk 52 ribu tahun lalu.[8]

  1. Cerita tentang perang yang memakai gendewa

Mahabharata memang berbicara tentang adanya senjata, yang bisa anda bandingkan dengan senjata nuklir. Klaim lain menambahkan Ramayana.6.108.3-10, 15-20 tentang kesaktian panah Rama yang juga seperti senjata nuklir. Sayangnya perbandingan dengan nuklir itu adalah pada efek dari senjata tersebut, bukan pada senjatanya sendiri. Ayolah, dalam perwayangan sudah kita ketahui kalau yang namanya gendewa itu adalah panah. Anda pikir pemanah bisa selamat dengan menembakkan panah berisi nuklir? Jika ledakkan itu sangat besar, maka otomatis sang pemanah sendiri akan ikut terpanggang di dalamnya. Lagipula, orang zaman kuno dapat membayangkan sesuatu yang luar biasa dari panah. Kalau ia melihat saat ditembakkan, panah menancap. Bisa saja ia menghayal kalau panah ditembakkan, panah itu meledakkan objek yang terkena, seperti petir menyambar. Tambahkan bumbu dramatis seperti debu pasir, burung panik, langit seolah runtuh, bumi merekah. Film Naruto adalah contohnya.

Oke saya memang tidak percaya. Tapi anda juga bisa bilang kalau anda tidak percaya kalau orang mau meledakkan dirinya sendiri, dan terbukti orang mau meledakkan dirinya di negara kita sendiri! Tapi tentu saja, kalau saya harus percaya klaim tentang perang nuklir ini, maka saya harus mendapatkan buktinya. Tanpa bukti, berarti bisa saja omong kosong. Bukti semakin perlu saat klaim ini merupakan klaim yang tidak intuitif. Saya harus meruntuhkan banyak pengetahuan yang saya sudah tau tentang sains dan sejarah dunia untuk percaya klaim ini. Pengetahuan yang saya peroleh didukung bukti kuat, sekarang bagaimana mungkin saya percaya pada sebuah pengetahuan yang tidak disertakan bukti? Ini berbeda dengan kasus bom bunuh diri. Berdasarkan pengetahuan orang awam, hal ini mungkin dilakukan, apapun alasannya. Adanya bom nuklir dari peradaban masa lalu tidak mungkin dapat saya terima, tanpa bukti yang segunung. Dan walaupun itu mungkin, belum tentu memang terjadi. Ambil contoh novel The World Set Free karya H.G. Wells di akhir abad ke-19. Wells membuat novel fiksi ilmiah yang meramalkan adanya nuklir dan bom nuklir meledak di London. Apakah ini berarti memang benar di masa lalu ada bom nuklir meledak di London?

Mahabharata tidak bicara tentang senjata nuklir, teknologi pendukungnya, konsep fisi nuklir atau radioaktif, dia hanya bicara tentang ledakan. Dan anda percaya kalau ini menunjukkan bukti kalau yang dipakai senjata nuklir? Kenapa tidak ilmu kesaktian seperti yang ditunjukkan Ken dan Ryu dalam game Street Fighter?

Senjata nuklir tidak muncul dengan sendirinya, ia memerlukan reaktor nuklir. Perlu setumpuk laporan penelitian yang diperiksa dengan teliti, inovasi teknologi dan eksperimen di laboratorium untuk membuatnya. Sekarang mana bukti-bukti ini?

  1. Ledakan nuklir dan racun debu radioaktif sebagai serangan balasan

Di Masa Perang Dingin, pemerintah AS telah membuat sebuah proyek penelitian mengenai dampak nuklir[9]. Hasil penelitiannya dibagikan kepada masyarakat secara gratis untuk penanggulangan seandainya Soviet melancarkan perang nuklir. Laporan tersebut dapat anda unduh disini : The Effect of Nuclear War. Tim peneliti membangun empat skenario yang memiliki dampak masing-masing. Anda bisa melihat tabel ringkasan dampak pada halaman 16. Pada skenario paling fatal, kerusakan genetik dan kanker berskala global. Apakah ada bukti dari peradaban lain yang hidup satu masa dengan para jagoan nuklir dari India Kuno ini? Tidak satupun. Bukti demikian seharusnya ada, katakanlah kerangka yang memiliki DNA[10] yang rusak parah, atau wiracarita tentang penyakit besar yang melanda. Nothing.

