Diposting Kamis, 22 Juli 2010 jam 1:10 pm oleh The X

Atlantis

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 22 Juli 2010 -


Gagasan bahwa peradaban masa lalu lebih hebat seperti yang dibayangkan oleh para awam mengenai masalah piramida ternyata juga memiliki akar sejarah yang dalam. Plato, seorang penulis dan filsuf yunani mengetengahkan Atlantis. Sebuah peradaban canggih dengan teknologi maju, bangunan berhias emas dan perak, yang ada 9500 tahun sebelum ia hidup. Ini artinya 12 ribu tahun yang lalu! Atlantis diceritakan sebagai sebuah negeri yang lenyap akibat terjangan ombak tanpa henti. Peradaban yang maju dalam peradaban baik budaya, teknologi, pertanian, peternakan dan pencapaian yang tak tertandingi itu lenyap dalam waktu sehari saja. Wew, hari yang luar biasa pastinya.

Dan lucunya, di buku itu sendiri Plato sudah menyebutkan kalau Atlantis itu hanya dongeng. Ceka aja sendiri di sini : Timaeus.

Atlantis itu dipercaya sebagai fakta hingga tahun 1700an loh. Tapi seiring berkembangnya zaman, kita sekarang sudah menganggap kalau adanya benua Atlantis hanyalah mitos. Ayolah, sebuah benua raksasa, tenggelam dalam satu hari, dan kita tidak menemukan buktinya sampai sekarang!

Anda tahu, Atlantis sudah jadi mitos semenjak teori lengseran benua diterima luas tahun 1960an. Dalam teori ini, terbukti kalau Amerika dan Eropa terpisah secara perlahan selama 100 juta tahun, gak ada ruang baru untuk benua seperti Atlantis. Atlantis Cuma mitos.

Hey, tapi yang namanya teori ilmiah sifatnya sementara saja. Bisa saja kan ada fenomena alam entah bagaimana, yang belum diketahui sains modern. Uhmm, oke. Sekarang kita menuntut bukti. Apakah ada bukti yang memberi petunjuk kalau benua Atlantis itu ada?

Begini boss, mitos Atlantis itu bukan hanya monopoli Plato. Orang Portugis punya kisah Atlantida, orang Venezuela punya kisah Atlan, dan orang Berber (Maroko) punya kisah Atlala. Apakah ini hanya kebetulan semata?

Tentu saja, tampaknya kebetulan. Cerita Atlantis dari masa Plato bisa menjalar ke timur. Karena Plato sendiri mengatakan kalau Atlantis ada di samudera Atlantik, maka masyarakat yang paling tertarik kemungkinan besar adalah masyarakat yang tinggal di pinggiran Atlantik, yaitu Portugis, Maroko dan Venezuela. Well, Venezuela bukan di pinggiran Atlantik sih, tapi Karibia, namun gak jauh amat. Akan lebih keren kalau mitos ini adanya dalam suku pedalaman Asia Tengah seperti Mongolia atau Kazakstan.

Gini saja deh. Ada empat bukti ilmiah kalau Atlantis tidak ada:

  1. Ya karena tidak ada bukti kalau Atlantis itu ada. Gak ada artifak, gak ada catatan sejarah selain Plato, tidak ada daratannya, tidak ada lokasinya. Teknologi kita sudah sangat maju bro. Kita punya setumpuk diary pelaut, catatan pelayaran, hasil pencitraan sonar, hasil penelitian geologi, biologi, oseanografi, linguistik, arkeologi. Belum lagi penyelaman laut dalam, kapal selam tanpa awak yang menjelajah atlantik. Apa lagi, satelit, komputer, apa lagi? Sains tidak dapat menerima sesuatu yang tanpa bukti
  2. Teori lempeng tektonik. Seperti sudah saya jelaskan, kita sudah berhasil memetakan seluruh lempeng tektonik di planet ini dan tidak satupun ada massa benua yang tersembunyi antara Amerika Utara dan Eropa
  3. Sistem pencitraan satelit yang memetakan lantai samudera. Sistem scanner multipita ini sudah memindai habis Samudera Atlantik tengah yang diduga menyimpan reruntuhan Atlantis dalam kedalaman 1500 hingga 2500 meter. Itu sudah sampai ke dasar bro. Tidak ada bukti adanya geseran massa dalam bentuk kerak bumi selama 15 ribu tahun terakhir. Gak mungkin secara geologis kalau ada massa raksasa yang tenggelam lebih dari 1500 meter tanpa meninggalkan jejak sama sekali.
  4. Antropologi modern telah berhasil mengembangkan teori total mengenai perkembangan peradaban manusia. Gak ada dalam sejarah umat manusia sejauh yang sudah dipahami sekarang, menunjukkan adanya peradaban canggih berusia 12 ribu tahun lalu. Kota-kota yang cukup modern paling tua berusia 6000 tahun dan peternakan baru berusia 7000 tahun. Gak nyampe 12 ribu tahun bro.

