Diposting Sabtu, 24 Juli 2010 jam 3:42 pm oleh The X

Hiu Putih Raksasa

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 24 Juli 2010 -


Salah satu predator terbesar di samudera adalah hiu putih raksasa. Ia mudah dikenali. Warnanya yang terang kontras dengan warna mata yang hitam legam. Belum lagi gigi dan rahangnya yang menebar horor. Hiu ini adalah pengembara. Karenanya, banyak serangan terhadap manusia terjadi. Masalahnya hiu ini suka mendekati permukaan laut dan mengeluarkan kepala dari air. Selain itu, karena hiu tidak punya tangan, well, semua ikan tidak punya tangan, ia menunjukkan keingintahuannya pada sesuatu dengan menggigitnya!

Hiu memiliki indra yang tidak banyak dimiliki hewan lain. Salah satunya adalah ampullae Lorenzini, sebuah katup kecil di kepala hiu yang dapat mengindera listrik. Indera ini membantunya menemukan mangsa yang tersembunyi di dalam pasir. Indera lain adalah jalur lateral untuk mengindera gerakan atau suara di bawah air. Penciuman merupakan inderanya yang paling tajam. Sedemikian pentingnya indera ini hingga ia memakan dua pertiga otaknya. Bayangkan, dua pertiga otak Cuma untuk mencium. Indera lain yang cukup kuat adalah telinga. Telinga hiu mampu melacak suara berfrekuensi rendah. Well, sama seperti anjing di darat. Bisa dikatakan, hiu bukannya memiliki panca indera, tapi sapta indera. Tujuh indera!

Karena pengembara, hiu putih raksasa bisa ditemukan di lautan mana saja. Tepatnya di lautan besar alias samudera. Beratnya sekitar dua ton untuk dewasa. Panjang rata-rata 7 meter, dan usianya bisa mencapai 30 hingga 40 tahun. Nama ilmiahnya, Carcharodon carcharias. Famili Lamnidae dan ordo Lamniformes. Nama hiu putih raksasa ini juga bukannya tidak beralasan. Ia adalah ikan hiu paling besar dalam genusnya. Bandingkan dengan hiu banteng yang panjangnya Cuma 3 meter, atau hiu jeruk yang panjangnya 3.4 meter. Hey bro, berapa tinggimu? Paling Cuma 1.7 meteran. Artinya apa? Hiu putih raksasa ukurannya empat kali lebih besar dari manusia.

Tapi, ada yang lebih horor lagi. Coba lihat foto ini. Itu gigi hiu purba, Megalodon. Kalau giginya aja sebesar itu dibandingkan gigi hiu putih raksasa, mau sebesar apa lagi Megalodon ini?

Perbandingan gigi hiu putih besar dengan ukuran gigi megalodon, hiu pra sejarah. (credit : Jeffrey L Rotman)

Gigi hiu putih raksasa juga aneh. Bila kamu kehilangan gigi depanmu, gigi mu gak bakalan tumbuh lagi, kecuali kamu sekarang masih anak-anak. Namun, bila gigi hiu putih raksasa hilang, maka gigi belakangnya akan maju ke depan menggantikan gigi yang hilang tersebut. Gigi hiu berlapis-lapis. Sepanjang hidupnya, ia kehilangan ribuan gigi. Mungkin kamu bisa beruntung menemukan gigi hiu di dasar laut saat menyelam. Gigi ini selain memiliki bagian ujung yang runcing, juga memiliki bagian halus bergerigi di dasarnya. Bagian ini berfungsi untuk memotong. Bagian tajam berfungsi untuk menusuk dan bagian lebarnya untuk mencabik. Hell, satu gigi merupakan geraham, taring sekaligus gigi seri.

Rahang hiu terbuat dari tulang rawan dan juga berada di bawah tengkoraknya. Saat hewan ini mendekati mangsanya, ia mengangkat moncongnya. Rahangnya menggeser maju menjauhi tengkoraknya. Tujuannya untuk dapat menggigit lebih kuat. Kalau seseorang berada di dekatnya sedang berenang, dan si hiu merasa lapar dan menyangka kamu itu lezat. Well, semua daging mungkin lezat baginya. Kemungkinan ia akan menyerang badanmu, tepat di perutmu dari samping, sehingga tubuhmu bisa terbelah dua. Ouch. 40% kejadian serangan hiu memang di bagian torso (badan). 40% serangan juga di bagian paha hingga ke betis, 23% kejadian kaki juga di serang, 23% lengan, 33% pinggang, 20% tangan, dan 24% kepala. Tapi tidak perlu horor begitu, dalam 128 tahun (1876-2004), hiu putih raksasa baru dilaporkan melakukan 220 serangan, sebagian besar di Pantai Barat Amerika (84 kasus). Di Indonesia belum ada. Terdekat di Australia (41), Selandia Baru (10), Korea Selatan (1) dan Jepang (2). Sisanya Afrika Selatan (47), Laut Tengah (23), Amerika Selatan (3), Meksiko (1) dan Pantai Timur Amerika Serikat (8). Tapi tentu saja, ini Cuma laporan loh. Kira-kira bisa gak kamu melapor kalau sudah ada di mulut hiu?

Hehehe

Horor

Referensi

  1. Britannica Illustrated Science Library. 2002. Fish and Amphibians
  2. Ellis, R. dan McCosker, J. E. 1991. Great White Shark. New York: Harper Collins
  3. Klimley, A.P., dan Ainley, D. G. eds. 1996. Great White Sharks: The Biology of Carcharodon carcharias. San Diego: Academic Press
  4. Thoney, D. A. dan Loiselle, P. V. 2003. Grzimek’s Animal Life Encyclopedia, Volume 4 : Fishes I. Schlager Group Inc.

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.