  1. Gambaran dampak perang nuklir

Dalam perang nuklir, mayat tidak terbakar. Ia lenyap menjadi abu! Dan kamu tidak dapat lari ke sungai, karena sungai juga akan jadi asap. Tambahan lagi, Mahabharata tidak mengatakan kalau ledakannya seperti awan jamur. Ledakannya begitu saja, seperti sambaran petir. Ledakan nuklir berbentuk awan jamur. Jelas dalam cerita ini ada tanda hiperbola besar. Rudal dengan “segenap kekuatan alam semesta.” Wow. Nuklir modern saja kekuatannya hanya dari beberapa gram batu uranium. Sayangnya, di bagian akhir, ia kurang hiperbola sehingga kalah dengan fakta ilmiah. “Bulu, rambut dan kuku rontok, porselen retak, burung gosong, bukan ciri-ciri perang nuklir.” Bila benar perang nuklir, gejala ini tidak akan ada, dalam lokasi ledakan, semua menjadi abu.

  1. Penemuan arkeologis

Saya tidak tau apa yang harus disanggah disini. Hal ini karena memang tidak ada bukti yang diajukan. Siapa para arkeolog ini? Mana laporan ilmiahnya? Dimana hasil analisa yang menyatakan kalau batu itu hasil ledakan nuklir? Well, tentu saja tidak ada, karena arkeolog ini fiktif. Saya sudah mencari beberapa klaim yang sama tentang adanya arkeolog ini, tapi namanya siapa, apa paper ilmiahnya, mana hasil penelitiannya? Tidak ada.

  1. Reruntuhan batu hangus, tembok terkristal, di india, babilonia, sahara, gobi.

Sama saja. Tidak ada referensi yang diajukan. Semuanya tampak fiktif bagi saya. Istilahnya urban legend. Dongeng jaman modern. Bukti kalau ini dongeng jaman modern justru lebih banyak daripada bukti kalau ini benar. Ambil contoh, ada yang bilang perang Mahabharata 5000 tahun lalu[11], ada yang bilang 8000 tahun lalu[12], gak jelas. Selain itu ada yang mendukungnya dengan mengambil kata-kata Robert Oppenheimer, pencipta bom atom. Ini juga bukti kalau itu Urban Legend. Urban Legend menggunakan ucapan-ucapan tokoh yang telah wafat, bukannya laporan ilmiah, karena tidak ada yang bisa mengecek benar tidaknya tokoh tersebut bicara demikian.

  1. Penemuan arkeologi yang sesuai dengan catatan sejarah

Tidak ada temuan radioaktif atau apapun yang sesuai klaim di atas. Jika lokasi yang diklaim memberikan bukti, tentunya lokasi tersebut radioaktif, dan tidak ada yang berani menjadikannya objek wisata. Silakan kunjungi www.rajasthantravelguide.com.

  1. Reaktor nuklir buatan manusia 2 Miliar tahun lalu di Oklo, Afrika Selatan yang beroperasi selama 500 ribu tahun.

Nah, ini sudah jelas tandanya sang penulis tidak tahu tentang Oklo dan tidak mau tahu tentangnya. Pada kenyataannya, Oklo ada di Gabon, bukan di Afrika Selatan. Cek peta Afrika jika tidak percaya. Oklo merupakan salah satu deposit uranium di daerah ladang Uranium Mounana. Oklo ditemukan tahun 1968 dan memiliki kandungan 14 ribu ton uranium. Jumlah yang sangat besar dan merupakan separuh dari apa yang dimiliki formasi Mounana secara keseluruhan. Anda mungkin bisa bilang Oklo yang di Gabon bukan Oklo yang di Afrika Selatan, tapi petunjuk datang dari kata-kata pengklaim sendiri, ada reaktor nuklir berusia 2 miliar tahun. Betul sekali, reaktor nuklir di Oklo berusia 2 miliar tahun. Tapi reaktor ini alami[13], bukan di buat manusia super modern. Belum ada manusia 2 miliar tahun lalu. Fosil manusia tertua, tepatnya manusia purba, berasal dari 4,4 juta tahun lalu[14]. Bila benar ada manusia 2 miliar tahun lalu, kenapa kita tidak menemukan manusia dari 1 miliar, atau 500 juta tahun lalu? Kenapa yang paling tua hanya 4,4 juta tahun lalu?