Sebenarnya gak semudah itu, kata teman gue. Ini gue ajukan buktinya dari sisi kami, orang yang percaya kalau Atlantis ada.

  1. Ada pertambangan logam di Afrika yang berasal dari 43 ribu tahun lalu. Tambang logam ini ditemukan tahun 1980an, padahal menurut teori antropologi mu itu, ia belum ditemukan.
  2. Ada lukisan CroMagnon di gua yang menunjukkan ia berasal 22 ribu hingga 25 ribu tahun lalu di San Michele d’Arudy dan Lamarche (Perancis). Dalam gambar itu tampak ada kuda dengan pelana. Tapi teori antropologimu bilang kalau peternakan kuda baru muncul 3000 SM.
  3. Reruntuhan batu raksasa di Gozo, pulau Malta, Laut Tengah. Usianya 10 ribu tahun dan menunjukkan kemajuan rekayasa batu, well, tentu saja batu, hehe.
  4. Kota kuno Niniveh. Dulu para ilmuan bilang kota ini Cuma mitos. Hanya mitos bro. Tapi ternyata kota itu ada. Bisa jadi Atlantis juga loh.
  5. Cerita Aztek dan Mesir Kuno tentang peradaban maju yang tenggelam. Itu ceritanya sudah ada 3 ribu tahun sebelum diomongin ama Plato. Dan Aztek dengan Mesir itu jauuuh bro, jauuuh banget. Satu di Afrika satu di Amerika. Dan jangan bilang kalau ada tukang sampan yang menyeberang samudera Atlantik untuk bercerita tentang mitos Atlantis ya.
  6. Masih ada lagi nih: Atlala (Berber), Avalon (Wales), Atlaintika (Basque), Atlantida (Portugis), Atli (Viking), Arallin (Babilonia), Atda (Arab), Azatan (Aztek), Atlan (Venezuela), ummm, cerita Nyi Roro Kidul boleh masuk gak? Cuma ceritanya Teutonik tentang negeri Valhalla yang tidak mirip dengan cerita Atlantis itu.
  7. Papirus kuno yang dipamerkan di museum Hermitage di St Petersburg, Russia, mengatakan kalau fir’aun saat itu pernah berlayar (3000 SM) mencari tanah leluhurnya. Papirus itu mengatakan kalau para leluhur ini datang ke Mesir 3500 tahun lalu (6500 SM) dengan kapal.
  8. Kota-kota kuno yang dulunya Cuma mitos sekarang sudah terbukti ada. Kota Troy yang diceritakan dalam syair Homerus sudah terbukti ada. Kota Niniveh berhasil di temukan lewat satelit di tengah kota Ubar di gurun Irak. Apa lagi? Kota Angkor Wat yang terbenam di tengah rimba belantara, ditemukan lewat pencitraan pesawat ulang alik Atlantis. Well, namanya aja udah mirip. Nama pesawatnya itu loh. Bisa jadi ntar Atlantis yang ditemukan.
  9. Tahun 1984, DR. Maria Klenova dari LIPI nya Uni Soviet melaporkan kalau ia menemukan adanya batuan dari dasar Atlantik dalam kedalaman 1800 meter. Batuan ini tampak terbentuk dalam tekanan udara normal, seolah ia berada di udara terbuka, bukannya di dalam laut, pada sekitar 15 ribu tahun lalu.
  10. DR. Pierre Termier, oseanografer Perancis, mempelajari lantai samudera 800 km lepas pantai tenggara kepulauan Azores. Ia menemukan kalau tipe lava yang disebut tachylite ada di dasar samudera Atlantik. Batuan ini hanya terbentuk kalau ia ada di udara terbuka dan akan segera larut di dalam air laut selama 15 ribu hingga 20 ribu tahun. Karena ia belum larut semuanya, berarti kan sekitar itulah, Atlantis berupa daratan kering.
  11. Survey Geologi Amerika Serikat tahun 1980. Mereka mengebor dasar samudera dan menemukan lapisan debu letusan gunung berapi yang meletus 12 ribu hingga 20 ribu tahun lalu. Sesuai dengan deskripsi bentuk dan ukuran Atlantis.
  12. Tanggal 1 Maret 1882, kapal S.S. Jesmond, berlayar dari Sisilia ke New Orleans. Saat itu mereka menemukan banyak sekali ikan yang mati di tengah samudera Atlantik. Daerah ikan mati ini merupakan daerah air berlumpur. Oh, air berlumpur di tengah Samudera? Yang bener aja. Terus di langit ada asap. Besoknya lagi mereka menemukan kalau asap itu berasal dari sebuah pulau yang tidak ada dalam peta dan jarak ke daratan terdekat adalah 1600 km ke segala arah. Mereka mendarat di pulau itu, dan menemukan tanahnya gersang dan tersusun dari batuan lava. Selama dua hari penyelidikan, mereka menemukan mata panah, pedang perunggu (orang modern pake pedang?) dan bekas reruntuhan benteng. Empat kapal lainnya juga melaporkan hal yang sama pada minggu itu juga. Terus? Terus pulau itu lenyap. Hilang. Saat dicari udah gak ada lagi.

