Diposting Selasa, 20 Juli 2010 jam 6:39 am oleh The X

Cara Menepis Kebenaran Teori Big Bang

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 20 Juli 2010 -


Kita yang cukup paham sains mungkin kadang bosan dengan beberapa teori besar seperti teori big bang atau teori evolusi. Kenapa sih gak ada teori lain? Itu itu melulu. Saya sudah menjelaskan bagaimana cara meruntuhkan teori evolusi, sekarang kita pindah ke kosmologi. Bagaimana cara meruntuhkan teori big bang.
Pertama-tama, big bang adalah teori yang rumit secara matematis. Hal ini karena dalam fisika, seperti kosmologi, anda tidak bisa asal bicara. Anda harus punya rumusan matematika yang kuat dalam prediksi anda. Hell, anda bicara tentang teori asal usul alam semesta disini!
Sekarang kita lihat, apa saja usaha orang meruntuhkan teori ini.

Robert Gentry
Tahun 2003, fisikawan Robert Gentry mengajukan teori alternatif yang bisa memprediksikan semua prediksi yang telah dibuat teori big bang. Hal ini membuat teori Gentry menjadi teori yang setara dengan big bang, seandainya ia ditemukan sebelum prediksinya dibenarkan. Beliau mengatakan kalau paradigma yang dipakai big bang, yaitu paradigma ruang waktu mengembang Friedmann-lemaitre tidak konsisten dengan data empiris. Bagaimana caranya menyebarluaskan idenya di kalangan ilmuan? Tentu saja, ia tidak bicara seperti pembuat artikel koran atau majalah. Ia bicara sebagai seorang fisikawan. Penuh kekuatan matematis dalam teorinya. Silakan baca artikel ilmiahnya ini :
Gentry, R.V. 2003. New Cosmic Center Universe Model Matches Eight of Big Bang’s Major Predictions Without The F-L Paradigm. CERN Journal.
Coba lihat. Waw. Betapa kuatnya argumentasi yang ia buat. Kalangan fisikawan akan tertarik. Ini artikel seorang ahli fisika yang paham betul teori big bang. Ini bukan artikel seorang wartawan yang tidak tahu bedanya kecepatan cahaya dengan kecepatan elektron. Ini, wah, profesional dan terpelajar. Walaupun bila ia salah, karyanya indah. Ini tulisan seorang yang memang pantas menghajar big bang.
Gentry bukan hanya membuat artikel tersebut, bersama saudaranya, ia sudah membangun teorinya sejak lama. Ini artikel pendahulunya yang dibuatnya bersama sang saudara.
Gentry, R.V. dan Gentry, D.W. 1998. The Genuine Cosmic Rosetta.
Profesional bukan? Coba lihat lagi yang ini.
Gentry, R.V. 2003. Discovery Of A Major Contradiction In Big Bang Cosmology Points To The New Cosmic Center Universe Model.
Indah sekali. Seorang fisikawan pendukung teori big bang akan bersemangat untuk berdebat dengannya. Beliau paham apa saja salahnya di teori Big Bang.
Coba lagi tulisan beliau yang ini :
Gentry, R. V. 1998. A New Redshift Interpretation.
Woow. Lihat referensinya. Dan ini juga. Prediksinya tepat!
Gentry, R. V. 1998. The New Redshift Interpretation Affirmed.
Ini karena Gentry tahu, bila ia ingin menepis kebenaran sebuah teori fisika yang kokoh, ia harus bicara melawan para pakar fisika teoritis. Para pakar yang mengetahui fisika sangat mendalam, jauh dari sekedar hukum termodinamika. Ia bukan bicara pada pembaca awam, ia bicara di depan sidang ilmiah.

Barry Setterfield
Pernah dengan model elektrodinamika kosmik? Ini disebut sebagai salah satu kandidat kuat yang dapat menepis kebenaran big bang. Lihat artikel dari Setterfield ini. Lihatlah kekuatan penalaran, matematika, data dan referensinya. Luar biasa.
Setterfield, B. 2001. The Vacuum, Light Speed, and the Redshift.
Begini lah caranya. Beliau menyajikan data, bukannya semata argumentasi akal sehatnya.
Lihat juga disini :
Peratt, A. L. 1990. The Evidence For Electrical Currents in Cosmic Plasma, IEEE Trans. Plasma Sci. 18, p.26

Michael Ibison
Ini ilmuan lain yang mencoba menepis kebenaran teori big bang. Lihat papernya, luar biasa terstruktur. Sesuai dengan standar ilmiah yang diharapkan untuk teori sebesar ini.
Ibison, M. 2004. Investigation of the polarizable vacuum cosmology.

Paul J Steindhart dan Neil Turok
Mereka merupakan pakar teori string dari Princeton dan Cambridge. Teori Ekpirotik adalah teori yang mereka ajukan sebagai pengganti Big Bang. Ada belasan artikel mereka yang sangat teknis matematis di situs Princeton, lengkap dengan data dan prediksinya. Coba anda periksa satu satu : Teori Ekpirotik (Alam semesta Siklis). Bila anda kesulitan membuka link tersebut karena masalah bandwith atau lainnya, anda bisa langsung melihat beberapa papernya disini:
Steindhart, P.J dan Turok, N. 2002. A Cyclic Model of the Universe. Science 24 May 2002: Vol. 296. no. 5572, pp. 1436 – 1439
Seife, C. 2002. Eternal-Universe Idea Comes Full Circle. Science 296 (5568), 639a.
Steindhart, P.J dan Turok, N. 2006. Why the Cosmological Constant Is Small and Positive. Science 312, 1180-1183
Steindhart, P.J dan Turok, N. 2003. The Cyclic Universe: An Informal Introduction. Nucl.Phys.Proc.Suppl.124:38-49,2003
Steindhart, P.J. 2003. Cyclic Model’s FAQ.
dan ini rebuttalnya dari fisikawan lainnya
Borde, A. Guth, A, dan Vilenkin, A. 2003. Inflationary spacetimes are not past-complete. Phys.Rev.Lett. 90 (2003) 151301

G.F.R. Ellis
Usaha mengalahkan big bang sudah lama di coba. Ellis mencobanya tahun 1984. Bayangkan! Dan coba anda cek artikelnya, masih sesuai standar? Apakah ia tampak menjelaskan teorinya untuk orang awam?
Ellis, G.F.R. 1984. Alternatives to the Big Bang. Annu. Rev. Astron. Astrophys. 1984. 22: 157-184

Nah, kalau anda sudah memperhatikan semua artikel di atas, anda tentunya paham bagaimana standar yang dipakai para ilmuan untuk menepis kebenaran teori big bang.

Sekarang, ada seorang “pakar” dari Indonesia yang mencoba melakukan hal yang sama, yaitu menepis kebenaran teori big bang. Ini artikelnya :
Menepis Kebenaran Teori Big Bang
Nah, silakan teman-teman pembaca periksa, apakah tulisan ini memenuhi standar ilmiah yang dapat diterima untuk dipertimbangkan secara serius. Ayolah kawan, ini teori tentang alam semesta….

The X
Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin / pandangan turun temurun.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.