Dan lebih parah lagi, sang pengklaim mengatakan ia beroperasi selama 500 ribu tahun! sekarang masuk akalkah kalau orang yang memiliki reaktor nuklir akan menyimpan limbah nuklirnya di reaktornya sendiri? Berbagai reaktor nuklir di dunia kesulitan dalam membuang sampah nuklirnya karena peraturan ini itu. Sampah ini disimpan didalam tabung kaca, berlapis stainless steel. Lalu para ilmuan menggali tanah sedalam mungkin untuk menyimpan sampah nuklir ini dan memeriksanya setiap saat karena takut adanya kebocoran. Tapi di Oklo, deposit uranium yang dihasilkan reaktor alami tersebut juga bertumpuk di situ. Selama dua miliar tahun, sampahnya hanya merembes sejauh tiga meter[15]. Ini bukti kalau reaktor tersebut alami. Kecuali sang pengklaim mengatakan kalau tinggal di tumpukan sampah merupakan sesuatu yang normal bagi masyarakat super canggih.

Mungkin anda heran bagaimana mungkin reaktor nuklir bisa terjadi secara alami karena reaktor nuklir luar biasa canggihnya. Well, istilah reaktor yang dipakai arkeolog itu adalah pembuat reaksi. Beberapa partikel tanpa sengaja menabrak atom uranium dan memulai reaksi berantai yang memproduksi unsur radioaktif lainnya[16]. Itu reaktor. Dan ia tidak meledak karena ada moderator yaitu air tanah.

  1. Makna moral dari cerita di atas

Sebenarnya, untuk memberikan pesan moral, tidak perlu lah mengarang cerita. Jika beliau cukup tertarik dengan peradaban kuno ada fakta ilmiah yang bisa dijadikan pesan moral. Asal usul peradaban Moai di Pulau Paskah merupakan salah satunya. Hasil penelitian menunjukkan kalau bangsa ini punah karena kehabisan sumberdaya alam. Alam mereka di hancurkan demi persaingan membuat patung[17].


[1] Saya tidak tau apakah sekarang beliau masih separuh piramidiot atau tidak

[2] Aiyer, V.G. 1901. The Date of the Mahabharata War. Indian Review. Vol. II, January-December

[3] Bhattacharya, P. 2007. The Date of the Mahabharata War.

[4] Wheeler, M. 1953. The Indus Civilization. London

[5] Agrawal, D.P. 1964. “Harappa Culture: New Evidence for a Shorter Chronology.” Science, 28 February, 1–3.

[6] Chakrabarti, D. 2001. Indus Civilization. Dalam Murray, T. 2001. Encyclopedia of Archaeology.

[7] Hagerty, J.J., Newsom, H.E., Spindle, N. 2006. Hydrothermal Activity at the Lonar Lake Impact Structure: Implication for the Formation of the Martian Soil. Lunar and Planetary Science, XXXI.

[8] Chevadar, M.S., Bajekal, S.S. 2008. South Seeking Magnetic Bacteria from Lonar Lake. Proceeding of Taal 2007: The 12th World Lake Conference: 444-447

[9] Office of Technology Assessment. 1979. The Effects of Nuclear War.

[10] Pemeriksaan DNA pada mayat yang berusia ribuan tahun dapat dilakukan. Contohnya pada kerangka yang digali tahun 2005 dari situs peradaban Harappa, 2600 SM. UP village offers a fresh clue to solve a Harappan puzzle

[11] Peradaban India Kuno yang Musnah. http://warungheik.blogspot.com/2010/07/peradaban-india-kuno-yang-musnah.html

[12] Atomic Warfare in India, 8000 years ago.

[13] World Nuclear Association, 2010. Uranium in Africa.

[14] Dalton, R. 2009. Fossil rewrites early human evolution: Ethiopian find dates back 4.4 million years. Nature 461, 705 (2009)

[15] Comby, B. 2005. The Solutions for Nuclear Waste. International Journal of Environmental Studies, Vol. 62, No. 6, December 2005, 725–736

[16] Cowan, G. A., 1976. Oklo, A Natural Fission Reactor, Scientific American 235, 36–47.

[17] Bahn, P dan Flenley, J. 1992. Easter Island, Earth Island. New York: Thames and Hudson.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.