Hayooo. Ada 12 bukti berbeda. Kalah loe!

Tunggu dulu bro. Begini. Kedua belas bukti di atas bukan bukti langsung. Bukan penemuan kalau memang ada namanya Atlantis. Yang ada adalah sesuatu yang seolah-olah menunjukkan Atlantis itu ada. Tiap point bisa ditemukan penjelasan alternatifnya koq. Intinya gue menuntut bukti fisik.

Richard Ellis (1999) misalnya, beliau bilang kalau cerita Atlantis itu muncul gara-gara letusan gunung di Pulau Thera (atau Santorini) sekitar 1500 SM. Letusannya sangat besar sehingga bisa di lihat dari Amerika. Wajar aja orang Aztek bikin cerita yang aneh-aneh, lha sumber letusannya di seberang lautan dan mereka belum pernah nyebrang ke sana.

Gini aja, DeCamp (1970) pernah bilang seperti ini di halaman 250 bukunya: “Mitos dan legenda seringkali berdasarkan fakta. Namun bagian fakta dari mitos itu sangat kecil dan begitu kabur sehingga mustahil bisa diambil makna ilmiahnya. Seperti kata sejarawan Grote: Cerita seperti ini harus dipelajari namun argumen kritis akan membedakan fakta dengan mitos, dimana tidak ada bukti yang bisa diterima”

Halah, gue ngambil jalan tengah ya? Tapi, coba deh dengan cerita dari Plato ini: “Atlantis tenggelam oleh gempa bumi dan menjadi bagian laut yang berlumpur, yang tidak dapat dilewati kapal apapun.” Orang Mesir, mengatakan kalau Atlantis adalah sebuah pulau yang bergunung-gunung di bagian utara dan sepanjang pantai, dan memiliki bentuk datar di utara “sepanjang 3000 stadia (555 km), namun bagian tengahnya 2000 stadia (370 km). Lima stadia (9 km) dari pantai adalah sebuah gunung yang rendah di semua sisinya.

Now, itu gak terlihat seperti sebuah benua sama sekali. Tapi hanya sebuah pulau. Sebuah pulau biasa. Gak keren. Bisa jadi kan kalau memang Santorini. Coba dengan cerita Plato lagi dalam Critias:

“Poseidon memahat gunung dimana kekasihnya tinggal dalam istana dan menutupnya dengan tiga parit yang lebarnya tiga stadia dan dipisahkan oleh pulau berbentuk cincin dengan ukuran yang sesuai. Penduduk Atlantis kemudian membangun jembatan ke utara gunung, dan mengelilingi pulau. Mereka menggali saluran ke laut, dan sepanjang jembatan, mereka menggali terowongan kedalam cincin batuan sehingga kapal dapat menerobos ke dalam kota di sekitar gunung. Mereka juga memahat bebatuan di dinding parit untuk menjadi dermaga. Setiap jalan masuk ke kota dipagari dan dipasang menara, dan juga tembok besar. Tembok ini dibangun dari batu berwarna merah, putih dan hitam dari dasar parit dan ditutupi dengan perunggu, timah dan logam mulia bernama orichalcum.”

Haa. Ayolah bro. Cerita ini ada nuansa Spongebob Squarepants. Poseidon itukan versi yunaninya Neptunus. Itu loh, tuhannya Spongebob (yang cewek ataupun yang cowok). Atau seperti komik spiderman.

Pencipta Atlantis, Raja Neptunus yang Agung

Spiderman memang khayalan, tapi New York City tempat spiderman itu bergelantungan kan nyata. Begitu juga cerita di atas.

Umm, gimana kalau komik Batman. Gotham city itu khayalan loh.

Artinya gini, kamu gak bisa menarik fakta sejarah dari cerita di atas. Memang ada yang masuk akal seperti bangunan itu, dan ada yang tidak masuk akal seperti Poseidon. Tapi sesuatu yang masuk akal belum tentu ada. Fakta bro, faktanya mana?

Plato itu punya murid, namanya Xenocrates. Nah, Xenocrates ini punya murid lagi, namanya Crantor. Crantor itu adalah salah satu filsuf yang mempropagandakan kalau kisah ini adalah fakta. Dan Proclus, sejarawan Kristen abad ke-5 Masehi membesarkannya lagi. Orang Yahudi juga mencatat hal ini tahun 1378 M. Begitu juga Arab. Biasalah dari Yunani menyebar kemana-mana.

Professor filsafat dari Universitas Arizona, Julia Annas, mengatakan begini:

Usaha menemukan Atlantis itu menunjukkan bahayanya membaca karya Plato. Jelas Plato menggunakan apa yang merupakan standar cerita fiksi – menekankan sebuah peristiwa sebagai fakta sejarah (sambil menyerahkan buktinya pada otoritas yang tidak diketahui). Itu ciri-ciri fiksi. Gagasan sesungguhnya, yaitu kalau kita mesti memeriksa gagasan kita mengenai politik dan pemerintahan, sepenuhnya terlewatkan. Yang kita perhatikan justru menjelajah dasar laut mencari Atlantis.

Dengan ketidak jelasan yang ada, setiap orang bisa mengklaim kalau Plato benar, bila ia menemukan sebuah kota di dasar laut. Mau Pulau Spartel di Gibraltar keq atau Kepulauan Indonesia sendiri keq. Semau cocologi bikin. Dan manusia memang pintar bikin cocologi.

Sekarang mau cari apa lagi dari ceritanya Plato? Banyak koq. Mau nyari kuburan Cecrops? Raja pertama Athena yang berekor ular? Menemukan kerangka raksasa Poseidon? Oh, please

Referensi

  1. 1. Annas, J. 2003. Plato: A Very Short Introduction
  2. 2. Blailer, E. F., Blailer, R. 1990. Science-Fiction, the Early Years. Kent State University Press
  3. 3. Carrol, R.T. 2003. The Skeptic’s Dictionary: A Collection of Strange Beliefs, Amusing Deceptions, and Dangerous Delusions. Wiley
  4. 4. De Camp, L.S. 1970. Lost Continents: The Atlantis Theme in History, Science and Literature. Courier Dover Publications
  5. 5. Ellis, R. 1999. Imagining Atlantis. Vintage Books
  6. 6. Haven, K. F. 2005. Wonders of the Sea: Merging Ocean Myth and Ocean Science. Libraries Unlimited
  7. 7. Joseph, F. 2005. The Atlantis Encyclopedia. New Page Books
  8. 8. Kuhne, R.W. 2004. A Location for “Atlantis”? Antiquity, Vol. 78, No. 300, June 2004
  9. 9. Plato, 360 SM. Critias,
  10. 10. Plato, 360 SM. Timaeus,
  11. 11. Selin, H. 2000, Astronomy Across Cultures: The History of Non-Western Astronomy, Kluwer Academic Publishers.
  12. 12. Tomas, A. 1973. Atlantis: From Legend to Discovery. Sphere.
The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.